Jejak Mungil Tanpa Alas : Catatan Drama GTM Si Kecil

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Disclaimer : saya bukan tenaga kesehatan atau pun ahli tumbuh kembang anak. Tulisan ini murni saya buat berdasarkan pengalaman pribadi. Akar permasalahan GTM tiap anak berbeda-beda. Bisa jadi penyebab anakku drama GTM berbeda dengan anak yang lain. Bisa jadi treatment yang saya berikan ke anakku, tidak bisa diterapkan ke anak lain. Permasalahan berat badan anak bisa dikonsultasikan ke DSA atau kader Posyandu. Di sini saya hanya membahas pengalaman masalah GTM pada anakku.

Bagi sebagian besar para ibu, salah satu momen membersamai anak paling sarat dengan emosi adalah ketika anak mulai menolak untuk makan atau biasa disebut dengan istilah GTM (Gerakan Tutup Mulut). Adanya tuntutan kenaikan berat badan anak tiap bulan, membuat tiap Ibu yang dilanda drama GTM pasti berada di fase stress.

Sedih rasanya kalau anak jadi tidak mau makan karena sebab yang kita sendiri tak tahu. Lebih sedih lagi kalau sudah coba berbagai cara dari A sampai Z, tapi hasilnya tetap nihil. Belum lagi menghadapi tajamnya lidah tetangga atau siapa saja yang kadang suka usil berkomentar seakan dia yang paling tahi segalanya.


Drama GTM

Saya juga termasuk ke dalam golongan Ibu yang pernah perang dengan serangan GTM, selalu gelisah, dan ingin menangis tiap masuk jam makan anak. Awalnya, si kecil baik-baik saja, tidak ada masalah saat usianya 6 – 10 bulan. Setelah itu, ia mulai menolak untuk membuka mulut saat aku naikkan tekstur dari nasi tim ke nasi utuh. Baiklah, saya pun kembali menurunkan tekstur ke nasi tim. Tidak ada masalah setelah itu. Si kecil kembali makan dengan lahap, hanya saja saya khawatir karena tak kunjung naik tekstur bisa mempengaruhi kemampuannya untuk mengunyah makanan.

Momok GTM pun kembali datang ketika usianya sudah mencapai 12 bulan. Saat itu saya masih memberinya nasi tim lembek. Beberapa kali ia menolak untuk makan, hanya beberapa suap yang masuk ke mulut. Saya putuskan untuk observasi selama beberapa hari. Ternyata, si kecil minta naik tekstur dari nasi tim lembek ke nasi biasa. Sedikit bisa bernafas lega karena akhirnya saya tahu penyebab kenapa dia GTM. Kehidupan rumah tangga pun kembali damai, aman, tentram, dan sejahtera selama beberapa minggu.

Si kecil saat minta makan sendiri.

Namun, ternyata drama GTM nya belum selesai, Bun. Masih ada episode bonus sebelum episode terakhir yang membuat saya ekstra berpikir keras, kembali stress, dan akhirnya pasrah aja sambil berdoa. Pasrah di sini artinya tetap berusaha, ya, bukan pasrah yang, "ya udah, kalau ga mau makan, ga papa". Sebab, bagaimana pun hanya Allah yang mengatur rezeki makanan yang masuk ke dalam tubuh anak. Bisa jadi ada sesuatu yang menyebabkan rezeki berupa nikmat makanan itu tak bisa masuk ke tubuh anak.

Saya mulai kembali semuanya dari awal. Berdoa, mohon ampun apabila ada kesalahan dari aku dan suami sebagai orang tua, mulai kencengin sedekah lagi, mulai tawarkan anak menu berbeda tiap hari, menyulap makanan utama jadi camilan, dan lain-lain. Sempat coba buat dia makan sendiri sambil aku suapin, tapi berhasil hanya untuk sementara.

Ketika sudah benar-benar lelah, tiba-tiba datang secercah harapan lewat media sosial bernama instagram. Saat itu, aku dipertemukan dengan akun instagram bernama @vijiclinic. Pembahasan saat itu tentang terapi nyeker yang secara penelitian punya hubungan dengan nafsu makan. Awalnya ragu, tapi sebagai orang lulusan sains yang selalu mempertimbangkan sesuatu berdasarkan hasil penelitian, aku ikhtiar untuk coba cara ini. Ditambah lagi, aku juga jarang memperbolehkan anakku bermain tanpa alas kaki. Mungkin kakinya jadi kurang stimulasi gara-gara itu dan menyebabkan proses berjalannya jadi agak lama.


Jejak Mungil Tanpa Alas

Keesokan paginya, aku ajak anakku jalan-jalan pagi tanpa alas kaki (nyeker). Tentunya dengan pengawasan ketat, ya. Aku kenalkan dengan tekstur tanah dan rumput di sekitar rumah. Jejak mungil kakinya yang tanpa alas, terlihat sangat menikmati berbagai jenis tekstur yang dirasakan oleh kakinya.

Jalan pagi di sekitar ITS

Kira-kira setengah jam kami jalan-jalan pagi, hingga tiba waktu paling mendebarkan bagiku, yaitu saat makan. Aku ajak dia cuci kaki dan tangan sebelum masuk ke dalam rumah. Setelah itu aku mulai menyiapkan sarapan untuknya.

Entah kenapa saat aku membawa piring makan, si kecil tiba-tiba berkata, "maaem...maaem..." (bahasa jawa untuk makan) dan dia kelihatan antusias sampai mendekat padaku. Raut wajahnya terlihat senang ketika suapan pertama mendarat di dalam mulutnya.

Alhamdulillah, dengan izin Allah, hari itu anakku makan dengan lahap dan selalu habis.

Besoknya, besoknya lagi, dan seterusnya aku terus melakukan ritual jalan pagi tanpa alas kaki. Sejak saat itu hingga sekarang, si kecil selalu lahap makan dengan menu apa saja. 

Lalu, sebenarnya apa sih hubungan nyeker dengan nafsu makan?

Mungkin beberapa Ibu pernah mendengar metode belajar Montessori, salah satunya bernama "sensory play". Permainan ini menggunakan berbagai macam tekstur seperti tanah, rumput, tepung, dll. untuk dipegang atau diinjak oleh kaki anak. Jadi, anak dibiarkan untuk eksplorasi berbagai jenis tekstur dengan tangan atau kaki mereka.

Nah, menurut penelitian dari Hanscom (2016), kaki dan tangan anak memiliki syaraf paling banyak yang terhubung dengan otak. Saat memegang suatu tekstur dengan tangan atau kaki, syaraf-syaraf sensorik dan motorik akan mengirimkan sinyal ke otak agar tubuh tak menganggapnya sebagai ancaman. Begitu juga dengan syaraf yang ada di dalam mulut. Dengan begitu, setiap tekstur makanan baru yang masuk ke dalam mulut tak akan dianggap ancaman oleh tubuh.

