Ia5K33hce05kVEU1UP8J8DLa01dvV8DSgOffubpV
Bookmark

Mengenal Pra Mengaji Multisensori untuk Anak Usia Dini

Kegiatan pra mengaji anak usia dini

Halo teman online! Kapan lalu aku sempat ikut Kelas Gratis Aktivitas Pra Mengaji Multisensori yang diadakan oleh Aku Suka Montessori. Pematerinya adalah uma Via Rizkiana, S.E., Dipl. Montessori, CPS yang merupakan founder Aku Suka Montessori.

Apa itu aktivitas pra mengaji multisensori? Bagaimana cara menerapkan aktivitas yang intinya untuk menumbuhkan rasa cinta anak pada kegiatan mengaji? Yuk, mari kita kumpul!


Mengenal Pra Mengaji Multisensori

Pernah, nggak, sih, anak terlihat malas, enggan, bahkan marah saat teman online menyuruh mereka untuk mengaji? Kalau iya, tandanya teman online belum genap menanamkan fitrah iman pada diri anak. Lalu, bagaimana caranya agar anak bisa cinta mengaji?

Dahulu kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami waktu itu masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Kemudian setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an, sehingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an.”
Shahih Ibni Majah No. 52 , hadist dari Jundub bin ‘Abdillah

Jadi, pada intinya wajib menanamkan iman dulu, ya, sebelum menyuruh anak untuk mengaji. Nah, salah satu cara untuk menumbuhkan atau menanamkan iman ke anak adalah dengan aktivitas pra mengaji. 

Apa itu Pra Mengaji Multisensori?

Uma atau panggilan akrab Via Rizkiana merupakan orang pertama yang mencetuskan istilah pra mengaji sebagai bridging anak sebelum belajar mengaji dengan metode multisensori. Konsep pra mengaji dari Uma ini merupakan turunan dari metode Montessori.

Sebab, dalam metode Montessori juga ada area pra membaca Montessori sebelum masuk ke area membaca. Ada juga area pra menulis dan pra matematika. Jadi, Uma menganggap tentu kalau mengaji juga ada area pra mengaji.

Pra mengaji ini juga menurutku hampir sama konsepnya dengan area Islamic studies dalam metode Islamic Montessori dan senada dengan metode Quran Based Play.

Mengapa Menggunakan Metode Multisensori?

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul dalam benak teman online adalah:

“Apa itu metode multisensori? Mengapa menggunakan metode multisensori?”

Metode multisensori adalah metode pendidikan yang melibatkan sistem sensori dengan stimulasi berbagai indera manusia seperti penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, pengecap, keseimbangan, propioseptif, dan interoseption. Jadi, nggak cuma panca indera, tapi ada delapan indera dalam multisensori.

Mirip dengan metode Montessori, kegiatan pra mengaji ini nantinya juga bakal berhubungan dengan sistem sensori tersebut. Anak tidak langsung digeber huruf hijaiyah alif-ba-ta, tapi ada tahapan kegiatan tertentu bahkan sejak si kecil dalam kandungan.

Kegiatan Pra Mengaji Multisensori

Apa saja, sih, kegiatan Pra Mengaji Multisensori?

Sebenarnya kegiatan pra mengaji sudah bisa dimulai sejak anak masih berada di kandungan. Ibu dan Ayah bisa membacakan Quran, tadabbur Quran, hingga read aloud Quran dan terjemahan.

Selanjutnya, aktivitas pra mengaji lainnya akan aku jelaskan lebih detail di postingan selanjutnya. Pada intinya semua aktivitas pra mengaji adalah jembatan untuk membiasakan anak dengan Al-Quran.


Pentingnya Pra Mengaji untuk Anak Usia Dini

Pra mengaji multisensori

Kalau menurutku pribadi setelah aku juga menerapkan kegiatan ini ke anak, pra mengaji itu sangat penting sekali. Bisa dibilang kurikulum prioritas keluargaku itu anak bisa mengaji.

Nah, aku nggak mau memaksa anak untuk mengaji di usia dini yang sebenarnya fitrahnya masih main-main. Caranya, ya, pakai kegiatan pra mengaji. Lewat kegiatan ini, anak bisa mendapatkan berbagai manfaat sebagai berikut.

1. Menanam Fitrah Iman

Lewat pra mengaji, sebenarnya sebagai orang tua kita sedang menanam fitrah iman anak. Proses ini memang tidak bisa dinilai secara angka, tapi baru bisa dilihat saat anak sudah memasuki usia 7 tahun.

Dia otomatis mengaji tanpa disuruh atau tidak? Apakah anak marah atau malas saat mengaji? Jadi, pra mengaji adalah waktu yang tepat untuk menanam fitrah iman sekaligus mengenalkan aktivitas membaca Al Quran.

2. Menumbuhkan Rasa Cinta Pada Quran

Manfaat pra mengaji selanjutnya adalah menumbuhkan rasa cinta pada Al Quran. Khususnya untuk membaca Al Quran. Aku sendiri percaya bahwa keinginan untuk mengaji akan datang saat kita itu cinta sama Al-Quran.

3. Pondasi Dasar Anak Suka Mengaji

Sama seperti aktivitas pra membaca sebagai pondasi anak membaca, maka pra mengaji juga merupakan pondasi anak mau mengaji. Layaknya bangunan, kan, pasti harus ada pondasi agar bangunan kokoh. Nah, pra mengaji ini adalah pondasi dasar yang nantinya insyaAllah akan menguatkan rasa cinta anak dengan kegiatan mengaji.


Persiapan Orang Tua dalam Pra Mengaji

Aktivitas membaca Al Quran

Sebelum memulai kegiatan pra mengaji, orang tua pun juga punya persiapan, loh. Apa saja itu?

1. Intropeksi Diri

Pertama, intropeksi diri dulu, ya, teman online. Sudahkah kita juga mengaji dengan sadar kalau ingin anaknya pintar mengaji? Seberapa sering kita mengaji dalam seminggu?

Jangan sampai kita ngebet anaknya pintar mengaji, tapi orang tuanya nggak jadi role model mengaji. Oh, iya, perbaiki juga niat membersamai anak mengaji dengan tujuan hanya karena Allah semata, serta sebagai bekal akhirat anak.

2. Belajar Mengaji Tahsin

Buibuk atau Pakbapak teman online juga bisa mulai belajar mengaji tahsin untuk memperbaiki bacaan Quran. Namun, bisa juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing, ya.

3. Rutin Memutar Murottal

Meskipun memang suara lantunan ayat Al Quran dari orang tua akan lebih cepat ditangkap anak, nggak ada salahnya untuk tetap rutin memutar murottal di rumah. Apalagi kalau misal orang tua juga baru belajar mengaji. Rutin memutar murottal Quran adalah pilihan yang tepat.


Referensi

Resume Kelas Gratis Aktivitas Pra Mengaji Multisensori yang diadakan oleh Aku Suka Montessori, pemateri Uma Via Rizkiana, S.E., Dipl. Montessori, CPS

Resume Kelas Quran Based Play Uma Karlina Listra Veni.

Resume Kelas Metode Islamic Montessori Ms. Zahra Zahira

Posting Komentar

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca sampai akhir :)
Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar.

Love,
Anggi