Inovasi Stretch Mark Serum, Atasi Stretch Mark Membandel

Daftar isi [Tampil]

Kehamilan biasanya meninggalkan jejak stretch mark pada bagian perut, paha, atau pinggul. Hal ini tentunya membuat para mama khawatir kalau bekas stretch mark tidak bisa hilang. Namun, ada kabar baik buat para mama yang baru muncul stretch mark atau punya berkas stretch mark membandel. Ada inovasi stretch mark serum baru untuk mengatasi strech mark mulai dari yang baru muncul sampai yang sudah membandel. Tentunya produk stretch mark serum ini aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Mama's Choice


Penyebab Munculnya Stretch Mark

Strech mark atau striae, merupakan kondisi di mana muncul garis-garis beruntai pada kulit. Pada sebagian besar ibu hamil, biasanya stretch mark muncul pada trimester dua atau tiga. Stretch mark baru biasanya berwarna merah, sedangkan yang sudah lama dan membandel akan berubah jadi warna putih. Perbedaan stretch mark merah & putih selengkapnya bisa Mama baca di sini. Nah, sebenarnya apa sih yang menyebabkan munculnya stretch mark pada ibu hamil? Yuk simak ulasan berikut.

1. Hormon Kehamilan

Hormon kehamilan berguna untuk menciptakan serat elastin serta kolagen di lapisan tengah kulit, sehingga kulit bisa meregang. Perubahan hormon pada ibu hamil ini yang menyebabkan elastisitas pada kulit bisa menurun, sehingga lebih rentan memunculkan stretch mark.

2. Faktor Genetik

Punya ibu atau anggota keluarga lain yang timbul stretch mark selama hamil? Hati-hati ternyata faktor genetik juga bisa memunculkan stretch mark pada ibu hamil. Coba mama cek apakah ada anggota keluarga lain yang punya stretch mark.

3. Kurang Cairan

Air putih sangat penting dalam menjaga elastisitas kulit. Kurang minum banyak air putih ternyata jadi salah satu penyebab munculnya stretch mark. Selain air putih, buah yang mengandung banyak air juga membantu kulit tetap sehat menurut seorang ahli dermatologi, Dr. Howard Murad, MD.

4. Kekurangan Nutrisi

Stretch mark pada ibu hamil juga dapat terjadi ketika mama kekurangan nutrisi seperti vitamin D, E, zink, dan protein. Mulai sekarang, jaga asupan nutrisi selama kehamilan dengan makanan bergizi seimbang.


Mama's Choice Stretch Mark Serum, Inovasi Baru Hilangkan Stretch Mark

Bagai doa yang terkabul, Mama's Choice luncurkan produk untuk atasi stretch mark membandel, yaitu stretch mark serum. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung membeli produk tersebut.

Mama's Choice

Mama's Choice Stretch Mark Serum ini digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi serta deep stretch mark. Sedikit berbeda dengan produk sebelumnya, yaitu Mama's Choice Stretch Mark Cream yang digunakan untuk mengatasi kulit gatal, kering, dan stretch mark baru. Klaim yang dimiliki oleh Mama's Choice Stretch Mark Serum adalah:

  • Membantu mengurangi hiperpigmentasi, stretch mark, dan flek hitam
  • Regenerasi sel kulit baru
  • Melembabkan dan mencerahkan kulit
  • Bekerja pada lapisan kulit yang lebih dalam.


Duet Mama's Choice Stretch Mark Serum dan Cream, Lebih Efektif Hilangkan Stretch Mark

Meskipun sedikit berbeda fungsi, ternyata duet penggunaan Mama's Choice Stretch Mark Serum dan Cream lebih efektif dalam menghilangkan stretch mark. Stretch mark putih membandel di paha saya pun mulai berkurang sejak penggunaan dua produk ini. Berikut review kedua produk yang sudah saya gunakan untuk melawan stretch mark di paha setelah melahirkan.

Mama's Choice
Duet Mama's Choice Stretch Mark Serum dan Cream untuk atasi stretch mark membandel

Review Mama's Choice Stretch Mark Serum

Kemasan

Kesan pertama saya saat membuka kemasan Mama's Choice Stretch Mark Serum adalah "Waw! Mewah dan elegan, banget". Botol kaca tebal dengan laminasi doff, serta tutup pipet yang berwarna silver yang menimbulkan kesan mewah nan elegan. Model pipet juga lucu karena ada bagian seperti tombol di bagian atas yang digunakan untuk mengambil cairan serum, berbeda dengan pipet serum pada umumnya.
Review kemasam Mama's Choice

Kandungan Bahan Utama

Stretch mark serum dari Mama's Choice mengandung bahan aktif alami seperti:

  • Alpha Bisabolol untuk mengurangi garis stretch mark
  • Mugwort untuk melembutkan serta melembabkan kulit
  • Niacinamide untuk mengurangi flek hitam serta mencerahkan kulit

Tekstur dan Wangi

Tekstur dari stretch mark serum adalah cairan kental berwarna putih. Formulanya cepat meresap di kulit. Jangkauan satu tetes serum juga lebih luas di kulit, sehingga saya sendiri hanya menggunakan 4 tetes serum untuk kedua paha bagian atas. Wangi dari serum ini tidak menyengat, lembut, dan ada efek menenangkan karena wanginya.

Tekstur stretch mark serum dari Mama's Choice

Cara Pemakaian

Pastikan kondisi kulit bersih. Teteskan serum ke bagian tubuh yang punya stretch mark, pijat lembut searah jarum jam sampai meresap sempurna. Gunakan pagi dan sore hari.


Review Mama's Choice Stretch Mark Cream

Kemasan

Berbeda dengan stretch mark serum, produk stretch mark cream ini punya kemasan di dalam tube berwarna putih dengan bagian tutup berwarna pink. Paduan warna yang cantik saat dilihat mata, terutama buat sebagian besar perempuan.
Mama's Choice
Kemasan Mama's Choice Stretch Mark Cream

Kandungan Bahan Utama

Kandungan bahan utama yang ada di Mama's Choice Stretch Mark Cream adalah:

  • Aloe Vera untuk melembutkan, melembabkan, dan menghidrasi kulit
  • Lipobelle Soyaglycone untuk menenangkan kulit dan mengatur elastisitas kulit
  • Shea Butter untuk melembabkan kulit

Tekstur dan Wangi

Stretch mark cream ini punya tekstur creamy yang cenderung cair, tapi tidak lengket di kulit. Saat dioleskan di kulit, terasa dingin sekaligus menenangkan kulit. Dibandingkan stretch mark serum, stretch mark cream lebih wangi, tapi tetap lembut wanginya.

Mama's Choice
Tekstur Mama's Choice Cream

Cara Pemakaian

Stretch mark cream dipakai setelah pemakaian stretch mark serum. Caranya juga cukup mudah, tinggal dioleskan ke bagian kulit yang punya stretch mark. Pijat lembut sampai benar-benar meresap di kulit.


Harga dan Tempat Pembelian

Mama's Choice Stretch Mark Serum dengan isi bersih 50ml ini dibandrol dengan harga promo Rp129.000 dari harga awal Rp179.000. Mama bisa dapatkan Mama’s Choice Stretch Mark Serum lebih hemat di sini. Harga tersebut menurut saya pribadi cukup affordable dengan kemasan serta hasil yang didapat. Produk dapat dengan mudah ditemukan di official website Mama's Choice, official store Mama's Choice di e-commerce atau toko ibu dan bayi di kota mama.

Begitulah caraku mengurangi stretch mark putih yang ada di bagian paha. Yuk halau stretch mark kehamilan dengan duet efektif Mama's Choice strech mark serum dan stretch mark cream. Jangan sampai terlambat dan menyesal dengan bekas stretch mark yang susah hilang sepertiku ya, Mama.

Share:

Bidet Seat Untuk Kamar Mandi Menawan

Daftar isi [Tampil]

Manual bidet seat toilet merupakan tempat yang wajib ada di sebuah kamar mandi rumah. Bidet seat dapat digunakan untuk segala umur, baik balita, dewasa, bahkan manula. Manual bidet seat dikembangkan untuk membantu segala kenyamanan pemilik rumah untuk berada di kamar mandi. Selain itu, pemilihan bidet seat yang tepat bisa membuat kamar mandi terasa mewah seperti hotel berbintang.

Manual Bidet Seat

Kelengkapan yang ada di dalam toilet juga harus ada untuk bisa menjaga kenyamanan dan menjalankan bersih badan serta kebersihan yang lain. Perlengkapan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna toilet. Penataan yang rapi pasti akan membuat toilet lebih terlihat bersih, nyaman, bahkan mewah. simak beberapa penjelasan mengenai perlengkapan wajib di kamar mandi.

Perlengkapan Wajib Di Kamar Mandi

Berikut ini beberapa perlengkapan yang wajib ada di dalam maupun sekitar kamar mandi. Tentunya quick manual bidet seat merupakan salah satu perlengkapan kamar mandi yang wajib ada. Biasanya posisi bidet berada sejajar dengan kloset atau wastafel. Selain itu, ada lagi beberapa perlengkapan kamar mandi yang juga wajib ada.

Kohler
Manual bidet seat (sumber: kohler.co.id)

1. Kloset

Kloset adalah peralatan mandi paling utama yang harus ada di setiap kamar mandi sebuah rumah. Kloset merupakan salah satu alat sanitari yang berfungsi sebagai tempat buang air kecil dan besar.

2. Rak handuk

Rak handuk juga jadi peralatan kamar mandi yang sangat penting. Selain digunakan untuk menggantung handuk yang akan dipakai setelah mandi, bisa juga untuk menggantungkan baju bersih atau baju kotor.


Manual Bidet Seat

3. Cermin

Memasang cermin di kamar mandi adalah hal wajar yang dapat memberikan aksen mewah, menambah dekorasi, hingga membuat kamar mandi tampak lebih luas. Selain itu juga berfungsi saat akan mencukur kumis bagi pria atau melakukan perawatan wajah bagi wanita.

