Corona dan Jungkir Balik Kehidupan Normal


Halo, New Normal!

Tahun 2020 diawali dengan teror tak kasat mata dari keluarga besar virus Corona jenis baru bernama COVID-19. Berawal dari kota Wuhan di China, saat ini wabah COVID-19 telah menyebar luas hingga ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus yang cukup mematikan ini dapat menginfeksi siapa saja. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh lemah jauh lebih rentan terhadap serangan virus ini.

Tak hanya bersifat mematikan, kehadiran virus ini mampu menjungkir balikkan tatanan kehidupan normal seluruh masyarakat Indonesia hingga menghadapi era yang disebut "New Normal" atau tatanan hidup normal yang baru. Masker, hand sanitizer, bahkan face shield menjadi item baru yang wajib dibawa saat keluar rumah. Kehidupan sosial jadi bersifat terbatas dan masih berada di bayang-bayang ancaman kematian oleh virus Corona.

New Normal starter pack (sumber : dokumentasi pribadi)

Tak heran kondisi ini mengakibatkan sebagian orang masih parno untuk keluar rumah. Bahkan, untuk urusan pergi ke fasilitas publik seperti puskesmas atau rumah sakit menjadi momok tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kesehatan juga sangat penting untuk dijaga di masa pandemi saat ini. Ditambah lagi, banyak protokol kesehatan di beberapa sektor yang mengharuskan kita untuk melakukan rapid test, seperti saat bepergian dengan kereta atau pesawat, persiapan persalinan, tes penerimaan mahasiswa baru atau kerja, dan masih banyak lagi.

Nah, di zaman teknologi yang sudah sangat canggih ini, telah hadir aplikasi Halodoc yang bisa menghubungkan pasien dan tenaga medis hanya dengan sentuhan di layar ponsel. Melalui aplikasi ini, kita dapat dengan mudah memesan obat, tanya dokter, cek lab, buat janji dengan Rumah Sakit, bahkan sampai ada akses drive thru untuk rapid test atau homecare rapid test.

Sehat Lebih Tenang di Masa Pandemi dengan Aplikasi Halodoc

Aplikasi Halodoc merupakan aplikasi yang menyediakan fitur untuk membantu penggunanya mendapatkan layanan medis secara cepat, aman, akurat, dan terpercaya. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan kita untuk mengurangi interaksi secara langsung dengan memutus rantai penyebaran COVID-19. Melalui aplikasi Halodoc, kita dapat melakukan chat, panggilan suara atau panggilan video dengan dokter yang tersedia 24 jam tanpa harus pergi ke rumah sakit atau klinik.

Halaman muka aplikasi Halodoc (sumber : dokumentasi pribadi)

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur directory agar pengguna bisa menemukan informasi seperti dokter, rumah sakit, dan klinik terdekat. Selain itu, Halodoc juga terintegrasi dengan toko kesehatan sekaligus jasa layanan antar yang memungkinkan kita untuk memesan obat secara praktis, tanpa antri, pasti ada, dan diantar sampai ke rumah. Sangat memudahkan sekali untuk membeli obat tanpa harus cek satu per satu ke apotek, terutama di masa pandemi.

Fitur rapid test COVID-19 di aplikasi Halodoc (sumber : dokumentasi pribadi)

Di masa pandemi ini, sebagai upaya membantu pemerintah dalam penekanan laju kasus COVID-19, ada fitur tambahan di aplikasi Halodoc untuk tes COVID-19. Layanan tersebut berupa rapid test yang berlokasi di Jabodetabek. Layanan rapid test  via Halodoc bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit. Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah yang diambil akan digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Dengan begini, pasien pada tahap awal infeksi dapat diidentifikasi lebih cepat.
HaloDoc juga memiliki fitur Directory dimana pengguna bisa menemukan informasi lengkap mengenai dokter, rumah sakit dan klinik terdekat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aplikasi HaloDoc: Solusi Layanan Kesehatan Masyarakat Indonesia", https://biz.kompas.com/read/2016/04/27/080000628/Aplikasi.HaloDoc.Solusi.Layanan.Kesehatan.Masyarakat.Indonesia.
HaloDoc juga memiliki fitur Directory dimana pengguna bisa menemukan informasi lengkap mengenai dokter, rumah sakit dan klinik terdekat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aplikasi HaloDoc: Solusi Layanan Kesehatan Masyarakat Indonesia", https://biz.kompas.com/read/2016/04/27/080000628/Aplikasi.HaloDoc.Solusi.Layanan.Kesehatan.Masyarakat.Indonesia.