Selain itu, syaraf kaki yang sering distimulasi dengan berbagai macam tekstur akan memperkuat sendi dan otot kaki, sehingga akan membentuk postur tubuh anak dengan baik. Hal ini ternyata juga berpengaruh dengan kemampuan rahang untuk mengunyah dan kemampuan bicara anak (instagram Vijiclinic, diakses November 2021).

Setelah melakukan kegiatan ini selama beberapa minggu perkembangan jalan anakku semakin cepat. Hanya dalam waktu 3 minggu ia sudah bisa mulai berjalan sendiri, setelah sebelumnya anakku stuck di milestone "jalan sambil dititah" selama 2 bulan. Perkembangan bicaranya juga termasuk cepat. Setiap kosa kata yang aku sebutkan akan diingat, lalu diucapkan dengan lengkap.

Bonus lagi dari kegiatan nyeker dan coba berbagai macam tekstur ini adalah kualitas tidur anakku jadi membaik. Salah satu manfaat nyeker adalah menurunkan hormon kortisol sehingga memperbaiki kualitas tidur (Hanscom, 2016). Namun, tetap perlu diingat ya, selalu awasi anak ketika berjalan tanpa alas kaki.


Tips Saat Anak GTM

Begitulah pengalamanku saat drama GTM menyerang. Apa yang aku lakukan untuk anakku belum tentu cocok atau pas untuk anak yang lain. Perlu beberapa langkah dan observasi mendalam. Berikut rangkuman langkah-langkah yang sudah aku lakukan ketika anakku GTM. Siapa tahu bisa membantu ibu-ibu lain yang sedang ikhtiar :

  1. Bagi yang muslim, bisa kencengin sholat, doa, dan mohon ampun. Minta supaya rezeki makan anak tidak terhambat. Bagi yang beragama lain bisa berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Bagaimana pun juga, Sang Pencipta yang punya hak mutlak untuk mengatur rezeki tiap umatNya
  2. Lower your expectation. Santai aja, gak usah terlalu berlebihan dalam berharap
  3. Tetap ikuti feeding rules
  4. Observasi pelan-pelan mulai dari tekstur MPASI. Apakah anak minta naik atau turun
  5. Cek apakah sedang tumbuh gigi atau tidak
  6. Coba ajak makan bersama dalam satu meja makan
  7. Tawarkan anak untuk makan sendiri, siapa tahu dia sedang ingin eksplorasi dan bosan disuapi
  8. Kalau terlanjur trauma sendok, coba suapi pakai tangan. Jangan lupa cuci tangan yang bersih dulu ya
  9. Ajak anak bermain tekstur dengan tangan dan kaki
  10. Jalan-jalan tiap pagi tanpa alas kaki
  11. Tawarkan menu yang berbeda untuk tau preferensi makannya
  12. Kreasikan menu utama jadi camilan
Sebisa mungkin fokus dulu untuk menyelesaikan masalah GTM, baru kejar berat badan. Kalau fokus di keduanya secara bersamaan, yang ada malah Buibuk makin stress. Semangat ya untuk seluruh ibu di Indonesia yang sedang berjuang lawan GTM!

Share:

DIY Mainan Edukatif dari Sampah (Bagian 1)

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Sampah bisa jadi musuh dan membuat lingkungan jadi kumuh. Namun, sampah juga bisa jadi sahabat dan membawa banyak manfaat." (Anggita Ramani)

Sampah memang masih jadi masalah utama di Indonesia yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Timbunan sampah di Indonesia saja sudah mencapai 67,8 ton (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, 2020). Sebanyak 10,7 ton dari sampah itu berupa sampah plastik yang sulit terurai.

Sedih rasanya saat memikirkan generasi masa depan alias anak-anakku atau cucu-cucuku nanti. Akankah bumi masih jadi tempat yang aman dan bersahabat untuk tumbuh kembang mereka. Akankah mereka harus hidup berdampingan dengan sampah di sepanjang hidupnya.

Namun, tak dapat dipungkiri juga kalau selama ini kita sudah hidup berdampingan dengan sampah. Hanya saja, kita tak terjun langsung untuk mengolahnya. Kita hanya mengandalkan orang lain seperti pemulung atau lembaga-lembaga daur ulang sampah untuk mengolah sampah. 

"Jujur saja, selama ini mungkin sering 'tutup mata' dengan sampah, dan memilih jadi musuh mereka. Asal ada orang lain yang mengolah, ya, sudah. Selesai. Namun, tidak bisa begitu. Dunia sedang genting oleh efek perubahan iklim, masihkah mau tutup mata?"

Deg! Bagai ditampar oleh pemikiran sendiri, akhirnya aku sadar kalau selama ini masih jadi musuh sampah. Sudah saatnya ada aksi kecil dariku untuk menjadikan sampah sahabat dan membawa banyak manfaat. Salah satu hal kecil apa yang bisa aku lakukan untuk menjadikan sampah itu barang bermanfaat adalah dengan menjadikannya mainan edukatif untuk anakku.

"Ya, benar. Kau tak salah baca ketikan tulisanku. Aku menjadikan SAMPAH itu MAINAN EDUKATIF untuk anakku."

Sampah yang sering dibuang orang, aku olah jadi mainan anak edukatif seperti puzzle, stempel warna, kotak binatang makan, sensory play, dan senter kertas.


Puzzle 

Puzzle Warna dan Bentuk

Punya kardus bekas? Tinggal sediakan pewarna (crayon, cat air, dan lain-lain.), gunting, lem, dan voila! Jadilah puzzle warna. Mainan edukatif dari sampah ini bisa menstimulasi motorik halus dan kognitif anak.

Puzzle warna
Puzzle warna dari kardus bekas (dokpri)

Cara membuatnya :

  1. Potong 2 lembar kardus bekas jadi bentuk persegi panjang yang sama besar.
  2. Buat gambar bentuk seperti lingkaran, segitiga, dan segiempat di salah satu lembar kardus. Lalu potong bagian tersebut menggunakan cutter.
  3. Tempel kardus yang sudah berlubang mengikuti bentuk lingkaran, segitiga, dan segiempat, ke lembar kardus satunya.
  4. Warnai potongan bentuk lingkaran, segitiga, dan segiempat sesuka hati.
  5. Puzzle siap digunakan

Puzzle Memori

Masih punya stok kardus bekas, manfaatkan lagi jadi puzzle memori. Permainan ini juga melatih kognitif anak untuk mengingat sesuatu. Kebetulan anakku sedang suka jenis-jenis binatang, jadi aku buatkan puzzle memori binatang. Bahan yang aku gunakan adalah kardus bekas snack anakku, crayon, gunting, dan spidol.

Bahan-bahan untuk membuat puzzle memori (dokpri)
Puzzle memori (dokpri)

Cara membuat :

  1. Gambar beberapa jenis binatang di kardus bekas dan warnai sesuai selera. Kebetulan saat itu materi yang akan aku berikan adalah "Binatang dalam Al-Qur'an"
  2. Gunting gambar binatang tersebut
  3. Gambar lagi jenis binatang yang sama di kardus bekas lain tanpa diwarnai.
  4. Puzzle memori siap digunakan. Tinggal cocokkan gambar binatang yang sudah diwarnai dengan gambar binatang yang tidak diwarnai.


