Corona dan Jungkir Balik Kehidupan Normal


Halo, New Normal!

Tahun 2020 diawali dengan teror tak kasat mata dari keluarga besar virus Corona jenis baru bernama COVID-19. Berawal dari kota Wuhan di China, saat ini wabah COVID-19 telah menyebar luas hingga ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus yang cukup mematikan ini dapat menginfeksi siapa saja. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh lemah jauh lebih rentan terhadap serangan virus ini.

Tak hanya bersifat mematikan, kehadiran virus ini mampu menjungkir balikkan tatanan kehidupan normal seluruh masyarakat Indonesia hingga menghadapi era yang disebut "New Normal" atau tatanan hidup normal yang baru. Masker, hand sanitizer, bahkan face shield menjadi item baru yang wajib dibawa saat keluar rumah. Kehidupan sosial jadi bersifat terbatas dan masih berada di bayang-bayang ancaman kematian oleh virus Corona.

New Normal starter pack (sumber : dokumentasi pribadi)

Tak heran kondisi ini mengakibatkan sebagian orang masih parno untuk keluar rumah. Bahkan, untuk urusan pergi ke fasilitas publik seperti puskesmas atau rumah sakit menjadi momok tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kesehatan juga sangat penting untuk dijaga di masa pandemi saat ini. Ditambah lagi, banyak protokol kesehatan di beberapa sektor yang mengharuskan kita untuk melakukan rapid test, seperti saat bepergian dengan kereta atau pesawat, persiapan persalinan, tes penerimaan mahasiswa baru atau kerja, dan masih banyak lagi.

Nah, di zaman teknologi yang sudah sangat canggih ini, telah hadir aplikasi Halodoc yang bisa menghubungkan pasien dan tenaga medis hanya dengan sentuhan di layar ponsel. Melalui aplikasi ini, kita dapat dengan mudah memesan obat, tanya dokter, cek lab, buat janji dengan Rumah Sakit, bahkan sampai ada akses drive thru untuk rapid test atau homecare rapid test.

Sehat Lebih Tenang di Masa Pandemi dengan Aplikasi Halodoc

Aplikasi Halodoc merupakan aplikasi yang menyediakan fitur untuk membantu penggunanya mendapatkan layanan medis secara cepat, aman, akurat, dan terpercaya. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan kita untuk mengurangi interaksi secara langsung dengan memutus rantai penyebaran COVID-19. Melalui aplikasi Halodoc, kita dapat melakukan chat, panggilan suara atau panggilan video dengan dokter yang tersedia 24 jam tanpa harus pergi ke rumah sakit atau klinik.

Halaman muka aplikasi Halodoc (sumber : dokumentasi pribadi)

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur directory agar pengguna bisa menemukan informasi seperti dokter, rumah sakit, dan klinik terdekat. Selain itu, Halodoc juga terintegrasi dengan toko kesehatan sekaligus jasa layanan antar yang memungkinkan kita untuk memesan obat secara praktis, tanpa antri, pasti ada, dan diantar sampai ke rumah. Sangat memudahkan sekali untuk membeli obat tanpa harus cek satu per satu ke apotek, terutama di masa pandemi.

Fitur rapid test COVID-19 di aplikasi Halodoc (sumber : dokumentasi pribadi)

Di masa pandemi ini, sebagai upaya membantu pemerintah dalam penekanan laju kasus COVID-19, ada fitur tambahan di aplikasi Halodoc untuk tes COVID-19. Layanan tersebut berupa rapid test yang berlokasi di Jabodetabek. Layanan rapid test  via Halodoc bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit. Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah yang diambil akan digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Dengan begini, pasien pada tahap awal infeksi dapat diidentifikasi lebih cepat.
HaloDoc juga memiliki fitur Directory dimana pengguna bisa menemukan informasi lengkap mengenai dokter, rumah sakit dan klinik terdekat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aplikasi HaloDoc: Solusi Layanan Kesehatan Masyarakat Indonesia", https://biz.kompas.com/read/2016/04/27/080000628/Aplikasi.HaloDoc.Solusi.Layanan.Kesehatan.Masyarakat.Indonesia.
HaloDoc juga memiliki fitur Directory dimana pengguna bisa menemukan informasi lengkap mengenai dokter, rumah sakit dan klinik terdekat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aplikasi HaloDoc: Solusi Layanan Kesehatan Masyarakat Indonesia", https://biz.kompas.com/read/2016/04/27/080000628/Aplikasi.HaloDoc.Solusi.Layanan.Kesehatan.Masyarakat.Indonesia.