Drive Thru Rapid Test COVID-19 Via Halodoc

Selain layanan berupa rapid test, Halodoc lagi-lagi menggandeng beberapa rumah sakit untuk menambahkan fitur layanan rapid test secara drive thru, sehingga lebih jauh lebih aman. Salah satu rumah sakit di Jabodetabek yang terintegrasi dengan layanan drive thru rapid test  COVID-19  adalah RS OMNI Cikarang.

Cara melakukan drive thru rapid test melalui Halodoc sangat mudah sekali, cukup ikuti langkah-langkah di bawah ini :

Sumber : halodoc.com

Buka aplikasi Halodoc dan klik tombol "COVID-19 Test" kemudian klik tombol search dan ketikkan "Drive Thru Rapid Test". Setelah itu akan muncul beberapa nama rumah sakit yang menyediakan fasilitas drive thru rapid test beserta harga. Pilih tempat untuk melakukan drive thru rapid test ini, misalnya di RS OMNI Cikarang dan tekan tombol "Buat Janji", lalu pilih waktu untuk tes. Di rumah sakit ini juga menyediakan Paket Screening COVID-19, selain drive thru rapid test.

Unggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) . Jika sudah diunggah, lanjut ke tahap pembayaran. Biaya akan bergantung kepada biaya jasa tenaga medis dan penyediaan alat yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Setelah berhasil, akan ada SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan. Setelah itu, tak perlu menunggu hasil tes, karena hasilnya akan dikirimkan melalui SMS atau notifikasi Halodoc di smartphone.

Semudah dan senyaman itu penggunaan aplikasi Halodoc selama masa pandemi ini, sehingga membuat kita bisa sehat lebih tenang, semuanya ada dalam genggaman tangan. Tinggal klik, kita sudah bisa chat dengan dokter, membeli obat tanpa antri, dan buat janji dengan rumah sakit.
Share:

Belajar Food Photography Pakai Smartphone

Assalamu'alaikum, Surabaya!
Banyak orang pintar dan memiliki keahlian di dunia ini, tapi tak banyak yang mau berbagi tanpa takut untuk tersaingi. (Anggita Ramani)

Fotografi saat ini tengah menjadi hobi yang banyak digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Teknik mengambil gambar makanan dengan kamera tersebut mudah dilakukan asal tahu teknik dasarnya. Lantas, apa bedanya mengambil gambar (taking a picture) dan fotografi? Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan pertama saat mengikuti kelas Dasar Food Photography atau Fotografi Makanan, yang dilontarkan oleh Kak Dinda (ig @dindanatameliaa).
Sumber : Dokpri (kiri) dan @mohimronrosyadi_(kanan)
Dari kedua gambar tersebut, kira-kira gambar mana yang lebih memiliki kesan atau cerita yang bisa disimpulkan tanpa melihat keterangan gambar? Tentu saja gambar di sebelah kanan, bukan? Gambar sebelah kanan lebih memiliki nilai (value), serta lebih menjual daripada gambar sebelah kiri. Fotografi lebih dari sekadar mengambil gambar (taking a picture), tetapi membuat gambar itu memiliki nilai (value), kesan yang kuat, memiliki seni dan berkarakter. Banyak orang yang bisa mengambil gambar dengan kamera, tapi tidak semua orang bisa mengangkatnya ke dalam seni fotografi.
Sumber : pinterest (kiri) dan unsplash.com (kanan)
Sumber kamera yang digunakan untuk menciptakan seni fotografi itu sendiri pun bermacam-macam mulai dari kamera digital, kamera DSLR dan kamera mirorrless. Bahkan, kamera dari smartphone juga bisa digunakan untuk menghasilkan fotografi makanan yang hasilnya tidak kalah dengan kamera pro. Pengoperasiannya juga cenderung mudah dipahami dan hasil bisa instagramable, asalkan paham teknik dasar dalam fotografi makanan.