Stempel Warna

Anak-anak juga butuh kegiatan yang berhubungan dengan seni loh untuk ekspresi diri. Stempel warna bisa jadi sarana melukis yang paling mudah dan disukai anak. Selain itu, anak juga bisa mulai mengenal warna sejak dini.

Melukis dengan stempel warna (dokpri)

Aku pun mulai mengenalkan anakku warna sejak umurnya 12 bulan. Meskipun dia belum mengerti, paling tidak ada stimulasi warna sebagai pondasi di masa depan. Hasilnya, dia sudah bisa menyebutkan serta membedakan warna pada umur 18 bulan. Namun, tidak dipungkiri juga kalau tumbuh kembang tiap anak berbeda asalkan sesuai dengan milestone tumbuh kembang anak.

Stempel warna bisa dibuat dari 2 jenis sampah, yaitu organik dan non-organik. Stempel dari sampah organik bisa dibuat dari sisa sayuran seperti sawi, brokoli, wortel, dan lain-lain.

Stempel sayur (dokpri)

Sediakan pewarna yang ramah lingkungan seperti yang aku gunakan dari tepung dan pewarna khusus makanan. Tujuannya agar setelah bermain, sayur bisa dicuci, lalu difermentasi jadi eco-enzym. Jadi sayur yang kotor oleh pewarna tidak dibuang ke lingkungan.

Stempel warna unik (dokpri)

Stempel warna unik dari sampah non-organik bisa dibuat dari bahan seperti sisa bubble wrap, tutup botol, dan kardus. Cara membuatnya pun termasuk mudah :

  1. Potong kardus dan bubble wrap menjadi bentuk yang disukai anak
  2. Tempelkan potongan bubble wrap ke kardus bekas, lalu tempelkan tutup botol sebagai pegangan stempel di bagian atas kardus
  3. Stempel siap digunakan dan siapkan cat air untuk melukis dengan stempel


Kotak Binatang Makan

Bunda-bunda pernah nggak sih anaknya selalu tertawa ketika bermain cilukba atau suka banget narik-narik tissue di rumah sampai habis? 

Kalau pernah, itulah yang namanya konsep 'Container Play' atau permainan wadah. Anak akan mengerti konsep menyimpan benda dan lama-kelamaan ia mengerti bahwa ada tutup dari wadah itu. Saat wadah tertutup benda tersebut tak bisa ia lihat. Ia baru bisa melihat benda itu saat wadah ia buka kembali.

Container play : kotak binatang makan (dokpri)

Kemampuan anak untuk paham bahwa benda yang tak terlihat itu sebenarnya ada, berhubungan dengan kemampuan bahasa anak. Anak akan mengerti konsep bahasa adalah sesuatu yang tidak bisa ia lihat, tetapi ada. Ia juga akan paham bahwa bahasa bisa disimpan dalam wadah yang bernama otak. 

Yuk beri makan binatang ini (dokpri)

Nah, konsep permainan kotak binatang makan ini, sama dengan konsep permainan wadah. Hanya berbekal wadah kardus bekas dan kertas origami untuk menempel badan binatang, permainan wadah ini sudah jadi.

Cara bermainnya dengan memberikan anak replika makanan yang bisa dibuat dari kardus bekas atau memanfaatkan mainan anak. Anak diajarkan untuk memasukkan replika makanan tersebut ke dalam mulut binatang sesuai kapasitas ukuran wadah. Dari sini, anak akan paham kalau tiap wadah punya kapasitas sendiri-sendiri, tidak bisa dipaksakan kalau sudah penuh.


Senter Kertas dalam Gelap

Punya stok sampa plastik hitam di rumah, tapi bingung mau diolah seperti apa biar tidak terbuang sia-sia? Bisa banget nih dibuat permainan senter kertas dalam gelap. Permainan ini bisa digunakan untuk melatih anak eksplorasi terhadap suatu hal baru.

Senter kertas dalam gelap (dokpri)

Bahan yang aku pakai untuk membuat permainan ini adalah plastik klip bening besar, kantong plastik hitam bekas, spidol, kertas origami dan kardus bekas.

Detil permainan (dokpri)

  1. Gambar tema laut (bisa juga tema hutan, kebun binatang, taman, dll.) di plastik klip dengan spidol permanen warna-warni.
  2. Gunting kantong plastik hitam seukuran plastik klip, lalu masukkan potongan plastik hitam ke dalam plastik klip bening yang sudah diberi gambar.
  3. Buat senter dari kardus bekas. Tempel kertas putih dibagian gambar cahaya senter.
  4. Cara bermain dengan memasukkan senter di antara plastik klip yang ada gambarnya dan lembar kantong plastik hitam. Arahkan senter ke berbagai arah untuk menemukan hewan laut kesukaan si kecil di dalam gelap.

Begitulah beberapa mainan edukatif dari sampah yang sudah aku buat untuk anakku. Mungkin belum banyak membantu dalam mengatasi masalah sampah, tapi setidaknya aku sudah memulai langkah kecil untuk perubahan. 

Kalau tidak bisa menggerakkan orang lain untuk mengolah sampah, gerakkan dulu orang terdekat di sekitarmu, yaitu keluarga. Disadari atau tidak, kebiasaan peduli lingkungan dalam keluarga bisa mempengaruhi perilaku generasi masa depan agar peduli lingkungan juga. Jangan sampai anak cucu kita hidup dengan kesengsaraan di masa depan karena perbuatan kita di masa kini.

Share:

Face Care Scarlett Makin Lengkap dengan Essence Toner dan Glowtening Serum

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Buat Ibu muda sepertiku, me time paling sederhana yang bisa aku lakukan di rumah ya skincare an. Produk skincare yang paling favorit, ramah di kantong, dan hasilnya memuaskan menurutku adalah Scarlett.

Jujur setelah coba rangkaian face care Scarlett sebelumnya, aku nungguin banget ada toner dari Scarlett biar rangkaian skincare rutinku makin lengkap. Eh, ternyata Scarlett beneran launching produk toner dong tahun ini, bukan sekadar toner, tapi essence toner. Selain itu, Scarlett juga meluncurkan serum baru yang bikin makin glowing, yaitu glowtening serum.

Face Care Scarlett Whitening : Brightly Essence Toner dan Glowtening Serum

Seperti yang sudah aku jelaskan di postinganku sebelumnya tentang Glowing dengan Rangkaian Face Care Scarlett, produk face care Scarlett punya 2 series rangkaian produk untuk jenis kulit wajah yang berbeda, seperti :

Acne Series, dengan kemasan warna ungu untuk kulit sensitif, berminyak, berjerawat dan beruntusan.

Brightly Series, dengan kemasan warna pink untuk kulit normal, kering, dan kombinasi. Fungsinya untuk mencerahkan kulit wajah.