Drive Thru Rapid Test COVID-19 Via Halodoc

Selain layanan berupa rapid test, Halodoc lagi-lagi menggandeng beberapa rumah sakit untuk menambahkan fitur layanan rapid test secara drive thru, sehingga lebih jauh lebih aman. Salah satu rumah sakit di Jabodetabek yang terintegrasi dengan layanan drive thru rapid test  COVID-19  adalah RS OMNI Cikarang.

Cara melakukan drive thru rapid test melalui Halodoc sangat mudah sekali, cukup ikuti langkah-langkah di bawah ini :

Sumber : halodoc.com

Buka aplikasi Halodoc dan klik tombol "COVID-19 Test" kemudian klik tombol search dan ketikkan "Drive Thru Rapid Test". Setelah itu akan muncul beberapa nama rumah sakit yang menyediakan fasilitas drive thru rapid test beserta harga. Pilih tempat untuk melakukan drive thru rapid test ini, misalnya di RS OMNI Cikarang dan tekan tombol "Buat Janji", lalu pilih waktu untuk tes. Di rumah sakit ini juga menyediakan Paket Screening COVID-19, selain drive thru rapid test.

Unggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) . Jika sudah diunggah, lanjut ke tahap pembayaran. Biaya akan bergantung kepada biaya jasa tenaga medis dan penyediaan alat yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Setelah berhasil, akan ada SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan. Setelah itu, tak perlu menunggu hasil tes, karena hasilnya akan dikirimkan melalui SMS atau notifikasi Halodoc di smartphone.

Semudah dan senyaman itu penggunaan aplikasi Halodoc selama masa pandemi ini, sehingga membuat kita bisa sehat lebih tenang, semuanya ada dalam genggaman tangan. Tinggal klik, kita sudah bisa chat dengan dokter, membeli obat tanpa antri, dan buat janji dengan rumah sakit.
Share:

Belajar Food Photography Pakai Smartphone

Assalamu'alaikum, Surabaya!
Banyak orang pintar dan memiliki keahlian di dunia ini, tapi tak banyak yang mau berbagi tanpa takut untuk tersaingi. (Anggita Ramani)

Fotografi saat ini tengah menjadi hobi yang banyak digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Teknik mengambil gambar makanan dengan kamera tersebut mudah dilakukan asal tahu teknik dasarnya. Lantas, apa bedanya mengambil gambar (taking a picture) dan fotografi? Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan pertama saat mengikuti kelas Dasar Food Photography atau Fotografi Makanan, yang dilontarkan oleh Kak Dinda (ig @dindanatameliaa).
Sumber : Dokpri (kiri) dan @mohimronrosyadi_(kanan)
Dari kedua gambar tersebut, kira-kira gambar mana yang lebih memiliki kesan atau cerita yang bisa disimpulkan tanpa melihat keterangan gambar? Tentu saja gambar di sebelah kanan, bukan? Gambar sebelah kanan lebih memiliki nilai (value), serta lebih menjual daripada gambar sebelah kiri. Fotografi lebih dari sekadar mengambil gambar (taking a picture), tetapi membuat gambar itu memiliki nilai (value), kesan yang kuat, memiliki seni dan berkarakter. Banyak orang yang bisa mengambil gambar dengan kamera, tapi tidak semua orang bisa mengangkatnya ke dalam seni fotografi.
Sumber : pinterest (kiri) dan unsplash.com (kanan)
Sumber kamera yang digunakan untuk menciptakan seni fotografi itu sendiri pun bermacam-macam mulai dari kamera digital, kamera DSLR dan kamera mirorrless. Bahkan, kamera dari smartphone juga bisa digunakan untuk menghasilkan fotografi makanan yang hasilnya tidak kalah dengan kamera pro. Pengoperasiannya juga cenderung mudah dipahami dan hasil bisa instagramable, asalkan paham teknik dasar dalam fotografi makanan.

