Halo teman online! Kalau dipikir-pikir, salah satu hal yang paling menyenangkan dari family traveling justru bukan tentang ke mana kita pergi. Kadang, yang paling membekas malah hal-hal kecil yang terjadi selama perjalanan.
Anak yang heboh melihat sesuatu untuk pertama kalinya. Suami yang sibuk mencari tempat makan karena semua sudah mulai lapar. Momen ketika akhirnya bisa duduk santai setelah seharian jalan-jalan. Atau perjalanan pulang yang diisi cerita tentang apa saja yang baru saja kami lihat.
Hal-hal seperti itu mungkin kelihatannya sederhana. Tapi justru momen sederhana seperti inilah yang beberapa tahun kemudian bisa membuat kita tersenyum ketika mengingatnya kembali.
Mungkin karena itu juga, aku mulai melihat momen traveling bersama keluarga dengan cara yang sedikit berbeda. Bukan sekadar tentang pergi ke tempat baru, tetapi tentang menciptakan waktu untuk benar-benar hadir bersama keluarga
Family Travelling dan Arti Sebuah Perjalanan
Dulu, kalau mendengar kata traveling, yang terpikir mungkin perkara mau ke mana? Ada tempat apa saja di sana? Hotel mana yang bagus? Kuliner apa yang wajib dicoba?
Sekarang saat sudah berkeluarga, pertanyaannya jadi sedikit berubah. Apakah tempat itu nyaman untuk anak? Apakah kami bisa menikmati perjalanan tanpa terlalu terburu-buru? Dan yang paling penting, apakah perjalanan ini nantinya akan menjadi cerita yang ingin kami ingat lagi?
Karena ketika sudah punya anak, rasanya definisi liburan memang ikut berubah. Bukan berarti kita tidak lagi mengejar destinasi menarik, tapi pertimbangan lain yang ikut masuk ke dalam perjalanan.
Anak bisa tiba-tiba lelah. Bisa lapar di saat yang tidak terduga. Bisa bosan ketika perjalanan terlalu panjang. Bisa juga tiba-tiba menemukan sesuatu yang menurut kita sepele.
Namun, ternyata hal itu menjadi hal paling menarik sepanjang hari. Dan justru di situlah cerita family travelling dimulai.
Anak Punya Cara Sendiri Menikmati Perjalanan
Aku sering merasa bahwa anak-anak punya kemampuan luar biasa untuk menikmati hal-hal yang justru kita lewatkan. Kita mungkin sibuk melihat apakah sebuah tempat bagus untuk difoto. Mereka justru sibuk memperhatikan ikan di kolam.
Kita mungkin tertarik dengan bangunan atau sejarah sebuah tempat. Mereka bisa saja lebih penasaran dengan tangga, taman, atau sesuatu yang bergerak di dekatnya.
Kita mungkin sudah membuat itinerary sejak jauh-jauh hari. Mereka malah ingin berhenti lebih lama di satu tempat karena sedang menikmati sesuatu.
Awalnya mungkin terasa seperti gangguan dari rencana, seperti ceritaku saat family traveling ke Monkasel Tapi lama-lama aku belajar bahwa tidak semua perjalanan harus berjalan sesuai itinerary.
Ada kalanya itinerary memang perlu dibuat lebih longgar supaya keluarga bisa menikmati perjalanan dengan ritme masing-masing.
Karena kalau setiap menit sudah dijadwalkan, kita bisa saja berhasil mengunjungi banyak tempat, tetapi kehilangan kesempatan untuk benar-benar menikmati salah satunya.
Memilih Destinasi untuk Family Travelling
Saat traveling bersama keluarga, memilih destinasi memang membutuhkan sedikit lebih banyak pertimbangan. Bukan hanya soal tempatnya cantik atau sedang viral.
Aku biasanya juga melihat hal-hal sederhana yang mungkin tidak terlalu menarik untuk dibicarakan, tetapi sangat terasa ketika sudah berada di perjalanan.