Wajahku termasuk jenis kulit kombinasi, serta tidak berjerawat. Aku pun fokus di rangkaian produk brightly series untuk mencerahkan wajah. Kali ini, aku akan membahas tentang Brightly Essence Toner dan Glowtening Serum, produk yang baru-baru ini diluncurkan Scarlett sebagai pelengkap rangkaian face care Scarlett.

Produk Brightly Essence Toner dan Glowtening Serum ini sudah terdaftar di BPOM, teruji tidak mengandung merkuri dan hydroquinone, not tested on animals, klaim produknya juga tergolong logis bagiku serta tidak overclaimed untuk memutihkan kulit, jadi memang lebih ke mencerahkan.

Menurutku pribadi, tidak ada skincare instan yang langsung memutihkan. Kalau pun ada, biasanya mengandung merkuri atau hydroquinone di atas batas aman dan efek sampingnya akan muncul di masa depan. Ngeri kan ya jadinya. Mau cantik, tapi di masa depan bisa bikin wajah hancur.

Brightly Essence Toner

Bukan sekadar toner, Scarlett menghadirkan essence toner, gabungan fungsi toner dan essence dalam satu botol. Dalam satu botol Brightly Essence Toner, kita sudah dapat fungsi melembabkan, menghidrasi, dan menutrisi kulit. Sebelum memakai essence toner dari Scarlett, terlebih dahulu cuci wajah hingga bersih. Bisa menggunakan Scarlett Brightening Facial Wash untuk hasil maksimal.

Cara Pakai

Cara memakai essence toner cukup mudah. Bisa dengan dua cara, yaitu:

  1. Menggunakan tangan : tuangkan essence toner ke telapak tangan yang sudah bersih, lalu usapkan ke wajah dan leher. Tepuk-tepuk pelan agar semakin meresap ke dalam kulit.
  2. Menggunakan kapas : tuangkan essence toner di kapas, lalu sapukan ke wajah sambil ditekan-tekan lembut.
Setelah memakai essence toner, jangan kaget karena memang ada sensasi dingin di kulit. Wajah jadi semakin segar dan terasa rileks.

Packaging

Jenis kemasan yang digunakan oleh Brightly Essence Toner adalah botol pump semprot dengan badan botol berwarna pink transparan. Jadi, bisa dilihat wujud essence toner berupa cairan bening dengan boba mini gemas berwarna pink yang berisi kandungan bahan aktif di dalam botol.

Di badan botol ada komposisi, cara pemakaian, keterangan ukuran 100 mL, dan nomer BPOM. Sticker hologram yang menandakan bahwa produk dari Scarlett Whitening  ini ASLI, ada di kemasan box karton essence toner bagian belakang. Harga produk ini cukup terjangkau, hanya Rp75.000 saja.

Tekstur dan Wangi

Tekstur Brightly Essence Toner berupa cairan bening dengan butiran mirip boba berwarna pink. Butiran mirip boba tersebut berisi bahan aktif. Jika disemprot ke kapas, butiran mirip boba tersebut akan tampak pecah di permukaan kapas.

Tekstur cair Brightly Essence Toner

Wangi essence toner ini mirip seperti anggur. Ternyata setelah aku lihat, salah satu komposisinya adalah grape water atau air anggur. Wanginya lembut dan efeknya seperti menenangkan wajah yang mungkin terasa berat setelah seharian beraktivitas.

Komposisi

Dalam 100 mL botol essence toner ini mengandung bahan-bahan seperti:

  1. Vitamin C untuk meningkatkan produksi kolagen
  2. Glutathione untuk mencerahkan kulit
  3. Witch Hazel Extract untuk membantu meredakan peradangan dan mengencangkan pori-pori
  4. Jeju Propolis Extract yang meregenerasi kulit untuk membantu membuat tekstur kulit lebih halus dan kenyal
  5. Allantoin untuk melembabkan, menenangkan, dan sifat anti-iritasi
  6. Niacinamide membantu meminimalkan pori-pori yang membesar
  7. Grape Water untuk melembabkan, menenangkan dan menyegarkan kulit


Glowtening Serum

Setelah menggunakan essence toner, barulah serum bisa diaplikasikan ke wajah. Penggunaan Glowtening serum ini bisa digabung dengan serum lain seperti Brightly Ever After agar hasilnya lebih glowing cerah maksimal.

Cara Pakai

Cara memakai Glowtening Serum cukup mudah. Jika ingin memakai serum gabungan, sebelumnya pakai dulu serum Brightly Ever After atau Acne Serum. Setelah itu tunggu sekitar 2 menit, lalu teteskan 2-3 tetes glowtening serum ke wajah, usap hingga rata. Tepuk-tepuk perlahan agar cepat meresap.

Kalau aku pribadi memakai gabungan serum Brightly Ever After dan Glowtening. Setelah memakai keduanya, wajahku terasa lebih kencang, dan lebih glowing dibanding tanpa memakai glowtening serum.

Packaging

Kemasan Glowtening Serum berupa botol kaca dengan laminasi doff  berukuran 15ml dan tutup pipet. Botol kaca ini kemudian dimasukkan dalam box cantik dengan desain pink magenta yang menggemaskan.

Sama seperti Brightly Essence Toner, Di badan botol ada komposisi, cara pemakaian, keterangan ukuran 15 mL, dan nomer BPOM. Sticker hologram ada di kemasan box karton di bagian belakangHarga produk ini juga Rp75.000 saja.

Tekstur dan Wangi

Sedikit berbeda dengan serum Brightly Ever After, serum Glowtening teksturnya sedikit kental dengan warna putih, dan agak lambat meresap di kulitku yang kombinasi cenderung berminyak.

Tekstur Glowtening Serum

Serum Glowtening punya wangi mirip rempah cengkeh kalau menurutku. Ternyata memang ada komposisi beberapa essentials oil di dalamnya dan juga ekstrak tumbuhan.

Komposisi

Scarlett Glowtening Serum mengandung 16,5% komposisi bahan aktif dan sisanya bahan pendukung. Beberapa bahan aktif dalam Glowtening Serum

  1. Tranexamide Acid  berfungsi meredakan peradangan kulit, melindungi kulit dari sinar UV, dan meratakan warna kulit.
  2. Niacinamide untuk melembabkan kulit, menyamarkan noda hitam, dan mengendalikan produksi minyak pada wajah.
  3. Allantoin, zat ini kaya akan antioksidan, sehingga mampu merangsang pertumbuhan kolagen pada kulit.
  4. Geranium Oil untuk menyamarkan garis halus pada wajah serta mengencangkan kulit dan memperlambat penuaan.
  5. Licorice extract untuk mencerahkan wajah.

My Impression

Setelah 3 minggu bersama produk Scarlett Whitening Facecare : Brightly Essence Toner, Glowtening Serum, dan produk face care Scarlett yang sudah aku pakai sebelumnya, wajahku jadi makin cerah sekaligus glowing. Apalagi di usiaku yang hampir mencapai angka 30, merawat kulit jadi suatu kewajiban biar suami makin sayang, dong.