KENALI SMARTPHONE

Hal dasar pertama yang wajib dimiliki untuk fotografi makanan menggunakan smartphone adalah wajib mengenali smartphone anda masing-masing. Mulai dari mode kamera, rasio gambar, hingga mengatur pencahayaan. Berikut beberapa tips dasar dalam penggunaan smartphone saat memotret makanan:

1. Langsung gunakan kamera smartphone untuk mencari angle yang tepat. Jangan gunakan mata terlebih dahulu untuk menentukan angle foto, karena angle yang dilihat dari mata sangat berbeda dengan angle yang dilihat dari kamera smartphone.

2. Tentukan dari awal rasio gambar yang diinginkan (1:1, 4:3, atau 16:9). Hal ini untuk menghindari cropping yang bisa menghilangkan estetika dari foto. Salah satu kebiasaan buruk saya pribadi adalah "foto dulu, crop belakangan". Padahal justru hal tersebut yang kadang bisa menghancurkan estetika foto. Tiap rasio akan menghasilkan gambar dengan komposisi berbeda. Misalkan ingin membuat feed instagram dengan rasio 1:1, langsung atur rasio di layar menjadi 1:1. Jangan sekali-kali memotret dengan rasio 4:3 atau 16:9, lalu di crop untuk menghasilkan rasio gambar 1:1.
Kenali smartphone (sumber : pinterest)
3. Aktifkan garis bantuan (gridlines) yang membagi layar menjadi 9 bagian. Garis bantuan ini memudahkan untuk mengatur komposisi gambar makanan.

4. Disarankan untuk menggunakan mode kamera 'HDR (High Dynamic Range)' saat memotret makanan.

Setelah mengenali dan paham gear dalam masing-masing kamera smartphone, akan lebih memudahkan saat diminta untuk memotret makanan. Terutama jenis makanan yang harus cepat dipotret seperti minuman dingin, es krim, dll.

KOMPOSISI

Komposisi dapat diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar. Di dalam dunia fotografi, ada beberapa elemen komposisi yang penting untuk diketahui oleh pemula. Elemen-elemen ini mencakup garis (line), bentuk (shape), tekstur (texture), warna (color), pola (pattern) dan gelap-terang.

GARIS. Elemen komposisi yang berbentuk garis (line), terutama dalam fotografi makanan, umumnya dihasilkan dari garis alami yang ada pada meja saji, piring, properti tambahan, dll. Penonjolan elemen garis mampu menghasilkan kesan fotografi makanan yang lebih cantik dan teratur.
BENTUK. Komposisi bentuk, biasanya dipakai bersamaan dengan komposisi garis untuk lebih menekankan hasil secara visual terhadap objek makanan. Bentuk yang menjadi sorotan biasanya bentuk piring, gelas, properti tambahan, meja saji dan taplak meja. Terkadang para fotografer makanan juga membawa peralatan makan sendiri untuk menciptakan detail visual dari bentuk dan garis.
Elemen komposisi garis dan bentuk (sumber : unsplash.com)
TEKSTUR. Salah satu elemen komposisi dalam fotografi makanan yang penting adalah tekstur atau keadaan permukaan suatu makananan. Tekstur ini biasa ditonjolkan untuk memberikan kesan lebih nyata dan lebih lezat.
WARNA. Komposisi warna mampu memunculkan keserasian warna yang lebih menonjolkan kesan indah, menarik di mata dan mampu membangun "mood" untuk makan.
Elemen komposisi tekstur dan warna (sumber : unsplash.com dan @mohimronrosyadi_)
CAHAYA. Pencahayaan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan saat memotret makanan. Usahakan memilih tempat di dekat jendela saat kondisi cahaya terang (pagi-sore). Gunakan bantuan lampu flash smartphone hp lain ketika harus memotret saat sore jelang malam.