- Apakah aksesnya mudah?
- Apakah ada Playground atau tempat bermain lainnya?
- Apakah ada menu kids friendly di tempat makan?
- Bagaimana toiletnya? Apakah ada ruangan untuk ganti diaper?
- Apakah lokasi terlalu jauh atau tidak?
- Bagaimana cuaca saat hari itu? Panas atau hujan?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini ternyata cukup membantu. Sebab, tujuan akhirnya bukan sekadar sampai di destinasi.
Tujuan utamanya adalah supaya semua anggota keluarga bisa menikmati perjalanan. Kadang destinasi yang lebih dekat justru terasa lebih menyenangkan karena tidak membuat semua orang kelelahan di perjalanan.
Kadang sebuah hotel dengan fasilitas yang lengkap seperti kolam renang anak, taman, atau playground bisa menjadi bagian dari pengalaman liburan itu sendiri. Staycation di hotel satu atau dua malam pun bisa menjadi momen yang menyenangkan kalau seluruh keluarga memang bisa menikmati waktunya.
Hotel yang Nyaman Bisa Membuat Perjalanan Lebih Berarti
Kalau traveling bersama keluarga, hotel menurutku punya peran yang cukup besar. Bukan hanya tempat untuk tidur setelah seharian jalan-jalan.
Hotel juga bisa menjadi tempat untuk beristirahat, bermain, makan bersama, atau sekadar menikmati waktu tanpa harus pergi ke mana-mana. Apalagi kalau membawa anak.
Setelah seharian mengeksplorasi tempat baru, ada kalanya yang kita butuhkan bukan destinasi berikutnya, tetapi kamar yang nyaman, makanan yang enak, dan waktu untuk rebahan. Hehehe.
Karena itu, ketika memilih akomodasi untuk family travelling, kenyamanan sering kali menjadi salah satu pertimbangan utama. Lokasi, fasilitas, ukuran kamar, pilihan makanan, sampai aktivitas yang tersedia bisa membuat pengalaman perjalanan terasa jauh lebih menyenangkan.
Dan menurutku, tidak ada salahnya memilih perjalanan yang sedikit lebih santai. Toh, kita sedang liburan. Bukan sedang ikut lomba mengumpulkan destinasi.
Setiap Keluarga Punya Cara Traveling Masing-Masing
Menariknya, semakin sering melihat cerita perjalanan keluarga lain, aku justru semakin sadar bahwa tidak ada satu cara yang paling benar untuk melakukan family travelling.
Ada keluarga yang suka road trip. Ada yang senang mengeksplorasi kota. Ada yang lebih suka wisata alam.
Ada yang memilih staycation di hotel dengan fasilitas lengkap. Ada juga yang menjadikan traveling sebagai cara untuk mengenalkan anak pada budaya dan tempat-tempat baru.
Salah satu cerita yang menarik perhatian adalah Marvelvino, family Traveler yang berbasis di Jakarta dan merepresentasikan perjalanan sebuah keluarga beranggotakan empat orang.
![]() |
| Keluarga Marvelvino (sumber: Blog Marvelvino) |
Melalui berbagai cerita perjalanannya, mereka tidak hanya membagikan destinasi, tetapi juga pengalaman keluarga saat menikmati hotel, dining, family attractions, hingga menjelajahi berbagai kota.
Di situs Marvelvino, perjalanan mereka tercatat telah mencakup 8 negara dan 23 kota. Menurutku, pengalaman mereka sangat menarik untuk dijadikan referensi destinasi wisata untuk family traveling.
Satu hal yang juga menarik dari cerita family traveling mereka adalah bagaimana perjalanan akhirnya menjadi bagian dari cerita sebuah keluarga. Dari tulisan di blog Marvelvino, saya bisa ikut merasakan momen hangat keluarga dalam perjalanan mereka.
Ada pengalaman yang dikumpulkan dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya. Ada tempat yang pernah dikunjungi, makanan yang pernah dicoba, hotel yang pernah menjadi tempat beristirahat, dan tentu saja berbagai momen yang hanya bisa terjadi ketika bepergian bersama.