Kiri : sebelum pemakaian, Kanan : 3 minggu setelah pemakaian

Me time dengan skincare an juga membuatku bisa menghilangkan stressp sebagai Ibu Rumah Tangga. Percaya, deh, ketika kita merasa diri kita cantik, pasti bawaannya "hepi" terus sepanjang hari.

Oiya, skincare itu cocok-cocokan ya. Cocok di aku belum tentu cocok di kulit teman-teman. Kulitku tipe kombinasi dan tidak berjerawat, kebetulan cocok dengan rangkaian face care Scarlett dan akan terus menggunakannya setiap hari.

Tertarik untuk membeli? Langsung aja bisa cek di link berikut ya https://linktr.ee/scarlett_whitening. Dijamin kamu nggak bakalan nyesel, harganya juga affordable  hanya Rp75.000 rupiah aja per item. 

Share:

Wardah Beauty Moves You "The Experience", Ajak Wanita Indonesia Bergerak untuk Perubahan

Assalamu'alaikum, Surabaya!

Sebagai wanita Indonesia, dulu aku pernah berpikir bahwa aku ini tidak cantik. Kadang pernah berpikir juga, "aku kok gak secantik dia ya? Apalah aku yang punya kulit sawo matang, agak berisi, hmmmm, syedih deh..."

Hal itu terjadi karena stigma cantik di Indonesia kebanyakan masih terbatas di "wanita cantik adalah wanita yang putih, tinggi, dan langsing". Padahal definisi cantik itu sebenarnya sangat luas sekali, seperti kampanye #BeautyMovesYou yang digaungkan oleh Wardah sebagai brand kecantikan. Melalui kampanye tersebut, Wardah ajak wanita Indonesia untuk mengenali aspek "nilai cantik" selain fisik seperti nilai progresif, modern, dan bermanfaat bagi sesama ataupun lingkungan sekitar.

Brave beauties, begitulah sebutan yang disematkan oleh Wardah kepada para wanita yang berani menemukan sendiri nilai cantiknya serta bergerak untuk membawa kebermanfaatan bagi sekitarnya. Wardah juga adakan rangkaian acara Beauty Moves You "The Experience" pada tanggal 30-31 Oktober 2021 lalu, sebagai peluncuran kampanye #BeautyMovesYou dengan berbagai bintang tamu hebat penggerak perubahan dalam bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan gaya hidup halal.

Halaman depan acara virtual 3D Wardah Beauty Moves You "The Experience"

Acara tersebut dilakukan secara virtual 3D yang bisa diakses lewat smartphone atau laptop. Pengunjung bisa jalan-jalan virtual melihat live stage, beauty space, beauty technology, innovation centre, crystal capsule, dan crystal secret games. Rasanya seru sekali karena rasanya jadi seperti datang ke tempat asli. Apalagi jika menggunakan smartphone android, bisa mengaktifkan fitur google VR, sehingga bisa sambil jalan-jalan juga, jadi makin seruuu deh.

Fasilitas Google VR yang bisa digunakan selama acara

Selama 2 hari mengikuti acara dari wardah, aku pribadi dapat insight yang powerfull banget tentang bagaimana seorang wanita itu bisa jadi brave beauties yang bermanfaat bagi sekitar. Nah, gimana sih keseruan acara Wardah Beauty Moves You "The Experience"? Berikut rangkuman acara yang aku pilih untuk ikuti secara virtual selama 2 hari.


Hari Pertama Wardah Beauty Moves You "The Experience"


Pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021 pukul 10.45, acara dibuka dengan sambutan dari Amalia Sarah Santi, Chief Marketing Officer dari PT. Paragon Technology and Innovation. Beliau menyampaikan komitmen Wardah untuk terus tumbuh, berinovasi, dan menyebar kebermanfaatan bagi wanita Indonesia. Sejak awal Wardah memang ada untuk menginspirasi wanita Indonesia agar terus berekspresi, bergerak dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Wardah berharap lewat kampanye #BeautyMovesYou, wanita Indonesia bisa jadi individu yang progresif dan penggerak perubahan di sekitarnya.



Beauty Moves : The Changes for Environment

Isu lingkungan saat ini sedang jadi sorotan seluruh dunia. Bagaimana tidak, suhu bumi terus naik hingga hampir melampaui batas aman akibat pemanasan global. Dampak yang paling mengerikan adalah ketika es di kutub mencair dan menenggelamkan sebagian daratan. Saat ini bumi sudah tak butuh slogan tanpa makna, tapi butuh aksi nyata. Berangkat dari isu tersebut, Wardah menghadirkan tiga orang brave beauties yang peka dengan isu lingkungan. Dipandu oleh Shafira Umm, ketiga orang tersebut adalah Maurilla Imron (Founder Zerowaste Indonesia), Cynthia Lestari (Founder LyfewithLess), dan Dewi Sandra (Brand Ambassador Wardah).
Para pembicara di hari 1

Dimulai dari Maurilla Imron yang mencurahkan keprihatinannya terhadap gejala perubahan iklim yang sudah dirasakan di beberapa daerah tertentu seperti keanekaragaman hayati yang mulai hilang, banyak orang yang kehilangan tempat tinggal karena bencana alam, dan lain-lain. Maurilla bersama Zerowaste Indonesia pun memberikan edukasi berbasis daring tentang gaya hidup peduli lingkungan dan berkelanjutan.

Senada dengan Maurilla, Cynthia Lestari juga memberikan edukasi daring kepada masyarakat tentang bijak berkonsumsi. Melalui LyfewithLess, Cynthia ajak masyarakat jadi konsumen yang sadar, peka, dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita beli, terutama sampah yang dihasilkan dari perilaku konsumen. Selain itu, Cynthia juga gaungkan kampanye dengan Wardah "Pakai Sampai Habis", yaitu kampanye agar konsumen terbiasa menghabiskan apa yang sudah dia beli sebelum membeli yang baru. Misalkan saat membeli  skincare Wardah, lalu tiba-tiba keluar produk baru lagi, dan ingin membelinya. Maka, sabar dulu sambil habiskan dulu produk sebelumnya, baru setelah habis bisa beli produk baru Wardah.

Dewi Sandra, Brand Ambassador Wardah
Sedikit berbeda dengan dua brave beauties tersebut, Dewi Sandra hadir sebagai wakil Wardah untuk menunjukkan bahwa Wardah sebagai produk halal tentunya juga sangat memikirkan mulai dari proses produksi, hingga sampah produksi agar tak merusak lingkungan. Bahkan, Wardah kini punya mesin daur ulang sendiri. Salah satu hasilnya adalah meja dari sampah produksi bedak Wardah. Wow! Jadi makin cinta sama produk Wardah.

Sesi pertama ini jadi penyemangatku untuk hidup lebih ramah lingkungan, tak lelah meraih mimpi, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi sekitar meskipun aku seorang wanita sekaligus ibu rumah tangga. 