Tujuan mengatur komposisi dalam fotografi, terutama fotografi makanan adalah untuk membangun "mood", memberikan informasi tentang detail menu tertentu, serta tentu saja memberikan nilai (value) kepada makanan itu agar terlihat lebih menarik dan menggiurkan. Ada beberapa tips dalam mengatur komposisi agar menghasilkan foto makanan yang catchy :

1. Tentukan Point of Interest. Biasanya akan tersaji beberapa menu dalam satu meja ketika akan memotret makanan. Pilih menu yang menjadi fokus utama. Tata menu lain di sekitar menu utama atau ambil serta sendirikan menu yang dipilih kemudian beri properti tambahan untuk menunjang. Kunci fokus kamera smartphone di bagian menu utama tersebut.
Point of interest (sumber: dokpri)
2. Pahami Rule of Third. Teknik ini menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Rule of third ini bisa dilakukan dengan garis bantuan (gridlines) yang membagi layar smartphone menjadi 9 bagian yang sama. Letakkan objek agak ke kiri atau ke kanan.
Rule of third (sumber gambar : @mohimronrosyadi_)

GAYA PENATAAN

Flatlay. Salah satu gaya penataan dalam fotografi makanan adalah Flatlay atau memotret makanan dari atas, dengan sudut pandang kamera datar dan sejajar dengan meja. Gaya penataan ini untuk mebih menegaskan warna dan bentuk makanan.
Gaya penataan flatlay (sumber: dokpri)
Penambahan objek manusia. Menambahkan objek berupa bagian tubuh dari manusia ke dalam gambar dpat menciptakan kesan lebih hidup dan cerita ke dalam hasil jepretan. Biasanya bagian tubuh yang digunakan adalah tangan atau kaki.
Gaya penataan dengan penambahan objek manusia (sumber: dokpri dan unsplash.com)

EDITING

Setelah selesai memotret makanan, final touch yang perlu dilakukan adalah melakukan edit terhadap foto. Aplikasi editing di dalam smartphone yang disarankan adalah Snapseed dan Adobe Lightroom.

Snapseed. Aplikasi Snapseed digunakan untuk mengatur kembali gelap-terang foto. Gunakan tools berupa tune image, details, color curve dan HDR scape untuk mengedit foto.
Aplikasi Snapseed
Aplikasi Adobe lightroom
Adobe Lightroom. Setelah mengatur terang-gelap di Snapseed, hasil edit diteruskan di Adobe Lightroom untuk menciptakan tone warna sesuai ciri khas masing-masing fotografer. Sebagai contoh, berikut adalah tone warna saya dalam memotret makanan.
Hasil editing menggunakan Snapseed dan Adobe Lightroom.
Biasanya tiap fotografer akan memiliki sensitifitas terhadap warna yang berbeda-beda sesuai ciri khasnya. Sebagai contoh, dapat dilihat perbedaan tone warna ketiga foto di bawah ini. Saya lebih suka tone warna yang tegas, tapi tak terlalu menghilangkan warna asli dan cenderung bernuansa krem hingga kecoklatan (kiri atas). Pada hasil karya @bony_putra (kiri bawah) tone warna yang digunakan cenderung menonjolkan saturasi warna, sedangkan pada hasil karya yang diunggah di situs web unsplash.com (kanan) cenderung menggunakan tone warna gelap.
Perbedaan tone warna sebagai ciri khas tiap fotografer (sumber :dokpri, @bony_putra dan unsplash.com)
Seperti itulah bagaimana belajar teknik dasar fotografi makanan menggunakan kamera smartphone. Sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan, apalagi cukup mengandalkan kamera smartphone. Hanya saja butuh latihan terus untuk menghasilkan foto yang cantik dan instagramable. Bagaimana, apa anda tertarik untuk mencoba sendiri di rumah atau saat jalan-jalan ke kafe?