4. Keset diluar kamar mandi

Keset juga jadi salah satu peralatan kamar mandi yang wajib ada di bagian luar pintu kamar mandi. Kaki yang basah setelah dari dalam toilet harus dikeringkan dulu dengan menginjak keset sebelum melangkah ke lantai rumah. Hal ini membuat lantai rumah tidak ikut basah seperti lantai kamar mandi, sehingga lebih aman.

5. Tempat sampah

Fungsi utama tempat sampah di kamar mandi adalah untuk menjaga agar kamar mandi tetap bersih. Oleh karena itu, tempat sampah jadi salah satu hal penting yang ada di dalam kamar mandi.

Nah, kelima perlengkapan kamar mandi tersebut wajib ada di sekitar manual bidet seat agar kegiatan mandi dan lain-lainnya jadi terasa nyaman serta menyenangkan.

Di Indonesia sendiri, salah satu penyedia peralatan kamar mandi yang sudah teruji kualitasnya adalah Kohler Indonesia. Kunjungi website Kohler secara resmi untuk mengetahui informasi lainnya yang menjadi keunggulan setiap kualitas produk untuk kamar mandi. Jadikan Kohler sebagai solusi untuk menggunakan berbagai peralatan kamar mandi lainnya. Tunggu apalagi, segera buat permintaan beli anda hanya melalui kohler.


Share:

Membangun Personal Branding Lewat Blogging

Daftar isi [Tampil]

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Blogging tanpa personal branding rasanya seperti berkunjung ke suatu tempat tanpa nama, yang ketika pulang dari sana tak ada kesan yang terbawa, dan akan terlupa begitu saja" (Anggita Ramani)

Pada tahun 2005 silam, seorang pemuda yang baru saja lulus SMA punya ketertarikan dengan dunia investasi. Ketika masuk di dalam bangku kuliah, dia menyalurkan ketertarikannya tersebut dalam dunia blog. Ia hobi menulis segala bentuk pengetahuan tentang ekonomi dan finansial. Selain itu, pemuda itu serta beberapa temannya juga bekerja sama untuk jadi perencana keuangan dan investor.

Ani Berta

Setelah 10 tahun berkutat dalam dunia literasi finansial yang ada di masyarakat Indonesia, pemuda ini pun membangun sebuah website bernama diskartes.com  sebagai rujukan investasi pasar modal, teknologi blockchain, maupun analisis perekonomian Indonesia. Mungkin sudah ada yang paham siapa pemuda yang saya ceritakan dari awal ketika nama website diskartes.com disebut. Ya, pemuda itu bernama Andhika Diskartes. 

Cerita di atas merupakan salah satu bentuk personal branding melalui blogging yang dicontohkan oleh Ani Berta saat mengisi kuliah singkat yang diselenggarakan oleh Mom Academy. Andhika Diskartes ini sadar akan kemampuan, ketertarikan, serta kelebihan yang ia miliki di bidang ekonomi dan finansial, sehingga ia pun membangun personal branding melalui hal tersebut. Hal ini menjadikan Andhika Diskartes mudah diingat dengan kata kunci ekonomi dan finansial.

Sebenarnya apa sih personal branding itu dan bagaimana kaitannya dengan dunia blogging? Mengapa perlu menciptakan personal branding? Berikut penjelasan dari Ani Berta yang sudah saya rangkum sedemikian rupa ditambah dengan beberapa sumber lain terkait untuk lebih mempertajam ulasan.


Pentingnya Personal Branding

Di era digital saat ini, tak bisa dipungkiri bahwa personal branding di dunia blogging jadi hal wajib yang harus dilakukan seorang blogger agar mudah dikenali oleh pembaca bahkan brand. Personal branding sudah jadi hak milik semua orang, bukan lagi para tokoh tertentu atau artis. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk menunjukkan keunikan atau ciri khas yang ada di dalam dirinya.

Personal branding merupakan salah satu upaya memperkuat nilai pada setiap individu secara alami, tanpa dibuat-buat, dan dilakukan dengan tingkah laku yang baik. Hal ini kemudian akan membentuk satu karakter yang menjadi ciri khas seseorang, ditambah lagi dengan skill di bidang tertentu yang tentunya bermanfaat bagi orang lain" (Ani Berta).

Nyaman, jujur, dan tidak dibuat-buat adalah kunci yang diberikan oleh Ani Berta untuk personal branding karena menurutnya aktualisasi diri juga harus otentik. Misalkan saja saya seorang lulusan sarjana kimia yang suka mendalami perihal parenting, maka blog saya lebih dominan membahas sains dan parenting. Saya berusaha konsisten menulis konten di bidang tersebut tanpa harus terbebani hal lainnya yang tidak bisa saya lakukan.


Langkah Dasar Membangun Personal Branding

Saat ingin membangun personal branding lewat blogging, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh blogger. Ani Berta menjelaskan beberapa langkah dasar dalam membangun personal branding yang kuat pada diri tiap masing-masing individu seperti karakter, value, skill, dan attitude.

Anggita Ramani

Karakter Kuat

"It's my dream, mas! Not hers!!"

Sebagian besar pembaca, terutama ibu-ibu pastinya paham betul kalimat khas milik siapa itu. Ya, betul! Itu adalah kalimat viral tokoh Kinan dalam web series Layangan Putus, dengan karakter kuat seorang istri yang sedang berontak ketika tahu suaminya selingkuh. Karakter yang kuat akan mudah dikenali dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang mengenalinya. 

Karakter pada tiap individu harus diperkuat untuk memberikan pondasi yang solid bagaimana seseorang mengambil keputusan di dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang tanpa karakter yang kuat, akan mudah dilupakan karena jarang meninggalkan kesan. Oleh karena itu, pembentukan karakter yang kuat bagi individu itu penting dalam membangun personal branding.

Sebagai blogger, menurut saya pribadi juga penting untuk menguatkan karakter entah itu dalam bentuk gaya tulisan atau niche blog. Tengok saja blogger yang menurut saya punya karakter kuat dalam hal gaya tulisan story telling, yaitu Deddy Huang. Beliau membranding diri lewat gaya tulisan story telling dengan sisi humanis yang begitu kuat, sehingga mudah diingat bagi pembacanya.

Value

Saat masih duduk di bangku kuliah beberapa tahun silam, saya pernah didelegasikan oleh dosen pembimbing untuk presentasi hasil penelitian di forum internasional. Awalnya saya menolak karena tidak yakin bisa membawakan hasil penelitian dalam bahasa inggris. Berbicara bahasa inggris sehari-hari saja belum lancar, apalagi harus berbicara hasil penelitian yang pastinya lebih banyak istilah ilmiah. Namun, dosen pembimbing tersebut terus meyakinkan bahwa saya sebenarnya punya kemampuan dan kapasitas untuk berbicara di forum internasional.

Saya bersyukur, berkat dopingan semangat serta rasa percaya diri dari dosen pembimbing, saya akhirnya bisa berbicara di forum internasional tersebut. Ya, meskipun dalam prakteknya memang masih perlu latihan untuk lancar berbicara dalam bahasa inggris. Dari pengalaman ini, banyak sekali value yang saya temukan dalam diri saya seperti: berani untuk mencoba hal baru, punya kemampuan public speaking, punya kemampuan menulis dalam bahasa inggris, dan punya rasa percaya diri yang tinggi. Berkat hal tersebut, saya mudah dipercaya dosen di kampus untuk berbicara di depan umum atau sekadar menulis jurnal penelitian.

Value atau nilai diri ini diperlukan dalam personal branding agar orang lain bisa memperoleh perhatian dari pihak lain serta keuntungan yang membuat diri kita berbeda dengan orang lain. Salah satu cara ampuh untuk menunjukkan value diri adalah dengan menulis blog. Sama halnya dengan Andhika Diskartes yang sadar betul value dirinya dalam dunia investasi dan berhasil melakukan branding diri lewat hal tersebut.

Skill

Value tanpa skill laksana mobil tanpa kunci. Punya tujuan, punya alat untuk mencapai tujuan itu, tapi tidak punya kunci, sehingga hanya bisa diam di tempat tanpa pernah sampai di tujuan. Skill adalah daya jual yang bisa kita berikan dalam personal branding. Kemampuan apa sih yang bisa ditunjukkan lewat blogging, sehingga orang lain bisa mengambil manfaat dari hal tersebut.

Sebagai blogger, daya jual apa sih yang bisa ditawarkan kepada pembaca? Gaya tulisan khas seperti Deddy Huang, foto menarik seperti Trinity (The Naked Traveler), atau keilmuan seperti Andhika Diskartes. Kemampuan khas tersebut yang jadi nilai jual para blogger kepada pembaca. Nah, setelah disuguhkan berbagai contoh para blogger yang sukses membangun personal branding, sudah menentukan skill apa yang dikuasai dan menjadi daya tarik blog tersendiri belum?

Attitude

Sudah punya karakter yang kuat, value, dan skill, belum lengkap kalau tidak punya attitude yang baik. Mau punya karakter, value, dan skill sehebat apa pun, kalau attitude nya nol, semuanya akan jadi nol juga. Lihat saja cerita para artis yang kebanyakan karirnya hancur saat attitude nya buruk di belakang kamera.

Bagi para blogger, attitude itu penting, terutama saat berhadapan dengan klien. Kalau klien kecewa dengan attitude kita, bisa jadi nama kita terkena blacklist, dan ditandai oleh semua brand sebagai blogger yang buruk. Rugi besar banget, kan? Semua value dan skill langsung dianggap nol ketika attitude kita juga nol. Bahkan, personal branding kita juga dianggap sebagai pencitraan dan sebuah kebohongan yang dibuat-buat. Waw! Sungguh besar banget ternyata dampak dari attitude ini terhadap personal branding.