Peluncuran Produk Baru Wardah : Crystal Secret

Selain talkshow, di acara Wardah Beauty Moves You "The Experience" juga ada peluncuran rangkaian produk baru wardah yang bernama Crystal Secret. Peluncuran Wardah Crystal Secret dihadiri oleh Tiara Putri (Head of Wardah Face Care), Tatjana Saphira (Brand Ambassador Wardah), dr. Sari Chaerunnisa (R&D Director of PT Paragon Technology and Innovation), dan Ivy Batuta sebagai MC. Selain itu ada juga pemaparan dari Fabrice Guillemard (Global Skin Expert).


Produk ini merupakan transformasi dari Wardah White Secret menjadi Crystal Secret dengan bahan aktif dari ekstrak bunga yang terkenal dengan lambang keabadiannya, yaitu Edelweiss dan alpha arbutin murni. Wardah sendiri punya perkebunan Edelweiss di Pegunungan Alpen Swiss, dimana air dan udara di sini kemurniannya tinggi.  Fungsi ekstrak Edelweiss dan alpha arbutin adalah untuk mencerahkan wajah, terutama wajah wanita Indonesia yang sering mengalami pigmentasi.

Performa Musik : Yura Yunita

Menjelang sore hari, rangkaian Wardah Beauty Moves You "The Experience" hari ini ditutup dengan pertunjukan dari Yura Yunita. Mojang Bandung itu membawakan 4 lagu yang berjudul Holalaa, Bandung, Tutur Batin, dan Mulai langkahmu.Diiringi dengan musik akustik, Yura Yunita sukses menyanyikan keempat lagu tersebut dengan penampilan yang memukau. Salah satu lagu yang membuatku terkesan adalah lagu yang berjudul "Tutur Batin".


Lagu ini menceritakan pengalaman seseorang yang selalu menuntut dirinya untuk sempurna. Yura Yunita juga mengatakan bahwa keinginan untuk meraih kesempurnaan itu tak kan ada habisnya kalau kita belum menerima apa yang sudah kita punya. Hampir senada dan seirama dengan kampanye Wardah yang selalu mengingatkan bahwa cantiknya wanita itu tak melulu harus fisik yang cantik sempurna paripurna. Kita harus menerima kecantikan yang kita punya, barulah kita bisa menebar manfaat lebih sempurna untuk sekitar. Musiknya pun melankolis sekali, cocok untuk dibawakan jelang senja. 

Hari Kedua Wardah Beauty Moves You "The Experience"


Hari kedua rangkaian acara Wardah Beauty Moves (31/10/2021) dibuka oleh sambutan dari Menteri Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim. Beliau menyebutkan bahwa sudah banyak peran serta wanita dalam pemerintahan Indonesia. Bahkan dalam salah satu surat R. A. Kartini disebutkan bahwa pendidikan pertama seorang anak manusia ada di tangan wanita. Oleh karena itu, wanita tentunya juga bisa jadi penggerak perubahan, terutama di bidang pendidikan.


Beauty Moves : The Future of education


Sesi pertama di hari kedua, diawali dengan tema pendidikan. Dimoderatori oleh dr. Nadhira Afifa yang juga Brand Ambassador Wardah, sesi ini juga dihadiri oleh banyak orang super keren. Sebut saja Salman Subakat (CEO PT Paragon Inovation ), Randy Jusuf (Managing Director Google Indonesia), Najwa Shihab (Founder of Narasi), dan Putri Tanjung (Chief of Creative Experience Office by CT CORP). Rasanya langsung berapi-api kalau membahas dunia pendidikan karena aku juga pernah bekerja di dunia pendidikan, apalagi sekarang pekerjaan utamaku adalah mendidik anak.

Pembicara hari kedua
Talkshow dimulai dengan pemaparan Salman Subakat tentang motivasi Wardah dalam memberikan dukungan terhadap pendidikan Indonesia melalui program CSR perusahaan. Pak Salman menekankan bahwa pendidikan adalah core atau inti setiap individu agar mampu berkembang. Pendidikan dalam keluarga juga tak kalah penting. Oleh karena itu, beberapa program Wardah seperti Inspiring Teacher dan Inspiring Lecturer sudah melahirkan 7000 guru yang masih terus bergerak dan memberikan manfaat bagi sesama hingga sekarang.

Selanjutnya, Randy Jusuf menjelaskan beberapa program google terkait pendidikan di Indonesia seperti "Mengajar dari Mana Saja" untuk memberikan literasi digital kepada orang tua, "Woman Founder dan Bangkit" untuk memberdayakan wanita di bidang teknologi. Pak Randy juga berharap wanita Indonesia punya kesempatan yang sama dengan laki-laki terkait kemampuan teknologi dan berani bergerak untuk membawa perubahan, seperti kampanye Wardah.


Selaras dengan kedua pembicara tersebut, Najwa Shihab juga sepakat bahwa pendidikan itu penting. Apalagi pendidikan untuk wanita, jauh tak kalah penting karena wanita cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas. Aku pribadi sangat menyukai pemikiran-pemikiran Mbak Nana (panggilan akrab Najwa Shihab) tentang wanita dan pendidikan. Masalah terbesar pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan finansial dan intelektual. Beliau menyampaikan bahwa untuk memajukan pendidikan di Indonesia, tak melulu harus bergantung kepada pemerintah, tapi bisa juga dengan kolaborasi antar lembaga agar kesenjangan tersebut dapat diperkecil.

Putri Tanjung juga merasakan hal yang sama terhadap pendidikan di Indonesia. Menurutnya ada tiga hal penting pilar pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan keluarga. Aku pribadi menggaris bawahi pendidikan keluarga. Kembali lagi ke pernyataan Pak Salman dan Mbak Nana bahwa pendidikan keluarga itu juga punya peran penting, terutama peran seorang wanita dalam mendidik anak. 

Setelah mengikuti talkshow Beauty Moves The Future of Education, aku makin bersemangat untuk menjadi guru terbaik bagi anakku. Selain itu, aku juga tak perlu merasa minder karena sudah tidak bekerja. Aku juga bisa jadi brave beauties yang menginspirasi ibu-ibu lain dengan ilmu parenting yang aku terapkan untuk pendidikan anakku.

Performa Musik : Tulus

Hari terakhir rangkaian acara Wardah Beauty Moves You "The Experience" ditutp dengan pertunjukan musik dari Tulus. Dibalik pembawaan Tulus yang cukup santai, ternyata diam-diam Tulus sudah memiliki beberapa kolaborasi dengan Wardah, seperti Bantu Guru Belajar Lagi dan Teman Gajah Tulus

Sore ini Tulus membawakan beberapa lagu seperti Baru, Bersamamu (lagu kolaborasi ciptaan Tulus untuk memperingati 25 tahun Wardah di tahun 2020), Labirin, Jangan Cintai Aku Apa Adanya dan lagu yang sempat viral di Tik Tok "Manusia Kuat". Tetap saja, lagu terakhir berjudul "Manusia Kuat" selalu paling berkesan bagiku.