***

Disclaimer :
Artikel ini ditulis berdasarkan rangkuman materi dalam "Kelas Food Photography Love Suroboyo X Dindanatameliaa" di Maxone Dharmahusada. Keterangan sumber foto dan desain infografis sudah dicantumkan di dalam gambar.
Share:

Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia "Rawat atau Musnah"

IDE UNIK REVITALISASI CAGAR BUDAYA INDONESIA DI KAWASAN KOTA TUA SURABAYA




Masih teringat jelas di dalam ingatan warga Surabaya bagaimana salah satu bangunan cagar budaya dengan nilai historis yang tinggi, musnah begitu saja hingga rata dengan tanah. Rumah radio Bung Tomo, sebutan bangunan cagar budaya tersebut, tentunya sangat berharga di mata arek Suroboyo. Terutama ketika berbicara tentang "Peristiwa 10 November 1945".Bangunan ini merupakan saksi bangkitnya semangat arek Suroboyo dalam pekik suara membara sang legendaris, Bung Tomo

CAGAR BUDAYA YANG MUSNAH

Aktivitas Bung Tomo di RPPRI (sumber : www.historia.id)
Rumah yang berada di jalan Mawar no. 10-12 itu, dulunya merupakan tempat studio Pemancar Radio Barisan Pemberontak Republik Indonesia (RPPRI) Bung Tomo.Melalui tempat ini pula, seorang warga negara Amerika, Miss Deventary atau lebih dikenal dengan nama Bali Ktut Tantri bisa menyampaikan pidato dukungannya terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga bisa dikenal, serta diakui di luar negeri.

Rumah Radio Bung Tomo (sumber : www.liputan6.com)
Namun, sungguh disesalkan pada tanggal 3 Mei 2016, bangunan cagar budaya ini sudah rata dengan tanah. Tak hanya luput dari pengawasan Pemkot Surabaya, pembongkaran bangunan tersebut luput dari pengawasan lurah, camat, Satpol PP, dan dinas pariwisata. Padahal jelas sekali bahwa rumah radio Bung Tomo tersebut sudah termasuk Benda Cagar Budaya sesuai SK Wali Kota Surabaya No : 188.45/251/402.1.04/1996.

Cagar Budaya Rumah Radio Bung Tomo rata dengan tanah (sumber : www.merdeka.com)
Lalu, kenapa pembongkaran itu bisa terjadi dengan mulus? Bahkan mulai dari tingkatan lurah, camat, Satpol PP, Dinas Pariwisata, Tim Cagar Budaya dan Pemkot Surabaya baru mengetahui kejadian ini setelah bangunan itu musnah.

Hal ini menunjukkan bahwa tak hanya para pemangku jabatan atau Tim Cagar Budaya saja yang berperan aktif dalam menjaga kelestarian cagar budaya, tetapi peran aktif warga Surabaya juga amat sangat dibutuhkan. Kejadian ini menjadi bukti valid tentang pentingnya edukasi serta sosialisasi tentang berbagai bangunan cagar budaya serta upaya pelestariannya.

UPAYA REVITALISASI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH

WISATA URBAN HERITAGE WALK (KAWASAN "KOTA TUA" SURABAYA UTARA)

Kawasan Surabaya Utara sering dianggap sebagai kota tua. Bagaimana tidak, kawasan ini memiliki sejarah kuat tentang perkembangan kota Surabaya. Kawasan yang mencakup jalan Panggung-Karet-Gula-Kopi-Coklat-Kembang Jepun, dulunya merupakan perniagaan yang dilengkapi dengan kantor dagang pada masa kolonial Belanda. Bangunan tua yang sebagian besar menjadi cagar budaya masih memperlihatkan sisa kemegahan, hanya saja tampilan muka bangunan kurang terawat.

Berbekal beberapa hal tersebut, pemerintah Kota Surabaya berupaya melakukan revitalisasi di kawasan tersebut, dimulai dari jalan Panggung. Upaya tersebut dimulai dengan pewarnaan kembali bangunan di jalan Panggung. Namun, entah terjadi salah komunikasi atau sesuatu, bangunan dengan gaya vintage di jalan Panggung malah dicat ulang dengan warna-warni, lebih mirip kampung warna-warni daripada urban heritage.
Pewarnaan jalan Panggung (sumber : ig @raffirizkiillahi)
Kontan hal tersebut mendapatkan banyak reaksi keras dari pegiat sejarah yang ada di Surabaya. Selain karena masalah penggunaan warna yang mencolok, hal tersebut dianggap merusak estetika bangunan dengan gaya kolonial Belanda. Protes pun berlanjut dengan dialog antar pegiat sejarah dan pemerintah Kota agar tak melakukan pewarnaan mencolok terhadap jalan Karet-Gula-Kopi-Coklat-Kembang Jepun. Lebih baik dilakukan pewarnaan ulang menurut warna asli bangunan, sehingga warnanya lebih tajam dan tidak merusak estetika kemegahan zaman dahulu.