Blogging, Salah Satu Jalan Personal Branding

"Emangnya masih ada ya, yang mau baca blog?"

Yes! Masih banyak banget! Apalagi dunia sedang memasuki era industri 4.0 yang lekat dengan dunia internet dan teknologi. Hampir sebagian besar penduduk dunia menggunakan internet untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Blog jadi salah satu wadah untuk menyimpan informasi tentang segala hal.

Profesi blogger atau content writer juga digadang-gadang akan jadi profesi yang menjanjikan di masa depan. Banyak blogger yang sudah sukses melakukan personal branding lewat blog.  Akan tetapi, harus ada value dan skill yang membedakan kita dengan blogger lain. Misalnya saja saya punya keahlian lain di bidang desain. Berangkat dari skill desain yang saya punya, tiap postingan blog saya selalu terkemas dengan desain infografis yang menarik. Pada akhirnya, saya telah membranding diri sebagai blogger yang tiap postingannya selalu punya desain infografis atau gambar yang menarik.


Tips Membangun Personal Branding Lewat Blogging

Bingung ingin memulai branding diri dari mana? Tenang, berikut ini adalah tips dari Ani Berta untuk memulai personal branding lewat blogging.

Anggita Ramani


Pemetaan Skill dan Value

Buat daftar serinci mungkin berbagai keahlian dan value diri yang dimiliki. Sebagai contoh saya memiliki skill: menulis feature, menulis novel, bahasa inggris oral dan written, desain canva, dan ilustrasi digital. Value yang saya miliki: lulusan kimia, rasa percaya diri tinggi, kemauan yang kuat, dan rasa ingin tahu yang besar.

Upgrade Skill

Setelah membuat daftar keahlian dan nilai diri, usahakan untuk mengasah kedua hal tersebut lewat sertifikasi, belajar pada ahlinya, atau mengambil short course agar lebih menguasai. Saat ini banyak sekali lembaga atau individu yang memberikan pelatihan tentang berbagai skill mulai dari yang gratis hingga berbayar.

Konsisten dengan Nama Akun Medsos

Usahakan konsisten dengan nama akun media sosial yang dimiliki atau minimal jangan gunakan nama alay karena nama akun media sosial mencerminkan tingkat profesionalitas pemilik akun. Nama akun di berbagai media sosial yang konsisten akan mempermudah orang lain mencari kita. Jangan lupa gunakan foto profil yang jelas agar kesan profesional makin terlihat.

Hindari Plagiarisme

Menurut Ani Berta, copy-paste di dunia blogging akan sangat merusak personal branding, bahkan bisa membuat nama blog kita jelek. Saat akan mengutip tulisan orang, harus tetap ditulis secara berbeda dengan arti yang sama. Dulu saat kuliah, pernah juga dibahas tentang plagiarisme, meskipun itu sudah mencantumkan sumber. Jadi tetap harus dirubah susunan kalimatnya dengan makna yang sama atau disebut dengan teknik parafrase.

Konsisten Menulis Sesuai Keahlian

Rutin menulis konten sesuai keahlian, minimal seminggu sekali. Lebih baik rutin menulis meskipun satu tulisan seminggu daripada sering menulis tapi tidak setiap minggu ada hasil tulisan. Sering menulis blog sesuai keahlian juga akan mempercepat personal branding.

Jaga Attitude Postingan di Blog

Tak hanya tingkah laku, tulisan di blog pun juga harus dijaga attitudenya. Jangan sering menulis hal kontroversi yang menggiring opini publik ke arah negatif atau menulis keluh kesah yang berlebihan. Boleh menulis tentang curhat, asalkan punya value yang bisa dijadikan pelajaran oleh orang lain.


Kesimpulan

Bagaimana kita dapat memperkenalkan diri kita ke orang lain lewat karakter, nilai diri, keahlian, dan attitude adalah bentuk personal branding yang aku tangkap dari penjelasan Ani Berta selama hampir dua jam. Personal branding tak hanya bisa dilakukan oleh tokoh atau artis, semua orang pun bisa asalkan punya kemampuan dan nilai diri yang kuat.

Melalui blogging, bisa dibangun personal branding yang akan membedakan kita dengan individu lain. Jujur, nyaman, dan konsisten dengan keahlian serta value yang ingin ditunjukkan adalah kunci personal branding yang sukses.


Sumber

Zoom Meeting Mom Academy "Personal Branding Melalui Blog", 16 Februari 2020

Ani Berta. 2020. Personal Branding Memberi Panggung untuk Semua. https://www.aniberta.com/2020/11/personal-branding-memberi-panggung-untuk-semua-orang.html . Diakses 19 Februari 2020.

Share:

Al-'uramah: Anak Aktif, Bekal Kecerdasan Saat Dewasa

Daftar isi [Tampil]

Assalamu'alaikum, Surabaya!

"Dek, Bunda capek," keluhku dari kejauhan ketika si kecil masih asyik bergerak kesana-kemari, memegang benda satu ke benda lainnya, hingga mengeluarkan semua peralatan dapur ke halaman belakang.

Kepalaku sedikit pusing akibat berlarian di bawah terik matahari. Ditambah lagi cuaca kota Surabaya sedang panas-panasnya bak gurun Sahara. Belum sampai lima menit aku duduk, aku harus kembali mengerahkan energi untuk berlari sekencang-kencangnya. Hampir saja tangan mungilnya menyentuh knalpot panas motor anak kos belakang rumah.

"SubhanAllah, Dek," suaraku agak meninggi, hampir membentak, tapi sedikit tertahan, "main yang lain aja, ya?"

Anggita Ramani

Si kecil pun kembali berlari dengan riang, meninggalkanku yang masih berdiri sambil beristighfar panjang. Ingin rasanya berteriak kencang, tapi sisa energi dalam tubuh sudah hilang, terkuras habis oleh gerak aktif si kecil yang semakin hari semakin menantang.

Ada rasa syukur yang mendalam ketika diberi amanah anak yang super aktif dengan segudang akal yang rasanya tak pernah habis. Bersamaan dengan itu, tumbuh juga rasa khawatir ketika melihat beberapa anak lain tumbuh tanpa banyak gerak, penurut, dan cenderung duduk diam saat diajari. Sementara si kecilku tidak seperti itu.

Ia cenderung tidak bisa diam. Tubuhnya selalu bergerak aktif, lincah, dan rasa penasarannya sangat tinggi terhadap apa pun yang ada di sekitarnya. Daun yang bergerak, semut yang berjalan, sampai membongkar mainan adalah hal yang ia sukai. Duduk diam saat diajari adalah suatu kemustahilan bagi si kecil.

Selain rasa khawatir, terbesit pula rasa takut kalau anakku akan di cap "anak nakal" oleh gurunya kelak akibat tidak bisa diam, seperti yang dialami oleh sepupuku dulu. Padahal, menurutku dia tidak nakal, hanya saja memang tidak bisa diam dan hobi membongkar barang. Buktinya dia selalu menurut apa nasihatku, tapi memang dia membangkang pada siapa pun yang menyebut dia "nakal". Ditambah lagi, stigma masyarakat terhadap anak yang super aktif saat itu selalu dikaitkan dengan "calon anak nakal". Satu hal lagi yang membuatku sedikit sedih adalah  branding "anak nakal" yang disematkan oleh gurunya dulu melekat erat sampai sekarang.

Keresahanku semakin menjadi, ketika semakin hari si kecil makin sulit diatur. Bibit-bibit jiwa bebasnya mulai terlihat. Otak rasanya mau meledak saat memikirkan kegiatan atau permainan apa yang bisa membuatnya diam. Hingga suatu ketika saat berselancar di dunia maya untuk menemukan cara menghadapi anak aktif, ada satu kata yang aku temukan, dan berhubungan dengan segala keresahan serta kondisi anakku saat ini.

"Al-'uramah"

Sebuah kata, bagian dari pesan Nabi Muhammad SAW tentang anak lincah atau aktif, yang bisa jadi bekal kecerdasan anak di masa depan. Memang, ya, kalau sudah apa kata Nabi Muhammad SAW, rasanya hati langsung adem ayem. Segala rasa takut, khawatir, dan resah rasanya langsung berkurang, berganti dengan semangat untuk membersamai si kecil kembali.

Berkaca pada kasus sepupuku yang menurutku pribadi sebenarnya dia bisa tumbuh jadi anak cerdas jika dulu tak ada yang mematikan bibit cerdasnya dengan kata "anak nakal", penting sekali bagi orang tua untuk memahami fitrah anak kecil yang memang lincah dan bagaimana cara menyikapinya. Jangan sampai ada lagi guru atau orang tua lain yang mematikan bibit cerdas seorang anak kecil. Semoga dengan tulisan ini, stigma masyarakat tentang anak aktif = anak nakal bisa berkurang.


Anak Kecil yang Aktif

Saat menulis ini, memoriku bergerak mundur ke masa belasan tahun yang lalu saat aku tumbuh besar bersama sepupuku. Dia anak yang banyak gerak, tidak bisa diam, dan hobi membongkar apa pun. Sepeda, lemari, mainan, atau apa pun pasti dibongkarnya jadi sesuatu yang baru sesuai imajinasinya. Contohnya saja, sepeda roda tiga miliknya disulapnya menyerupai gerobak es serut. Pedal sepeda jadi tuas untuk memutar roda yang dibayangkannya sebagai mesin es serut. Aku pun turut masuk dalam permainan peran antara pembeli dan penjual es campur yang ia ciptakan. Masa kecil kami memang bahagia sekali saat itu, meskipun banyak orang yang melabeli sepupuku dengan sebutan anak nakal karena keaktifannya.

Hanya aku yang sabar bermain dengannya meskipun kadang tak jarang ia membuatku menangis karena tingkahnya. Beberapa teman kadang menjauhinya, jadi ia lebih suka bermain denganku. Sampai sekarang pun dia sangat dekat denganku. Kadang, ada sedikit rasa iba jika mengingat bagaimana orang sekitar memperlakukannya dulu dengan stigma bahwa anak aktif cenderung jadi anak nakal di masa dewasa nanti.


