NTB Runaway

Assalamu'alaikum....

Seperti janji saya di postingan saya dua tahun lalu haha (janji manisku 2 tahun lalu), kali ini saya akan berbagi kisah saya di pulau eksotis, NTB...

Sesungguhnya, ini bukan liburan, tapi tugas negara berujung liburan hahaha. Saya kesini bareng rombongan ITS yang seabrek untuk berjuang di Mataram membawa nama kampus hihi. Ini juga perjalanan pertama saya dan teman satu tim saya untuk naik pesawat (yaelah...)
Oiya, yang nggak suka masakan pedes, siap-siap harus bisa makan masakan pedas, soalnya masakan NTB terkenal pedes, bray...
Tim lalala yeyeye

Tim super paling berisik dan ngangenin
Oke, setelah 2 hari hampir nggak tidur sampe sakit segala, adegan penuh drama tangisan, berujung tangisan pula di malam pengumuman, tapi tangisan haru karena berhasil membawa pulang piala Adikarta ke Surabaya (that moment...T.T). Akhirnya, kami diijinkan untuk keliling NTB dengan "bonus" yang diberikan pihak ITS ke mahasiswa kayak kita kita ini.
Ramenya arek ITS
Kunjungan pertama NTB runaway jatuh di kampung yang terkenal dengan kain tenunnya (lupa apa namanya), di sini diproduksi kain tenun khas NTB yang harganya wuiiihhh bisa sampe juta'an. Oiya, di NTB juga ada semacam adat-istiadat yang berkaitan dengan tenun, apaan tu?
Yeah, cewek di NTB gak bakalan boleh nikah sebelum mereka bisa nenun...
Dan...karena saya sudah bisa menenun, saya boleh nikah
Horeeeeeee!!!! Hahahhaha :D
Oiya, di sekitar area ini juga ada spot-spot foto, kerajinan tangan dan lain-lain lhooo, kayak gini nih...





Destinasi kedua rombongan kami adalah Desa Sade, suku asli NTB, dan mereka agamanya Islam, Subhanallah :)
Banyak sekali tradisi yang dijalankan di desa ini, seperti : mereka rajin mengepel rumah mereka dengan kotoran kerbau, tradisi menculik pengantin wanita sebelum menikah dan tradisi mencekam untuk masalah perselingkuhan (ngeriiii).


Destinasi ketiga adalah jeng jeng jeng, Gili Trawangan....
Perjalanan ke sana penuh dengan adegan naik-turun di jalanan yang kayak gunung gitu. Udah gitu, mobil-mobil di daerah NTB ngeri semua kecepatannya. Kalo kata anime Let's and Go sih melesat bagai angin gitu haha

Tapi, di sepanjang perjalanan, pemandangannyaaaa, Subhanallah....*speechless

Setelah hampir sejaman kita berada di jalanan, akhirnya kita tiba di penyebrangan untuk ke Gili Trawangan. Pemandangan pantai di sini juga nggak kalah cantik...

Menuju Gili Trawangan
Sesampainya di Gili Trawangan, kesan pertama saya adalah Pulau Bali yang udah dipindah. Pasirnya putih, lautnya masih bening, sayang di pulaunya uda rameeeeeeeeeeee banyak wisatawan dan fasilitas toko, hotel, dll. Karena kita tiba di sana malem banget, jadinya uda ngga mood buat foto haha.

Sampai disini dulu ulasan tentang NTB, sesungguhnya saya belum puas sih. Yaaa, aku bisa apa haha, karena memang bukan niat awalnya berlibur. Tapi, kenangan di pulau ini keren banget (ciyeee). Mulai dari kesomplakan tim saya yang disaat semua serius berdo'a sebelum presentasi, kita malah nyanyi soundtracknya Let's and Go, trus adegan nangis karena uda capeeek banget Ya Allah, tampang oon nggak bereaksi pas dipanggil di malam penghargaan-baru ngeh setelah teman saya yang nyadar duluan, adegan terdampar di Gili Trawangan sampe jam 12 malam-padahal besoknya harus ke Bandara jam 8 pagi dan belum packing baju hhahaha

Semoga ada kesempatan lain yang mempertemukan saya kembali dengan pulau yang kental dengan penduduk Muslim ini... Aamiin (kalau bisa uda sama Aa' sih hahaha)

Wassalamu'alaikum....^^
Share:

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca sampai akhir :)
Silakan tinggalkan komentar atau saran untuk membangun tulisan yang ala kadarnya ini.

Love,
Anggi

About Me

read more

Posts

Recent Posts


My Community


ID Corners
indonesian hijab bloggerKumpulan Emak2 Blogger