Lagu itu mengajarkanku untuk selalu berjuang meraih mimpi sebagai wanita, meskipun kadang selalu ada faktor X yang menjegal tiap usahaku. Namun, aku akan selalu berjuang untuk meraih kebermanfaatan untuk sekitar sebagai seorang brave beauties yang berani meraih mimpi, menginspirasi, dan bermanfaat bagi orang lain.

Nah, seru banget kan acara Wardah Beauty Moves You "The Experience"! Kamu juga tetep bisa loh nonton replay acara ini di YouTube Wardah.


Share:

Potensi Biji Mangrove Surabaya Sebagai Biofuel

"Aku hidup di masa kini dengan menggunakan jatah hidup anak dan cucuku di masa depan.  Aku terus saja membuang energi kotor dari kendaraan yang aku pakai, kompor yang aku nyalakan tiap hari, dan air yang kadang aku buang percuma selepas mencuci beras. Air, tanah, tumbuhan, bahkan udara yang aku nikmati sekarang, bisa jadi tak bisa dinikmati oleh generasi masa depan karena aku. Prediksi kerusakan bumi akibat krisis iklim di tahun 2030 membuatku sadar, ada kehidupan di masa depan yang harus aku lindungi dan perjuangkan. Bukan lagi slogan atau teori tentang melindungi bumi, namun butuh aksi nyata untuk menyelamatkan bumi dari dampak krisis iklim. " 


Begitulah sepucuk memoar kegelisahanku dalam mengadapi dampak krisis iklim dunia yang semakin mengganas. Bumi kita makin hari makin panas. Kenaikan suhu bumi akan melampaui batas aman pada tahun 2030 dengan skenario terburuk mencairnya es di kutub sehingga permukaan air laut akan naik dan bisa menenggelamkan daratan. Jadi, isu "Jakarta tenggelam" akan menjadi suatu kenyataan jika tidak dibarengi aksi nyata untuk menekan dampak krisis iklim dunia.

Krisis Iklim Dunia, Glasgow on Fire!

Menyikapi dampak pemanasan global yang berujung pada krisis iklim dunia, sebanyak 190 pemimpin negara di dunia akan berkumpul secara virtual di Glasgow, Skotlandia untuk membahas masalah krisis iklim dunia yang semakin wow! Indonesia pastinya juga akan turut hadir dalam acara UN Climate Change Conference (COP26) tersebut. Momentum ini akan sangat menentukan masa depan bumi karena di COP26 akan dibahas aksi nyata dan komitmen 190 negara untuk menekan dampak krisis iklim.


Kali ini COP26 harus benar-benar menghasilkan poin-poin aksi nyata untuk mencapai 4 tujuan utama COP selama ini, yaitu :
  1. Emisi bersih pada 2050
  2. Adaptasi dengan melindungi masyarakat dan habitat alami
  3. Prioritas untuk pendanaan iklim
  4. Penyelesaian Paris Rulebook

Indonesia Butuh Energi Bersih Pengganti Energi Fosil

Dampak krisis iklim itu sangat serius, oleh karena itu butuh langkah ambisius untuk mencapainya. Dunia, termasuk Indonesia, tak lagi butuh slogan manis, tapi butuh aksi praktis untuk hadapi krisis iklim.

Salah satu langkah ambisius dan praktis yang dibutuhkan Indonesia adalah segera beralih dari energi fosil ke energi bersih terbarukan untuk mencapai emisi bersih.  Namun, Indonesia masih memiliki efek ketergantungan yang kuat pada bahan bakar fosil karena harga yang relatif murah, contohnya seperti batu bara. 

Solusi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi hal tersebut adalah memanfaatkan bahan bakar nabati atau disebut juga sebagai biofuel. Bahan bakar nabati lebih ramah lingkungan serta mengahasilkan gas emisi 48 persen lebih kecil dibandingkan bahan bakar fosil. 

Sejak tahun 2004, pemerintah Indonesia mengembangkan kebijakan untuk mempromosikan produksi biofuel seperti biodiesel dan bioetanol sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN) pengganti Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006. Peraturan lain juga dibuat untuk mendukung hal tersebut seperti pembentukan tim nasional pengembangan biofuel tahun 2008. Hingga pada awal tahun 2020, seluruh SPBU di Indonesia sudah bisa menyediakan biosolar dari hasil pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel dan bahan bakar minyak jenis solar.

Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Alternatif Energi Bersih Terbarukan

Bahan bakar nabati atau Biofuel secara luas didefinisikan sebagai padatan, cairan atau gas bakar yang diturunkan dari biomassa tumbuhan atau produk samping tumbuhan. Dalam arti sempit, biofuel didefinisikan sebagai cairan atau gas yang digunakan sebagai bahan bakar transportasi dan berasal dari materi tumbuhan atau produk sampingnya. Biofuel dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu bioetanol, biogas, dan biodiesel.


Bioetanol

Bioetanol merupakan jenis bahan bakar nabati yang relatif mudah dan murah diproduksi sehingga industri rumahan sederhana pun mampu membuatnya.  Cara membuat Bioetanol  dengan teknik fermentasi terhadap biomassa yang dapat diperbaharui seperti umbi-umbian, jagung, tebu, bahkan limbah sayuran. Setelah itu, hasil fermentasi harus didestilasi untuk mendapatkan cairan bioetanol murni.

Biogas

Biogas merupakan jenis bahan bakar nabati yang berasal dari hasil fermentasi bahan organik seperti limbah rumah tangga, kotoran (manusia atau hewan), dan limbah yang dapat didaur ulang (biodegradable). Proses fermentasi bahan organik tersebut akan menghasilkan gas dengan kandungan utama metana dan karbon dioksida. Gas inilah yang disebut sebagai biogas.

Biodiesel

Di Indonesia, biodiesel sebagian besar diproduksi dari minyak kelapa sawit, tapi hal tersebut menyebabkan ekspansi lahan untuk kelapa sawit yang berbuah kerusakan lingkungan. Padahal, sebenarnya biodiesel dapat diproduksi dari beberapa jenis bahan baku :
1. Tanaman pangan yang mengandung minyak nabati: kelapa, kedelai, dan lain-lain.
2. Tanaman tidak dapat dimakan yang mengandung minyak: jarak pagar, nyamplung, kelor, kemiri sunan, dan lain-lain.

Biji Mangrove Sebagai Alternatif Biofuel di Surabaya


Salah satu biofuel yang sudah tersedia di SPBU Indonesia, termasuk Surabaya, adalah biosolar. Bahan bakar diesel tersebut  didapatkan dari minyak nabati seperti minyak kelapa sawit dan minyak pohon jarak pagar, dibuat dengan proses transesterifikasi. Proses ini pada dasarnya merupakan proses yang mereaksikan minyak nabati dengan metanol, etanol, dan katalisator (NaOH atau KOH). Dari hasil proses transesterifikasi itu akan dihasilkan metil ester asam lemak murni (Fatty Acid Metyl Ester/FAME). Lalu FAME tersebut dicampur dengan solar murni selama sekitar sepuluh menit untuk menghasilkan bahan bakar Biosolar yang siap pakai. Biosolar memiliki kelebihan dibanding bahan bakar fosil seperti, karakter pembakaran yang relatif bersih dan ramah lingkungan.