Stigma Masyarakat Indonesia

Sampai saat ini pun, stigma masyarakat Indonesia terhadap anak kecil yang aktif sebagian besar masih mengarah kepada calon anak nakal. Ada satu kasus menarik dalam sebuah forum parenting di komunitasku yang membuat emosi turut memuncak saat dia menceritakan bagaimana guru di sekolahnya melabeli anaknya sebagai anak nakal. Bahkan dia juga mengajak seisi kelas untuk melabeli si anak sebagai anak nakal.

Si anak ini memang anak aktif yang mungkin belum punya cara untuk mengontrol emosi maupun tindakan. Suatu ketika, seorang murid mengadukan anak ini kepada gurunya karena telah memukulnya. Nah, guru ini bukannya mencari titik tengah dengan menanyakan baik-baik alasan si anak memukul temannya, tapi dia langsung melabeli anak ini dengan "anak nakal", lalu memanggil si Ibu ke sekolah. Ibunda dari si anak ini pun bertanya kepada guru, "kenapa tak ditanya dulu, bu, alasan dia memukul?"

Jawaban si guru cukup sederhana, "anak ibu ini nakal lo. Tanya saja dengan teman sekelasnya."

Si Ibu ini akhirnya mengalah dengan memindahkan si anak ke sekolah yang sesuai dengan visi dan misinya. Keputusan yang bagus menurutku, daripada si anak ini nantinya juga bakal mati kecerdasannya seperti sepupuku. Ditambah lagi, menurut praktisi hipnoterapi, Moh. Imron Rosyadi, CHt, menerima labeling "nakal" sejak dini bisa berakibat fatal bagi masa depan si anak. Alam bawah sadar si anak akan merekam labeling tersebut dengan kuat, sehingga si anak merasa dirinya memang benar-benar nakal, dan suatu saat dia akan tumbuh jadi anak nakal yang sebenarnya.

Setelah bercerita tentang kasus tersebut, bangkit lagi salah satu memoriku tentang kisah Totto-chan (bisa baca di sini) yang juga dikeluarkan dari sekolah karena tingkahnya yang banyak serta suka "aneh-aneh" menurut gurunya. Sang Ibu juga berakhir dengan memindahkan Totto-chan ke sekolah lain yang bisa menerima kecerdasan Totto-chan. And you know what? Dari sekolah terakhir yang mau menerima Totto-chan, dia tumbuh jadi gadis cerdas dan bahkan di masa dewasa dia jadi duta UNICEF. Teman satu kelasnya juga banyak yang jadi orang-orang hebat seperti ilmuwan dunia, dan lain-lain.


Pandangan Psikologi

Berdasarkan pandangan dari dunia psikologi, anak aktif belum tentu anak nakal. Justru biasanya ciri anak cerdas ada di dalam anak aktif yang dianggap nakal. Akan tetapi, memang ada beberapa kondisi khusus yang menyebabkan anak aktif itu berperilaku seakan-akan seperti anak nakal jika tak mengetahui penanganannya secara tepat. Kondisi khusus anak aktif tersebut adalah hiperaktif, ADHD (Attention Deficit Hyperactivy Disorder), ASD (Autistic Spectrum Disorder), SPD (Sensory Processing Disorder), dan SAD (Separation Anxiety Disorder) (Alexandra Gabriella A., M.Psi, CHt dalam wawancara dengan Popmama).

Sebagai contoh pada kondisi anak hiperaktif dan ADHD. Secara singkat, Psikologi Klinik Tumbuh Kembang Anak, Siti Sa’diah Syam, S. Psi, M.Psi, Psikolog, menjelaskan bahwa hiperaktif merupakan kondisi di mana anak menjadi cenderung lebih aktif dari biasanya, cenderung impulsif dan mudah teralihkan terhadap sesuatu. Hampir mirip dengan hiperaktif, ADHD disebabkan oleh gangguan neurodevelopmental pada otak. Akibatnya, anak jadi sulit untuk fokus, impulsif, dan hiperaktif. Perlu diingat juga untuk menentukan apakah anak termasuk anak aktif dengan kondisi khusus tersebut atau tidak, memerlukan diagnosa dari ahli, jadi tidak boleh self diagnose


Al-'Uramah, Anak Aktif Menurut Pandangan Nabi

Dalam buku Saat Berharga untuk Anak Kita karya Mohammad Fauzil Adhim, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan:

"Al- 'uramah seorang anak pada waktu kecil," kata Nabi Muhammad SAW, "akan menambah kecerdasannya di masa dewasa." (H.R. Tirmidzi)

Al-'uramah meliputi kelincahan, semangat bergerak, dan dorongan rasa ingin tahu yang sangat kuat, sehingga anak nyaris tidak pernah diam (Saat Berharga untuk Anak Kita hal. 35). Ketika anak-anak berlarian kesana-kemari, melompat-lompat, berteriak girang, atau bahkan suka memanjat tangga, itulah yang disebut Nabi sebagai Al-'uramah anak.

Anggita Ramani


Fitrah Anak Kecil yang Aktif

Ada beberapa pendapat mengenai Al-'uramah karena masih dianggap sebagai hadits daif. Namun, banyak para ulama ahli parenting islam yang mencoba untuk menjelaskan Al-'uramah ini berdasarkan fitrah kebanyakan anak kecil yang senang bermain dan bergerak aktif.

Dijelaskan oleh Muhammad Baqir al-Majlisi  dalam Miratul Uqul fi Syarh Akhbari Ali al-Nabi,  maksud dari keaktifan anak kecil adalah anak kecil yang cenderung senang bermain-main dan itu bisa mengasah kecerdasan anak. Anak kecil yang suka bergerak, penasaran terhadap sesuatu suka memanjat, atau membongkar sesuatu, cenderung tumbuh menjadi pribadi cerdas. Hal itu disebabkan karena dari hal-hal tersebut, anak banyak belajar secara tidak langsung.


Bekal Kecerdasan Anak Saat Dewasa

Selaras dengan pesan Nabi dan pernyataan ulama tersebut, sebuah penelitian di Columbia pada tahun 2010 oleh Charles Basch, menyebutkan bahwa kegiatan anak di luar ruangan seperti olahraga atau bergerak aktif, bisa menjaga aliran darah agar mengalir secara optimal ke seluruh tubuh. Hal ini tidak hanya memberi otak oksigen yang cukup untuk fungsi yang dioptimalkan, tetapi juga mendorong pertumbuhan sel otak anak. Penelitian ini secara tidak langsung "mengiyakan" pendapat Nabi Muhammad SAW dan ulama bahwa Al-'uramah bisa menambah kecerdasan anak ketika dewasa nanti.

Menurut penelitian tersebut (Basch, 2010), peningkatan aktivitas fisik pada anak juga meningkatkan aliran darah, pertumbuhan sel, ukuran otak, dan kecepatan sinyal. Hal tersebut dapat memicu otak untuk mempertajam konsentrasi, mengontrol perilaku, serta pemrosesan informasi, dan memori yang lebih baik. Dalam arti lain, anak kecil yang bergerak aktif selama masih sesuai dengan porsinya, bisa meningkatkan perkembangan otak anak.


Sikap Orang Tua Menghadapi Al-'uramah Anak

Di masa Al-'uramah anak, akan ada banyak adegan teriakan anak yang kadang membuat telinga sakit, bahkan menyulut emosi. Akan ada banyak rasa lelah untuk mengembalikan semua benda yang diporak-porandakan anak, hingga tak jarang amarah siap meledak sewaktu-waktu. Akan ada banyak rasa kesal saat anak tak mau diam, sementara banyak pekerjaan yang terbengkalai karena itu.

Semuanya wajar karena aku sendiri sering mengalami hal itu sebagai manusia biasa. Akan tetapi, satu hal yang tak boleh dilakukan adalah jangan sampai teriakan, kata kasar, atau pukulan dari kita membuat bibit-bibit kecerdasannya mati sebelum berbunga. Astaghfirullahaladzim.

Beberapa cara berikut pernah aku gunakan untuk menyikapi Al-'uramah dari si kecil:

1. Sabar, sabar, dan sabar. Ingat-ingat kembali bagaimana dulu begitu menginginkan si kecil hadir di antara kehidupan pernikahan.

2. Beri ruang si kecil untuk berekspresi dan melampiaskan rasa penasarannya. Misalkan saja si kecil sedang senang eksplorasi dengan busa sabun. Maka, sediakan satu bak air dan beri sabun untuk menimbulkan busa. Biarkan ia main sampai puas, sampai tidak penasaran lagi. Setelah itu, angkat dan tiriskan si kecil.

3. Fasilitasi si kecil dengan permainan yang membutuhkan banyak gerak dan dilakukan di luar rumah ketika cerah. Sebagai contoh main lempar tangkap bola atau main semprotan air.

4. Setiap kesal atau rasanya ingin meledak, tahan napas 7 detik di bawah perut, lalu hembuskan perlahan. Setelah itu istighfar berkali-kali sampai tenang.


Kesimpulan

Sesuai pesan Nabi Muhammad SAW tentang Al-'uramah anak yang dipercaya bisa menambah kecerdasan saat dewasa nanti, tentunya bisa jadi angin segar bagi para orang tua yang selama ini khawatir anak aktifnya akan di labeli sebagai anak nakal. Bahkan sudah ada juga penelitian dari Charles Basch (2010) yang secara tidak langsung mendukung pernyataan tersebut dengan menyebutkan bahwa anak yang bergerak aktif atau melakukan olahraga ringan akan memiliki perkembangan otak lebih cepat dibandingkan anak pasif.

Sikap orang tua jadi sangat penting terkait Al-'uramah anak. Berteriak, memaki, atau memukul hanya akan mematikan bibit cerdas anak tersebut. Kuncinya hanya sabar, membersamai anak, serta memohon pertolongan Allah. Semoga bermanfaat dan bisa jadi bahan koreksi bersama dalam usaha membersamai anak.