Konsep Premium Family Travelling seperti Marvelvino ini menurutku bukan semata-mata tentang perjalanan dengan fasilitas yang lebih nyaman. Ada sesuatu yang lebih penting, yaitu bagaimana sebuah keluarga bisa menikmati perjalanan dengan caranya sendiri.
Traveling Juga Bisa Menjadi Ruang Belajar untuk Anak
Selain menciptakan kenangan, traveling bersama keluarga juga memberikan pengalaman yang tidak selalu bisa didapatkan di rumah. Anak belajar bahwa setiap tempat bisa memiliki kebiasaan yang berbeda.
Mereka bisa mengenal makanan baru, melihat budaya yang berbeda, belajar menggunakan transportasi umum, dan belajar adaptasi ketika rencana berubah.
Menurutku, pengalaman seperti ini justru salah satu bagian paling berharga dari traveling. Karena anak tidak hanya melihat dunia dari buku atau layar. Mereka mengalaminya secara langsung dan biasanya punya cara sendiri untuk tinggal lebih lama di ingatan.
Tidak Harus Jauh untuk Membuat Kenangan
Kadang kita terlalu sibuk mencari destinasi yang jauh sampai lupa bahwa momen menyenangkan juga bisa dibuat di sekitar kita. Perjalanan singkat ke kota sebelah bisa menjadi pengalaman baru.
Staycation hotel satu malam bisa menjadi kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama. Bahkan pergi makan ke tempat yang belum pernah dicoba bersama anak pun bisa menjadi cerita kecil.
Sebab, sebenarnya hal yang membuat perjalanan terasa spesial bukan hanya tempatnya, tapi siapa yang ikut bersama kita. Selain itu juga bagaimana kita menjalani waktunya.
Anak Tidak Akan Selamanya Kecil
Ada satu alasan kenapa aku semakin menikmati family travelling. Salah satunya karena anak-anak tidak akan selamanya kecil.
Mereka akan tumbuh, lalu punya kesibukan sendiri, punya teman-teman sendiri, dan akhirnya punya dunia mereka sendiri. Mungkin akan tiba waktunya ketika mereka tidak lagi seantusias sekarang setiap kali diajak pergi bersama.
Oleh karena itu, aku sangat menikmati ketika melakukan perjalanan keluarga. Terutama ketika pertama kali melihat wajah mereka berbinar di sebuah tempat baru.
Karena pada akhirnya, yang kita bawa pulang dari sebuah perjalanan bukan hanya oleh-oleh, foto, atau tempat-tempat yang pernah dikunjungi. Ada cerita dan momen kecil yang mungkin suatu hari nanti justru menjadi bagian dari kenangan yang paling kita rindukan.
Setiap Perjalanan Keluarga Punya Cerita Masing-masing
Jadi, kalau teman online sedang merencanakan family travelling, mungkin tidak perlu terlalu sibuk memikirkan apakah perjalanan tersebut akan terlihat sempurna.
Tidak apa-apa kalau anak rewel di tengah jalan. Tidak apa-apa kalau itinerary berubah. Tidak apa-apa kalau akhirnya ada satu destinasi yang tidak sempat dikunjungi.
Satu hal yang penting adalah waktu untuk benar-benar bersama keluarga. Karena mungkin inti dari sebuah perjalanan keluarga bukan tentang seberapa jauh kita pergi.
Namun, tentang berapa banyak momen hangat yang berhasil kita bawa pulang.
Dan kalau nanti beberapa tahun lagi anak-anak sudah besar, semoga ketika mereka mengingat masa kecilnya, ada banyak cerita perjalanan yang membuat mereka berkata,
“Dulu kita pernah ke sana, ya.”
Lalu kita semua tertawa bersama. Oh iya, apakah teman online sudah punya rencana family travelling berikutnya? Yuk, cerita di kolom komentar







Posting Komentar