KENALI SMARTPHONE

Hal dasar pertama yang wajib dimiliki untuk fotografi makanan menggunakan smartphone adalah wajib mengenali smartphone anda masing-masing. Mulai dari mode kamera, rasio gambar, hingga mengatur pencahayaan. Berikut beberapa tips dasar dalam penggunaan smartphone saat memotret makanan:

1. Langsung gunakan kamera smartphone untuk mencari angle yang tepat. Jangan gunakan mata terlebih dahulu untuk menentukan angle foto, karena angle yang dilihat dari mata sangat berbeda dengan angle yang dilihat dari kamera smartphone.

2. Tentukan dari awal rasio gambar yang diinginkan (1:1, 4:3, atau 16:9). Hal ini untuk menghindari cropping yang bisa menghilangkan estetika dari foto. Salah satu kebiasaan buruk saya pribadi adalah "foto dulu, crop belakangan". Padahal justru hal tersebut yang kadang bisa menghancurkan estetika foto. Tiap rasio akan menghasilkan gambar dengan komposisi berbeda. Misalkan ingin membuat feed instagram dengan rasio 1:1, langsung atur rasio di layar menjadi 1:1. Jangan sekali-kali memotret dengan rasio 4:3 atau 16:9, lalu di crop untuk menghasilkan rasio gambar 1:1.
Kenali smartphone (sumber : pinterest)
3. Aktifkan garis bantuan (gridlines) yang membagi layar menjadi 9 bagian. Garis bantuan ini memudahkan untuk mengatur komposisi gambar makanan.

4. Disarankan untuk menggunakan mode kamera 'HDR (High Dynamic Range)' saat memotret makanan.

Setelah mengenali dan paham gear dalam masing-masing kamera smartphone, akan lebih memudahkan saat diminta untuk memotret makanan. Terutama jenis makanan yang harus cepat dipotret seperti minuman dingin, es krim, dll.

KOMPOSISI

Komposisi dapat diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar. Di dalam dunia fotografi, ada beberapa elemen komposisi yang penting untuk diketahui oleh pemula. Elemen-elemen ini mencakup garis (line), bentuk (shape), tekstur (texture), warna (color), pola (pattern) dan gelap-terang.

GARIS. Elemen komposisi yang berbentuk garis (line), terutama dalam fotografi makanan, umumnya dihasilkan dari garis alami yang ada pada meja saji, piring, properti tambahan, dll. Penonjolan elemen garis mampu menghasilkan kesan fotografi makanan yang lebih cantik dan teratur.
BENTUK. Komposisi bentuk, biasanya dipakai bersamaan dengan komposisi garis untuk lebih menekankan hasil secara visual terhadap objek makanan. Bentuk yang menjadi sorotan biasanya bentuk piring, gelas, properti tambahan, meja saji dan taplak meja. Terkadang para fotografer makanan juga membawa peralatan makan sendiri untuk menciptakan detail visual dari bentuk dan garis.
Elemen komposisi garis dan bentuk (sumber : unsplash.com)
TEKSTUR. Salah satu elemen komposisi dalam fotografi makanan yang penting adalah tekstur atau keadaan permukaan suatu makananan. Tekstur ini biasa ditonjolkan untuk memberikan kesan lebih nyata dan lebih lezat.
WARNA. Komposisi warna mampu memunculkan keserasian warna yang lebih menonjolkan kesan indah, menarik di mata dan mampu membangun "mood" untuk makan.
Elemen komposisi tekstur dan warna (sumber : unsplash.com dan @mohimronrosyadi_)
CAHAYA. Pencahayaan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan saat memotret makanan. Usahakan memilih tempat di dekat jendela saat kondisi cahaya terang (pagi-sore). Gunakan bantuan lampu flash smartphone hp lain ketika harus memotret saat sore jelang malam.