Referensi

Adhim, M. F. (2009). Saat Berharga untuk Anak Kita. Yogyakarta: Pro-U Media

Basch, C. E. (2010). Healthier Students Are Better Learners: A Missing Link in School Reforms to Close the Achievement Gap.

Prasetyo, Dimas. (2019). Sebelum Dilabeli Anak 'Nakal', 5 Kondisi Psikologis Ini Perlu Dipahami. https://www.popmama.com/amp/kid/4-5-years-old/fx-dimas-prasetyo/sebelum-dilabeli-anak-nakal-kondisi-psikologis-ini-perlu-dipahami , diakses 14 Februari 2022.

Maghfiroh, Neneng. (2018). Kata Nabi, Anak yang Aktif adalah Anak yang Cerdas. https://bincangsyariah.com/khazanah/kata-nabi-anak-yang-aktif-adalah-anak-yang-cerdas/, diakses 15 Februari 2022.

Wawancara dengan narasumber Moh. Imron Rosyadi, CHt., praktisi hipnoterapi, 15 Februari 2022.


Share:

Kelas Persiapan KLIP: Memaknai Perempuan Berdaya dan Patahkan Stigma Beban Menulis

Daftar isi [Tampil]

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Jangan mau diam di tempat dan habis digerogoti stigma dangkal tak berakal dari sekitar. Terus berkembang dan jadi perempuan tangguh pembawa perubahan (Anggita Ramani).

Anggita Ramani

Sebagai seorang perempuan, istri, sekaligus ibu, kadang aku merasakan benturan ego di antara ketiga peran tersebut. Egoku sebagai perempuan yang punya prinsip berkarya dan berdaya, akan selalu melawan ego sebagai seorang istri dan ibu yang sibuk dengan segudang pekerjaan rumah. Alhasil, perang batin selalu meradang, membawa keresahan yang selalu menantang. Pada akhirnya timbul pertanyaan, "Kenapa jadi merasa terkekang? Pernikahan harusnya tidak mengekang atau membuat pelakunya merasa terkekang". Berarti ada benang merah yang masih hilang dalam diriku, sehingga ketiga peran tersebut jadi tidak sinkron.

Menurut Ibu Septi Peni Wulandani dalam Kelas Persiapan KLIP (Komunitas Literasi Ibu Profesional) mengatakan bahwa ciri perempuan berdaya itu tidak pernah menyalahkan sesuatu atau seseorang atas semua yang sudah dipilih. Duar!!! Rasanya seperti tertampar dengan keras. Selama ini, aku memang masih menimpakan kesalahan pada keadaan, misalnya saja "aku jadi nggak bisa nulis gara-gara anakku, nih". Nah, ternyata hal seperti itu salah besar. Keadaan, anak, atau apa pun bukanlah suatu penghalang bagi perempuan berdaya. Jika masih menyalahkan hal-hal tersebut atas apa yang tidak bisa dilakukan, artinya kita masih belum punya kendali penuh atas diri sendiri, masih belum berdaya sepenuhnya.

Selain memaknai bagaimana perempuan berdaya seharusnya, kelas persiapan KLIP juga membahas bagaimana mengalahkan stigma "menulis adalah beban", agar tak menyalahkan apa pun ketika belum bisa menulis. Aku masih ingat kata-kata Oka Rusmini dalam sebuah kelas menulis tentang bagaimana ia memaknai sebuah tulisan sebagai ruang berkarya dan berdaya bagi perempuan.

Menulis adalah ruang bagi perempuan untuk menuangkan segala keresahannya atas masalah yang belum selesai (Oka Rusmini).

Bagiku sendiri menulis awalnya aku gunakan sebagai ruang untuk self healing. Semua permasalahan yang belum selesai di dunia nyata, aku tulis sebagai bentuk refleksi dalam memaknai kehidupan. Namun, semakin ke depan, lama-lama menulis sendiri berubah jadi ruang  untuk berkarya dan berdaya sebagai ibu rumah tangga. Kelas persiapan KLIP kali ini membahas dua hal tentang perempuan berdaya dan free writing untuk patahkan stigma "menulis adalah beban" agar peran perempuan sebagai perempuan itu sendiri, istri, dan ibu jadi satu kesatuan yang utuh.


Perempuan Berdaya Dari Rumah untuk Dunia

Di luar sana banyak ibu yang masih mempertanyakan "apa yang bisa dilakukan seorang ibu yang ada di rumah selain mengurus rumah tangga?". Ibu rumah tangga sendiri selalu mendapat "cap" kalau pekerjaannya ya hanya masak, cuci baju, cuci piring, momong anak, dan segudang pekerjaan lainnya. Padahal, mohon maaf, ibu rumah tangga itu berbeda dengan asisten rumah tangga. Banyak hal yang bisa dilakukan ibu rumah tangga di rumah untuk sesama, bahkan dunia, selain hanya mengurus keluarga. Hanya saja, banyak para ibu yang belum bisa berdaya bahkan berkarya dari rumah hanya karena stigma melemahkan dari masyarakat.

Coba kita kembali sejenak ke zaman Rasulullah, dimana salah satu istri nabi Muhammad SAW, Aisyah R. A.  masih hidup. Beliau dikenal sebagai sosok perempuan cerdas yang mampu mengingat serta meriwayatkan ribuan hadits yang berguna untuk dunia, khususnya umat muslim. Sederhana, hanya dari rumah, tapi manfaatnya bisa sampai ke seluruh penjuru dunia. Nah, bagaimana sih agar sebagai perempuan di masa kini bisa berdaya sekaligus berkarya secara sederhana, tapi bermanfaat bagi dunia. Yuk, simak penjelasan dari Ibu Septi Peni Wulandani.


Definisi Perempuan Berdaya

Seorang perempuan dikatakan telah berdaya jika sudah memiliki 3 hal berikut di dalam dirinya:

Komunitas Literasi Ibu Profesional

1. Mampu memahami diri serta potensi

Hal pertama yang harus dipegang sebagai seorang perempuan adalah jati diri dan potensi. Kedua hal tersebut bisa membawa seorang perempuan lebih percaya diri dan tak mudah termakan stigma masyarakat sekitar. Misalnya saja cerita seorang Ibu Septi yang suka sekali bermain, lantas beliau mengenali diri dan memanfaatkan potensi itu sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Sebut saja Institut Ibu Profesional yang dibangun oleh Ibu Septi, identik dengan tema bermain serta berpetualang dalam setiap kegiatannya.

2. Mampu membawa dan menghadapi perubahan

Dunia akan terus berubah dengan segala macam perubahan di dalamnya. Tak hanya mahasiswa yang berfungsi sebagai agent of change, perempuan pun juga berfungsi sebagai changemaker. Bagaimana tidak, perempuan punya andil penting dalam karakter generasi masa depan, sebab pendidikan yang paling mempengaruhi karakter serta kecerdasan anak adalah pendidikan dari rumah. Jadi, sebagai perempuan pun juga harus peka terhadap dunia beserta perubahannya. 

3. Mampu berdaulat penuh atas dirinya

Perempuan berdaya selalu bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Suami berfungsi sebagai teman diskusi untuk membantu perempuan makin mantab terhadap pilihannya sendiri.


Makna Rumah bagi Perempuan

Rumah tak sekadar bangunan yang berfungsi untuk melindungi keluarga dari terik dan hujan. Bagi seorang perempuan, rumah bisa jadi tempat untuk belajar, tumbuh, dan berkarya. Dari rumah, perempuan bisa belajar untuk mengasah kreativitas dan imajinasi. Dari rumah pula, perempuan bisa tumbuh, lalu berkarya untuk menjawab tantangan dalam kehidupan. Seringnya, situasi dan kondisi rumah tak mendukung perempuan untuk belajar. Di saat itu, justru tantangan bagi perempuan untuk menciptakan sendiri situasi dan kondisi yang ia perlukan agar bisa belajar, tumbuh, dan berkarya. Tentunya dengan dukungan keluarga.

Namun, butuh proses agar rumah itu bisa jadi tempat belajar, tumbuh, dan berkarya bagi perempuan. Pemetaan potensi, ruang ekspresi, dan apresiasi adalah kunci dalam proses tersebut. Pemetaan potensi digunakan untuk menggali potensi apa saja yang ada, lalu memberikan ruang bebas ekspresi agar potensi perempuan muncul, dan sebuah apresiasi bagi pencapaian seorang perempuan.


Harta Karun dari Rumah untuk Dunia

Berangkat dari rumah, apa yang dilakukan perempuan berdaya bisa jadi harta karun untuk dunia. Tinggal bagaimana cara seorang perempuan untuk mengemas hasil belajar, tumbuh, dan berkarya dari rumah menjadi suatu harta karun.

Dimulai dari manajemen waktu, buatlah prioritas waktu untuk kegiatan yang bisa membuat bahagia, dan sedikit prioritas untuk kegiatan yang tidak membuat bahagia di rumah. Setelah itu, sediakan waktu untuk menjawab tantangan yang ada di rumah tersebut dalam sebuah solusi yang mungkin juga dibutuhkan orang lain.


Mengenal Free Writing, Rahasia Menulis Menyenangkan dan Tanpa Beban

Menulis adalah salah satu caraku menjadi berdaya dengan karya. Potensi diri ini sudah kukenal sejak kecil, namun baru terasah saat dewasa. Bagiku cukup menyenangkan ketika punya ruang sendiri untuk mengekspresikan apa yang sedang aku rasakan atau apa yang ingin aku bagi dalam sebuah tulisan, terlepas dari peran sebagai istri dan ibu.