Namun, penggunaan bahan baku kelapa sawit dalam proses produksi tersebut masih dianggap punya dampak kerusakan lingkungan ketika banyak sekali ekspansi lahan terjadi untuk penanaman pohon kelapa sawit. Padahal, secara geografis Indonesia memiliki potensi yang tinggi untuk menghasilkan sumber energi 
alternatif, diantaranya dari bahan biji buah mangrove.


Menurut Noor dkk. (2006), Indonesia memiliki hutan mangrove terluas dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Berdasarkan data FAO pada tahun 2007, luas hutan Mangrove di Indonesia pada tahun 2005 mencapai 3.062.300 hektar atau 19% dari luas hutan mangrove di dunia, melebihi Australia (10%) dan Brazil (7%). Hal tersebut menjadikan mangrove berpotensi jadi bahan baku biodiesel dengan ketersediaan yang berlimpah. Ditambah lagi, pada tahun 2011, Gunawan dkk. telah melakukan penelitian biji mangrove dari hutan mangrove di pantai timur Surabaya, sebagai bahan baku pembuatan biodiesel .

Hasil penelitian biodiesel dari biji mangrove tersebut memiliki tingkat bilangan setana yang lebih tinggi dibandingkan biosolar. Semakin tinggi nilai setana, semakin baik kualitas biodiesel karena pembakaran lebih sempurna dan efisien. Selain itu, diperkirakan biaya untuk pembuatan biodiesel dari biji mangrove lebih murah daripada biosolar. Pada produksi tingkat laboratorium saja hanya memerlukan biaya sekitar 2500 per liter.

Ketersediaan Mangrove di Surabaya

Dalam Laporan Survey Analisa Vegetasi Mangrove oleh tim Dinas Lingkungan Hidup Surabaya tahun 2018, ekosistem mangrove di Surabaya dapat dibagi menjadi wilayah pantai utara Surabaya (Panturbaya)  dan wilayah pantai timur Surabaya (Pamurbaya). Jenis mangrove yang ada di pantura dan pamurbaya didominasi  genus Avicennia (mangrove terbuka) dan Rhizophora (mangrove tengah). Genus lain yang juga ada yaitu Sonneratia (mangrove payau)Bruguierra, dan Xylocarpus (mangrove daratan).



Perkiraan luas wilayah ekosistem mangrove di panturbaya sekitar 150 hektar yang meliputi Romokalisari, Greges, dan Tambak Langon. Wilayah pamurbaya memiliki luas ekosistem lebih besar daripada panturbaya, sekitar 800 hektar yang tersebar ke beberapa wilayah seperti Tambak Wedi, Kenjeran, Keputih, Gunung Anyar, dan Wonorejo. Pada wilayah panturbaya dan pamurbaya, kerapatan mangrove sekitar 2000-3000 pohon per 1 hektar wilayah. Jumlah tersebut cenderung naik setiap tahun karena usaha pemerintah untuk mengembalikan luas ekosistem mangrove yang sempat berkurang karena rusak.

Biofuel jenis Biodiesel dari Biji Mangrove

Beberapa penelitian pernah dilakukan untuk membuat biodiesel dari biji mangrove. Seperti penelitian Gunawan dkk. (2011) yang membuat biodiesel dari mangrove genus Xylocarpus dari pamurbaya. Hasil penelitian menyebutkan bahwa tiap 1 gram minyak mentah dari biji mangrove bisa terkonversi menjadi 0,32 gram biodiesel atau sekitar 32% berat.

Penelitian lain (Suyono dkk., 2017) menyebutkan bahwa biodiesel dari mangrove genus Callophylum memiliki rendemen minyak 40-70% lebih tinggi dibandingkan tanaman jarak dan kelapa sawit. Angka setana yang dihasilkan juga cukup tinggi, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Kedua penelitian tersebut menunjukkan potensi biji mangrove sebagai bahan baku pembuatan biofuel jenis biodiesel yang ramah lingkungan, murah, dan dapat diperbaharui. Selain itu, tak perlu ekspansi lahan untuk budidaya mangrove karena luas ekosistem mangrove di Indonesia sangat besar. 

Hanya saja, perlu penelitian lanjutan mengenai beberapa hal agar potensi biji mangrove bisa digali lebih dalam lagi seperti :
  • Kemampuan genus lain untuk menghasilkan biodiesel agar mendapatkan data genus mangrove mana yang paling berpotensi untuk dijadikan bahan baku biodiesel.
  • Penelitian tentang bilangan sektan beberapa biodiesel dari genus mangrove.
  • Estimasi perbandingan luas ekosistem mangrove dan kebutuhan biofuel di masa depan.

Referensi

  1. Anastasia Kharina, Chris Malins, and Stephanie Searle, Biofuels policy in Indonesia: Overview and status report. (ICCT: Washington, DC, 2016), https://theicct.org/publications/biofuels-policy-indonesia-overview-and-status-report
  2. "Apa itu Biofuel (Bahan Bakar Nabati)?",Madani Berkelanjutan, diakses pada 25 Oktober 2020, https://madaniberkelanjutan.id/2021/10/05/apa-itu-biofuel-bahan-bakar-nabati
  3. Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, 2018, "Laporan Survey Analisa Vegetasi Mangrove", Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Surabaya
  4. FAO, 2007, "The World’s Mangroves 1980–2005". Forest Resources Assessment Working Paper No. 153. Food and Agriculture Organization of The United Nations, Rome
  5. Gunawan, S., Darmawan, Dhika, A., Setio, A., Nanda, M., dan Aliwafa, 2011, "POTENSI BIJI BUAH MANGROVE XYLOCARPUS MOLUCCENSI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL", Seminar Rekayasa Kimia dan Proses, UNDIP, Semarang
  6. Karna Wijaya, "Biofuel dari Biomassa", Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, diakses pada 25 Oktober 2020, https://pse.ugm.ac.id/biofuel-dari-biomassa/
  7. Noor, Yus Rusila., M. Khazali., I.N.N. Suryadipura, 2006, "Panduan mengenal mangrove di Indonesia", Wetlands International Indonesia Programme
  8. Suyono, Hartanti, N.U., Wibowo, A., dan Narto, 2017, "Biodisel dari Mangrove Jenis Nyamplung (Callophylum inophyllum) sebagai Alternatif Pengganti Bahan Bakar Minyak Fosil", Biosfera, vol. 34, hal. 123-130.


Share:

Anggita R. K. Wardani

read more

Recent Posts


Posts

My Instagram Gallery

My Community