Tujuan mengatur komposisi dalam fotografi, terutama fotografi makanan adalah untuk membangun "mood", memberikan informasi tentang detail menu tertentu, serta tentu saja memberikan nilai (value) kepada makanan itu agar terlihat lebih menarik dan menggiurkan. Ada beberapa tips dalam mengatur komposisi agar menghasilkan foto makanan yang catchy :

1. Tentukan Point of Interest. Biasanya akan tersaji beberapa menu dalam satu meja ketika akan memotret makanan. Pilih menu yang menjadi fokus utama. Tata menu lain di sekitar menu utama atau ambil serta sendirikan menu yang dipilih kemudian beri properti tambahan untuk menunjang. Kunci fokus kamera smartphone di bagian menu utama tersebut.
Point of interest (sumber: dokpri)
2. Pahami Rule of Third. Teknik ini menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Rule of third ini bisa dilakukan dengan garis bantuan (gridlines) yang membagi layar smartphone menjadi 9 bagian yang sama. Letakkan objek agak ke kiri atau ke kanan.
Rule of third (sumber gambar : @mohimronrosyadi_)

GAYA PENATAAN

Flatlay. Salah satu gaya penataan dalam fotografi makanan adalah Flatlay atau memotret makanan dari atas, dengan sudut pandang kamera datar dan sejajar dengan meja. Gaya penataan ini untuk mebih menegaskan warna dan bentuk makanan.
Gaya penataan flatlay (sumber: dokpri)
Penambahan objek manusia. Menambahkan objek berupa bagian tubuh dari manusia ke dalam gambar dpat menciptakan kesan lebih hidup dan cerita ke dalam hasil jepretan. Biasanya bagian tubuh yang digunakan adalah tangan atau kaki.
Gaya penataan dengan penambahan objek manusia (sumber: dokpri dan unsplash.com)

EDITING

Setelah selesai memotret makanan, final touch yang perlu dilakukan adalah melakukan edit terhadap foto. Aplikasi editing di dalam smartphone yang disarankan adalah Snapseed dan Adobe Lightroom.

Snapseed. Aplikasi Snapseed digunakan untuk mengatur kembali gelap-terang foto. Gunakan tools berupa tune image, details, color curve dan HDR scape untuk mengedit foto.
Aplikasi Snapseed
Aplikasi Adobe lightroom
Adobe Lightroom. Setelah mengatur terang-gelap di Snapseed, hasil edit diteruskan di Adobe Lightroom untuk menciptakan tone warna sesuai ciri khas masing-masing fotografer. Sebagai contoh, berikut adalah tone warna saya dalam memotret makanan.
Hasil editing menggunakan Snapseed dan Adobe Lightroom.
Biasanya tiap fotografer akan memiliki sensitifitas terhadap warna yang berbeda-beda sesuai ciri khasnya. Sebagai contoh, dapat dilihat perbedaan tone warna ketiga foto di bawah ini. Saya lebih suka tone warna yang tegas, tapi tak terlalu menghilangkan warna asli dan cenderung bernuansa krem hingga kecoklatan (kiri atas). Pada hasil karya @bony_putra (kiri bawah) tone warna yang digunakan cenderung menonjolkan saturasi warna, sedangkan pada hasil karya yang diunggah di situs web unsplash.com (kanan) cenderung menggunakan tone warna gelap.
Perbedaan tone warna sebagai ciri khas tiap fotografer (sumber :dokpri, @bony_putra dan unsplash.com)
Seperti itulah bagaimana belajar teknik dasar fotografi makanan menggunakan kamera smartphone. Sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan, apalagi cukup mengandalkan kamera smartphone. Hanya saja butuh latihan terus untuk menghasilkan foto yang cantik dan instagramable. Bagaimana, apa anda tertarik untuk mencoba sendiri di rumah atau saat jalan-jalan ke kafe?

***

Disclaimer :
Artikel ini ditulis berdasarkan rangkuman materi dalam "Kelas Food Photography Love Suroboyo X Dindanatameliaa" di Maxone Dharmahusada. Keterangan sumber foto dan desain infografis sudah dicantumkan di dalam gambar.
Share:

About Me

read more

Recent Posts


Posts

My Instagram Gallery

My Community


ID Corners
Kumpulan Emak2 BloggerBlogger Perempuanindonesian hijab blogger