Akan tetapi, kadang ada suatu masa ketika menulis terasa berat karena suatu kondisi seperti waktu, target pageview, kaidah SEO, dan lain-lain. Bagi beberapa blogger pemula atau penulis yang baru saja memulai kiprahnya, hal-hal seperti itu bisa jadi penghalang sekaligus pematah semangat yang berujung dengan kegagalan dalam menulis. Nah, bagaimana caranya agar bisa mengubah beban itu jadi sesuatu yang menyenangkan dan tanpa beban?

Pada kelas persiapan KLIP kali ini, Ibu Shanty Dewi Arifin telah membagi teknik menulis free writing yang menyenangkan dan tanpa beban. Pastinya penasaran, kan?Yuk, mari disimak penjelasannya!


Patahkan Stigma "Menulis itu Beban"

Sebelum masuk ke teori tentang teknik menulis free writing, alangkah baiknya patahkan dulu stigma bahwa menulis itu beban. Coba tuliskan kira-kira apa saja yang membuat beban saat menulis. Misalnya saja waktu dan pengembangan ide, lalu ubah beban tersebut jadi tantangan seperti yang sudah diajarkan oleh Ibu Septi. Setelah itu cari solusi dari tantangan tersebut. Misalkan saja, aku selalu menyediakan waktu menulis sekitar 15 menit setelah sholat subuh, 30 menit setelah anam tidur siang, dan sepuasnya setelah anak tidur di malam hari


Free Writing

Prinsip dasar free writing adalah menulis 15 menit setiap hari, tulis dengan cepat, tidak dibaca orang lain, dan abaikan aturan menulis dulu.

Komunitas Literasi Ibu Profesional

1. Menulis 15 menit per hari

Mulai biasakan menulis apapun selama 15 menit per hari. Jangan pedulikan apapun, tulis apa saja yang muncul di pikiran. Entah itu keresahan akan suatu masalah, apa yang sedang dirasakan saat itu, rasa bahagia akan apa yang terjadi hari itu, dan lain-lain. Setelah itu, baca kembali dan simpan tulisan.

2. Menulis cepat

Selama 15 menit menulis, fokus pada satu ide dan tulislah apapun yang muncul di pikiran tanpa takut, meskipun tulisan banyak typo, dan terkesan lompat-lompat. Tujuannya agar kita fokus menulis tanpa terdistraksi beban pekerjaan lain.

3. Tidak dibaca orang lain

Sebaiknya simpan dulu tulisan sebelum diperlihatkan ke orang lain agar tak terbebani dengan pikiran tulisan harus menarik saat dibaca orang lain. Tak apa jika harus disimpan dulu karena nanti suatu saat tulisan itu bisa diolah kembali untuk ditunjukkan pada dunia.

4. Tanpa aturan

Menulislah secara liar, tanpa peduli kaidah penulisan, kata baku, ejaan, dan lain sebagainya. Fokus di sini adalah membiasakan kita untuk menuangkan ide serta pengembangannya ke dalam bentuk tulisan.


Free writing juga memiliki beberapa kegunaan seperti mengenali diri, mengembangkan draft, latihan menulis, ketenangan jiwa, brainstorming ide, dan mengatasi writer block. Kita akan lebih mengenal apa sih jenis tulisan yang lebih kita suka, sarana self-healing, dan melatih kita untuk lebih membebaskan pikiran dalam tulisan. Jadi, menulis lebih terasa menenangkan daripada menegangkan.


Praktek Free Writing

Dimulai dengan konsisten menulis minimal 15 menit per hari, praktek dalam teknik free writing bisa dilakukan dengan cara berikut:

1. Tentukan target, serta sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Misalkan saja target menulis adalah buku fisik, blog dengan niche khusus, dan lain-lain.

2. Buat perencanaan menulis selama 99 hari atau 14 minggu untuk mencapai target pada poin pertama.

3. Mulai eksekusi dengan waktu menulis bertahap mulai dari 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan seterusnya sesuai kemampuan.

4. Mulai menulis perlahan dan bertahap dari jumlah kata 300, 500, 700, dan seterusnya. Tidak usah terburu-buru, tapi pelan-pelan saja sesuai kemampuan. Terlalu bernafsu malah akhirnya kembali lagi ke awal stigma bahwa menulis itu beban.

5. Simpan tulisan untuk diri sendiri dulu. Setelah siap dan percaya diri, baru bagikan ke media sosial sebagai sarana untuk berbagi, tumbuh, dan berkembang.


Tips Free Writing

1. Terlihat

Usahakan sarana untuk menulis mudah terlihat oleh kita. Jika sarana menulisnya kertas atau buku, letakkan di tempat yang sering kita lewati. Jika sarana menulisnya aplikasi di smartphone, letakkan aplikasi di layar utama.

2. Mudah

Lakukan dengan cara yang paling mudah dan tidak memicu stress. Tulis di sarana yang paling mudah digunakan serta sesuai kemampuan.

3. Menarik

Gunakan pikiran positif untuk menjadikan kegiatan menulis itu menarik dan menyenangkan. Usahakan jangan terlalu memikirkan hal teknis terlebih dahulu. Pengalamanku kalau terlalu fokus dengan hal teknis seperti kaidah SEO, kode html, tampilan blog, dll., malah tidak akan pernah memulai untuk menulis.

4. Memuaskan

Jangan lupa untuk memberi apresiasi kecil pada diri setelah bisa mencapai target menulis. Pencapaian besar biasanya dimulai dari hal-hal kecil sesederhana mengapresiasi diri sendiri.


Penutup

Kelas persiapan KLIP telah membuka wawasan baru tentang bagaimana mengikat makna jadi seorang perempuan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dari peran sebagai istri dan ibu. Menulis pun juga tak terpisahkan sebagai refleksi diri bagaimana seorang perempuan bisa berdaya dan berkarya dari rumah untuk dunia. 
Share:

I am Sarahza: Mulai Sudut Pandang Unik Ruh Sarahza Hingga Pelajaran Hidup

Daftar isi [Tampil]

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Manusia bilang di mana ada kehidupan, di situ ada harapan. Tapi bagiku, ruh yang telah dinasibkan di Lauhul Mahfuz, selama manusia memelihara harapan maka aku akan selalu hidup. (Novel I am Sarahza)

Review novel Sarahza

Detak jantungku sempat melemah beberapa kali. Namun, sosok cahaya putih yang selama ini menemaniku di alam rahim, tetap menggenggam erat kedua tanganku. Lagi-lagi, ada kekuatan lain yang membuat jantungku kembali berdetak.

Aku mulai menggerakkan kaki dan tanganku. Samar-samar aku bisa mendengar suara yang biasanya selalu kudengar setiap hari. Aku tak mengerti, tapi aku selalu bisa merasa tenang dan damai.

Cahaya putih itu masih menggenggam tanganku hingga seberkas cahaya putih lain mulai terlihat olehku. Tak lama kemudian, genggaman cahaya putih itu mulai terlepas dari tanganku.

Sesaat sebelum benar-benar melepas tanganku, cahaya putih itu mengingatkanku tentang janji suci kepada Allah yang telah kuucapkan. Janji suci agar selalu beriman kepadaNya. Setelah itu, sosok cahaya putih yang juga disebut dengan malaikat alam rahim itu pergi. Badanku pun terangkat ke arah cahaya putih lain dan aku menangis sangat keras. 

Hari ini, tepat di malam nisfu sya'ban, aku dilahirkan ke dunia. Kucoba untuk menatap sekeliling, tapi penglihatanku belum sempurna. Aku hanya bisa mendengar sebuah suara lemah yang sangat kukenal, "Assalamu'alaikum, sayang". Tak lama kemudian, aku kembali mendengar suara adzan merdu dari suara lain yang juga sudah kukenal. Akhirnya aku bertemu dengan penjagaku di dunia, yang selama ini hanya bisa aku lihat dari Lauhul Mahfuz. Assalamu'alaikum, Ayah, Bunda.

(Cerita di atas ditulis berdasarkan kondisi persalinan "dadakanku" saat itu, sekaligus terinspirasi dari novel " I am Sarahza")

Novel I am Sarahza ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, yang juga pengarang novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Secara singkat, novel ini menceritakan perjuangan Hanum dan Rangga memperoleh keturunan selama 11 tahun. Sepintas seperti cerita klise karena di dunia ini pasti banyak yang punya cerita sama, bahkan lebih dari perjuangan mereka.

Akan tetapi, aku tidak sedang mengadu nasib tentang siapa yang paling hebat dalam perjuangan untuk memiliki keturunan. Novel ini berbeda dari sudut pandang secara umum karena memiliki 3 sudut pandang, yaitu sudut pandang Hanum, Rangga, dan ruh Sarahza. Nah, sudut pandang dari ruh Sarahza inilah yang membuat novel ini berbeda dan mengingatkanku akan kebesaran Allah dalam penciptaan manusia di dalam agamaku (baca: Islam). Selain itu, banyak sekali pelajaran hidup serta pelajaran spiritual yang bisa diambil dari novel ini.


Mengenal Alam Ruh

Sudut pandang Sarahza sebagai ruh calon anak Hanum dan Rangga yang hidup di alam ruh, membuat pembaca turut masuk ke dalam suasana alam ruh. Ruh Sarahza diceritakan dapat melihat segala sesuatu yang dilakukan calon Ayah dan Ibunya dari alam Ruh.

Di dalam ajaran Islam sendiri, Allah SWT telah menciptakan ruh manusia yang dikumpulkan di dalam suatu alam ruh. Allah SWT kemudian akan memerintahkan malaikat Al-Arham untuk meniupkan ruh manusia ke rahim calon ibu ketika berusia 120 hari (HR. Bukhari dan Muslim). Bersamaan dengan itu, Allah SWT juga sertakan takdir rezeki, jodoh, hingga kematian pada si janin.


Perjanjian Suci Ruh dengan Allah

Masih berhubungan dengan alam ruh. Sebenarnya, saat di alam ruh, kita sudah pernah melakukan perjanjian suci dengan Allah SWT untuk selalu beriman kepada-Nya. Perjanjian tersebut abadi dalam Al-Qur'an surah Al A'raf ayat 172.

Dan ingatlah ketika tuhanmu mengeluarkan dari sulbi tulang belakang anak cucu Adam keturunan mereka adalah mengambil kesaksian terhadap roh mereka seraya berfirman "Bukankah Aku ini tuhanmu mereka menjawab betul engkau Tuhan kami kami bersaksi.... (QS Al-A'raf:172)

Ada yang ingat? Tentu saja tidak, sebab sudah fitrah manusia itu makhluk pelupa. Detik saat kita lahir ke dunia itulah, ingatan kita sirna oleh alam dunia. Nanti, Allah akan buka semua ingatan manusia saat berada di pengadilan tertinggiNya, yaitu setelah kiamat.


Man Propose, God Dispose

Manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhan yang punya hak untuk mengabulkan atau tidak. Sama dengan alur cerita hidup Hanum Salsabiela Rais. Beliau sangat menginginkan keturunan, tapi Allah baru mengabulkan setelah 11 tahun mereka berjuang.

Tak tanggung-tanggung usaha mereka, mulai dari dokter terkenal di luar negeri yang dipercaya paling ahli dalam hal kesuburan pasangan sampai akhirnya jodoh dokter mereka ada di sebuah klinik di Surabaya. Sebagai pembaca sekaligus wanita, rasanya hati ini ikut sakit sampai memuncak di fase saat Hanum "menantang Tuhan". Luar biasa mengacak-acak semua emosiku, hingga air mata turut mengucur deras.


Perjuangan Seorang Ayah

Satu hal yang membuat novel ini berbeda dari cerita kebanyakan adalah perjuangan seorang Amien Rais dalam menguatkan hati putrinya, serta perjuangan turut serta dalam proses bayi tabung Hanum dan Rangga. Emosional sekali saat beliau dan istrinya rela mengantri di klinik tersebut untuk menanyakan perihal anaknya, hingga istrinya terkena cerebral palsy akibat terlalu lama mengantri di bawah ruang AC.

Aku pribadi juga kagum tentang bagaimana Amien Rais selalu menekankan Hanum hanya Allah penolong segala makhluk. Bahkan, di saat Hanum "marah" kepada Allah, Amien Rais tetap menuntun anaknya agar tak kufur nikmat dan selalu mengingat Allah.


Harta Bukanlah Segalanya

Sebagai manusia biasa, aku kembali diingatkan lewat novel I am Sarahza bahwa harta bukanlah segalanya, terlepas banyak hal yang memang perlu harta. Satu hal yang membuatku tersentil adalah saat Hanum mengatakan rela menukar segala harta, popularitas novel, dan segalanya demi keturunan. It's so sad, padahal banyak orang yang menginginkan harta serta kesuksesan seperti Hanum.


Kenapa Bayi Menangis saat Dilahirkan

Hal unik lain yang aku temukan saat membaca novel Sarahza adalah alasan dibalik kenapa bayi selalu menangis saat dilahirkan, selain jawaban "sudah dari sananya". Jadi, saat bayi akan lahir ke dunia, malaikat rahim yang selama ini menemani di alam rahim akan "melepaskan" kedua tangan janin, lalu mengingatkan sekali lagi janji suci yang sudah diucapkan ruh tersebut di alam ruh. Di saat itulah, janin merasa takut akan hidup di dunia baru, dunia yang tak mereka tahu akankah sama seperti saat berada di alam ruh. Ketika janin sudah keluar di alam dunia, di saat itulah ingatan akan alam ruh serta perjanjian suci hilang, dan menangislah bayi mungil yang masih suci dari dosa.


Impresiku

"Merinding, terharu luar biasa, dan serius novel ini wajib dibeli", itulah impresiku tentang novel I am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Tak hanya pelajaran hidup, banyak banget siraman rohani dalam novel ini yang disajikan tanpa kesan menggurui. Banyak juga kisah-kisah yang diambil dalam Al-Qur'an, membuatku ingin mendalami agama lagi secara mendalam. Aku pribadi juga mengungkapkan terima kasih kepada mba Hanum dan suami yang berani untuk menghadirkan kisah perjuangan mereka. Semoga bermanfaat bagi umat dan menjadi alam jariyah bagi mereka. Aamiin. 


Share:

Tips Membuat HRD Terkesan Lewat Surat Lamaran Pekerjaan

Daftar isi [Tampil]

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Ibarat sebuah pesawat terbang, pilot adalah kunci utama sebuah pesawat dapat terbang dan mencapai tujuan. Tanpa seorang pilot, semenarik apa pun isi dan fasilitas di dalam pesawat, tak akan pernah sampai pada tujuan. Begitu pula dengan melamar kerja, surat lamaran adalah kunci utama pengantar lamaran kerja bisa sampai ke HRD sebuah perusahaan. Tanpa surat lamaran kerja, semenarik apa pun pengalaman atau skill yang dimiliki oleh pelamar kerja, tak akan pernah sampai di suatu perusahaan karena dianggap tak punya etika.

Anggita Ramani

Pekerjaan yang sesuai kemampuan serta gaji yang mapan adalah impian setiap orang. Tak heran jika para job seeker, sebutan untuk para pelamar kerja, akan berlomba-lomba mencari pekerjaan impian mereka. Bahkan mereka tak segan untuk upgrade skill baru untuk menunjang demand dari perusahaan.

Akan tetapi, banyak dari para pelamar kerja itu kadang lupa terhadap hal kecil yang bisa menjegal mereka di depan pintu perusahaan. Menurut seorang HRD yang bekerja di salah satu perusahaan sparepart mesin di Surabaya, Tia Oktavia, menyebutkan bahwa para pelamar kerja sering meremehkan keberadaan surat lamaran, padahal CV dan pengalaman mereka bagus sekali.

"Sering saya dapatkan surat lamaran kerja itu lusuh atau kucel dan hal itu mencerminkan perilaku si pemilik. Jadi tanpa basa-basi langsung saya singkirkan," tutur Okta, "banyak juga surat lamaran yang hanya copas milik temannya, cerminan plagiasi dan tidak punya ide."

Ternyata, oh, ternyata, hanya dari sepucuk surat lamaran kerja, HRD sudah bisa menilai beberapa aspek perilaku kita lo. Jangan sampai hanya karena surat lamaran pekerjaan yang asal-asalan, peluang kerja jadi nol. Itulah pentingnya mengetahui apa sih fungsi surat lamaran kerja dan bagaimana susunan kalimat yang bisa membuat HRD terkesan.


Fungsi Surat Lamaran Pekerjaan

Tak hanya berfungsi sebagai personaliti sang pelamar kerja, surat lamaran pekerjaan juga punya beberapa fungsi penting sebagai berikut:

1. Pengajuan Kerja Secara Formal

Surat lamaran pekerjaan berfungsi sebagai dokumen tertulis formal atas pengajuan pekerjaan terhadap suatu perusahaan. Melalui surat lamaran, biasanya juga menyertakan beberapa lampiran berkas seperti fotokopi atau scan KTP, ijazah terakhir, pengalaman kerja (jika sudah ada), surat rekomendasi, dan lain-lain sesuai track record masing-masing.

Selain itu, surat lamaran juga akan mempermudah HRD perusahaan dalam melihat tujuan dan kualifikasi dalam posisi yang mereka butuhkan. Otomatis, HRD tidak butuh waktu lama melihat berkas-berkas lainnya. Apabila sudah mengirim surat lamaran pekerjaan beserta berkas yang dibutuhkan, maka perusahaan tujuan akan segera mempelajarinya.

2. Kesan Profesional

Kesan profesional serta menguasai posisi yang dituju akan didapatkan saat menggunakan surat lamaran pekerjaan resmi. Dokumen pengantar ini membantu dalam mengarahkan perhatian sekaligus kesan HRD ke sorotan dan spesialisasi yang tercantum dalam resume.

3. Seleksi Awal secara Efisien

Bayangkan jika pelamar kerja jumlahnya mencapai ratusan, bahkan ribuan, tapi jumlah yang nanti diterima sedikit. Pastinya HRD butuh waktu lama jika harus diseleksi satu per satu. Nah, cara paling efisien yang bisa dilakukan adalah seleksi awal dari segi surat lamaran pekerjaan. Setelah itu, pelamar yang memenuhi standar kualifikasi akan dibuhungi untuk sesi wawancara. Selaras dengan pernyataan Okta sebelumnya, HRD tak akan segan langsung menyingkirkan berkas lamaran pekerjaan jika surat lamaran pekerjaan dibuat secara asal-asalan.


Unsur-unsur Surat Lamaran Pekerjaan

Saat menulis surat lamaran pekerjaan, tentunya ada unsur-unsur bagian surat yang harus ada agar surat lamaran pekerjaan bersifat formal dan rapi. Beberapa unsur dalam surat lamaran pekerjaan adalah:

  1. Kepala surat
  2. Lokasi, tempat, dan tanggal penulisan surat
  3. Pihak yang dituju beserta alamat lengkap perusahaan
  4. Salam pembuka atau salam hormat
  5. Pembuka surat
  6. Informasi lowongan pekerjaan didapat darimana
  7. Tujuan surat lamaran
  8. Lampiran berkas yang diminta perusahaan (foto formal, fotokopi atau scan KTP, CV, ijazah, sertifikat kompetensi atau pelatihan yang relevan)
  9. Penutup surat
  10. Tanda tangan dan nama terang


Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Contoh surat lamaran pekerjaan standar yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan :

Anggita Ramani

Selain contoh di atas, berbagai contoh surat lamaran pekerjaan secara lengkap bisa dilihat di sini : contoh surat lamaran pekerjaan. Ada beberapa jenis surat lamaran pekerjaan, tinggal sesuaikan saja sesuai kebutuhan.


Tips Menulis Surat Lamaran Pekerjaan Agar HRD Terkesan

Setelah paham unsur-unsur yang ada di dalam surat lamaran, sangat penting juga untuk memperhatikan beberapa aspek serta menggunakan tata bahasa yang sesuai kaidah PUEBI. Lantas, apa saja sih yang perlu diperhatikan saat menulis surat lamaran pekerjaan? Yuk simak beberapa tips yang bisa digunakan saat menulis surat lamaran pekerjaan yang bisa membuat HRD terkesan, bahkan terpikat lo!

1. Impresif dan Mengesankan

Deskripsikan diri dengan baik, menarik, jangan terlalu arogan, dan jangan terlalu merendah. Sebutkan pengalaman, prestasi, dan pencapaian yang pernah diraih. Hal ini bisa jadi nilai tambah agar dilirik HRD.

2. Singkat, Padat, dan Jelas

Gunakan bahasa yang mudah dipahami, ringkas dan tidak bertele-tele. Tidak perlu berusaha untuk mengesankan HRD dengan menggunakan istilah yang sulit. Perhatikan saja tata bahasa, hindari pengulangan kata yang tidak perlu, serta yang tak kalah penting adalah hindari ejaan kata yang salah. Buat surat lamaran pekerjaan maksimal 1 halaman, sebab jika lebih dari 1 halaman malah tak akan membuat HRD terkesan.

3. Rapi dan Bersih

Gunakan kertas baru dan ketik yang rapi surat lamaran pekerjaan. Jika perusahaan tujuan mengharuskan surat lamaran dalam bentuk tulisan tangan, gunakan folio bergaris untuk membantu agar tulisan rapi. Ingat, surat lamaran pekerjaan bagaikan wajah dari sang pelamar kerja. Jika surat lamaran pekerjaanmu lusuh, kotor, dan tidak rapi, maka seperti itulah kesan awal HRD terhadapmu.

4. Hindari Menjiplak Isi Surat Lamaran Pekerjaan

Usahakan membuat isi surat lamaran pekerjaan tidak sama persis dengan contoh surat lamaran pekerjaan yang sudah ada. Modifikasi sesuai kreativitas, jangan biarkan HRD menilai kurang ide gara-gara surat lamaran pekerjaan hasil menjiplak.

5. Sesuaikan Bahasa

Membuat surat lamaran kerja dalam bahasa Inggris memang bisa menambah poin pertimbangan HRD, tapi sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang dituju. Selain itu, jangan paksakan menulis dalam bahasa Inggris, jika kemampuan kurang mendukung. Hal ini malah bisa jadi boomerang saat wawancara nanti.


Referensi

Wawancara dengan Narasumber Tia Oktavia, HRD Perusahaan di Surabaya, 4 Februari 2022.

https://mamikos.com/info/15-contoh-surat-lamaran-kerja-terbaru-dan-lengkap-dengan-berbagai-jenisnya/, diakses 4 Februari 2022

Share:

Bumi Memanas: Yuk CLBK (Cintai Lagi Bumi Kita) dengan Cara Sederhana Ini

Daftar isi [Tampil]

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

-Sapardi Djoko Damono-
Anggita Ramani

Sebuah puisi romantis dari Sapardi Djoko Damono tiba-tiba keluar begitu saja dari ingatanku, menari-nari dalam ruang pikiranku, saat aku sedang berusaha CLBK (Cintai Lagi Bumi Kita) dengan cara sederhana tapi bermakna. Banyak jalan menuju Roma, tapi aku lebih suka jalan menuju rumah yang penuh dengan cinta dari keluarga. Maka, tak perlu ekspektasi tinggi untuk bisa CLBK dengan sempurna. Cukup lakukan CLBK versimu, walaupun tak sempurna, tapi bisa punya dampak bagi lingkungan dan sesama.

Kenapa sih harus CLBK lagi sama bumi? Memangnya bumi kita ini kenapa? Urusannya sama kita apa ya?

Pasti banyak pertanyaan menggelitik seperti itu yang keluar dari pikiran netizen, termasuk aku. Mohon maaf, ancaman terbesar ibu muda sepertiku adalah GTM dan sekutunya. Namun, setelah mengikuti berbagai seminar tentang kampanye peduli lingkungan, jalan pikiranku jadi terbuka. GTM boleh merajalela, tapi masalah bumi saat ini sudah amat sangat genting sekali. Jika aku tak bergerak sekarang, masa depan anak cucuku bisa hancur. Bumi yang mereka tempati di masa depan bisa saja rusak tak bersisa dan tak menyisakan cinta untuk generasi di masa depan. So sad, kan?


Bumi Sedang Tak Baik-baik Saja

Masih ingat dengan pertemuan akbar seluruh pemimpin dunia di Glasgow? Kalau belum, coba baca dulu di sini. Bumi kita sedang tidak baik-baik saja, sayang. Coba dipikir baik-baik, kerasa nggak kalau beberapa tahun terakhir ini Indonesia sering terkena banjir? Bahkan beberapa daerah yang tahun-tahun sebelumnya tak pernah terkena banjir pun sekarang jadi ketularan banjir. Coba juga diingat-ingat lagi, cuaca sekarang jauh lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya nggak sih?

Nah, banjir dimana-mana dan cuaca panas yang semakin menggelora ini salah satu dampak pemanasan global. Satu lagi isu yang tak kalah heboh lagi adalah tenggelamnya kota Jakarta pada tahun 2030 gara-gara pemanasan global ini. Belum lagi gambaran dari dampak mencairnya es di kutub, bikin merinding parah.


Saatnya CLBK (Cintai Lagi Bumi Kita)

Sebagai penduduk bumi yang masih dikaruniai rasa cinta, kita bisa kok mencintai bumi kita lagi dengan berbagai cara sesuai kemampuan. Ibaratnya sebuah hubungan dalam percintaan remaja, saat ini kita sedang memasuki fase CLBK alias Cintai Lagi Bumi kita. Sebelum semuanya terlambat dan bumi kembali terluka, yuk mulai lagi dari nol.

Caranya gampang banget, cukup lakukan beberapa kampanye sederhana untuk lingkungan yang sudah aku lakukan. Jangan khawatir, kampanye peduli lingkungan ini bisa dilakukan di rumah tanpa perlu kemana-mana.


Kampanye Peduli Lingkungan Sederhana tapi Bermakna

1. Kampanye #HabiskanMakananmu

Zero Waste Indonesia meluncurkan kampanye #HabiskanMakananmu pada tahun 2020 lalu dengan tujuan untuk mengurangi food waste di Indonesia. Tak dapat dipungkiri, bahan pangan atau makanan yang akhirnya tidak termakan mengindikasikan sumber tenaga yang terbuang. Mulai dari lahan, air, energi, bahan pokok produksi serta biaya lainnya, yang akhirnya hanya akan meningkatkan angka emisi gas rumah kaca.

Kampanye sederhana ini mengajak kita untuk selalu menghabiskan makanan yang sudah diambil. Ambil sedikit, makan sampai habis, dan silakan tambah lagi jika masih lapar. Jika makan di suatu restoran, cafe, atau rumah makan, lalu merasa porsi di sana banyak dan tidak habis, bisa lakukan 2 cara yang sudah saya terapkan sebagai berikut:

  • Pesan porsi separuh, tapi bayar tetap penuh
  • Bungkus kalau tidak habis

2. Kampanye #PakaiSampaiHabis

Siapa nih yang hobi coba-coba skincare, trus suka tidak terpakai, lalu kadaluarsa, dan tak bisa dipakai lagi? Please, stop kebiasaan buruk yang bisa mengancam bumi itu, ya. Biasakan #PakaiSampaiHabis suatu produk sebelum mencoba produk baru atau membeli produk lainnya.

Kampanye sederhana ini digagas oleh LifewithLess yang ingin mengajarkan bahwa sebagai konsumen yang bijak, kita punya tanggung jawab besar terhadap produk yang kita beli sampai di tahap "bagaimana sampah produk ini? Diolah lagi atau dibuang begitu saja? Bagaimana dampaknya terhadap lingkungan?". Jadi tak hanya sekadar beli, beli, dan beli saja. Pikirkan juga bagaimana dampak sampah produk itu terhadap lingkungan.

3. Kampanye #MatikanLampu

Kampanye klasik yang sudah dimulai dari beberapa tahun yang lalu, tapi kadang masih banyak yang sering lupa untuk melakukan adalah #MatikanLampu jika tak dipakai. Saat ini Indonesia krisis energi dan polusi akibat sumber energi batu bara yang jadi sumber energi utama di Indonesia. Menyalakan lampu yang tidak perlu bisa membuat energi itu terbuang percuma dan hanya akan menimbulkan jejak karbon.

Coba deh tonton film dokumenter  Sexy Killer di YouTube agar punya gambaran bagaimana kondisi sumber energi listrik di Indonesia dan siapa saja yang bakal dirugikan kalau kita suka boros listrik.

4. Kampanye #CabutKabeldariStopKontak

Kampanye #CabutKabeldariStopKontak ini adalah inisiatif pribadiku setelah aku paham ternyata kabel yang sudah tak dipakai dan masih tertancap di stop kontak itu masih menyerap energi listrik. Waw bisa dibayangkan berapa listrik yang sudah terbuang percuma karena dulu saat kuliah aku punya kebiasaan buruk tetap membiarkan kabel tertancap di stop kontak, bahkan selama berhari-hari.

Penyesalan itu pasti ada, rasanya mubadzir banget listriknya karena perbuatanku. Namun, sekarang aku jadi agen pencabut kabel dari stop kontak saat di rumah, atau di mana pun aku berada. Sederhana banget kok dan mudah dilakukan, sesederhana puisi Sapardi Djoko Damono.

Share:

Anggita R. K. Wardani

read more

Recent Posts


Posts

Pengikut

Member of

Mama Daring Bloggerhub Indonesian Hijab Blogger Komunitas Emak Blogger Komunitas Blogger Perempuan 1 Minggu 1 Cerita Asli Arek Suroboyo