Hasil pewarnaan jalan Panggung yang dianggap menghilangkan esensi gaya bangunan (sumber : ig @raffirizkiilllahi)
Selain pewarnaan ulang bangunan, pemerintah juga berencana untuk merapikan kawasan jalan Karet untuk mendukung usaha milik warga dan menghidupkan kembali romantika kawasan perniagaan seperti zaman kolonial Belanda. Beberapa cara yang digunakan seperti membangun pedestrian, membenahi jalan, memberikan lahan bongkar muat, serta menambahkan tempat kuliner dan souvenir.

Besarnya potensi di kawasan urban heritage walk ini menyebabkan pemerintah Surabaya gencar melakukan revitalisasi untuk menunjang pelestarian bangunan cagar budaya yang berada di kawasan tersebut. Hal lain yang perlu dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat sekitar dalam sosialisasi kawasan cagar budaya. Ditambah lagi dengan pengoptimalan bangunan cagar budaya agar menghasilkan kesan kuat destinasi wisata baru sekaligus gerakan pelestarian cagar budaya agar tidak musnah.

IDE UNIK REVITALISASI CAGAR BUDAYA DI SURABAYA

PENGOPTIMALAN BANGUNAN DI KAWASAN URBAN HERITAGE WALK :

A. SPOT FOTO INSTAGRAMABLE SESUAI TEMA BANGUNAN

Tak dapat dipungkiri, di era kecanggihan informasi seperti saat ini, tren upload  foto instagramable di media sosial  merupakan cara paling ampuh dan mudah publikasikan cagar budaya. Ditambah lagi dengan semakin banyak komunitas penggemar fotografi, menyebabkan daya sebar suatu informasi mengenai lokasi, tempat wisata, bahkan cagar budaya menjadi berkali-kali lipat lebih cepat.

Sebagai contoh, hotel Majapahit merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang masih terawat dengan baik. Maklum saja, bangunan yang sejak jaman kolonial Belanda sudah merupakan hotel, mendapatkan perawatan ekstra dari pelaku bisnis. Di dalam hotel Majapahit, banyak sekali spot foto instagramable yang sering dijadikan latar foto oleh para pengunjung. Beberapa ornamen khas di zaman kolonial Belanda masih dipertahankan, sehingga memberikan kesan klasik yang unik di tengah modernisasi.

Beberapa spot foto instagramable bergaya klasik di hotel Majapahit (sumber : dokumentasi pribadi)
Contoh lain inspirasi tempat bernuansa klasik dengan beberapa barang zaman dahulu yang masih dipertahankan sebagai pajangan adalah hotel Kookon. Hanya saja, hotel ini belum terdaftar sebagai bangunan cagar budaya. Namun, konsep dekorasi interior gaya klasiknya bisa ditiru untuk inspirasi.

Interior klasik ala hotel Kookon (sumber : dokumentasi pribadi)
Sekarang, mari kita coba perhatikan beberapa bangunan cagar budaya bergaya eropa yang ada di jalan Karet. Sebenarnya bangunan tersebut masih bagus dengan sisa kemegahan gaya eropa. Hanya saja, perlu dilakukan revitalisasi seperti pengecatan ulang atau penataan ulang agar bisa menjadi spot foto instagramable bergaya klasik nan unik.


Bangunan Cagar Budaya (BCB) di jalan Karet yang berpotensi jadi spot foto (sumber : dokumentasi pribadi)

B. KAFE-MUSEUM (KASEUM) SEBAGAI PELUANG USAHA PEMILIK BANGUNAN

Salah satu tantangan terbesar dalam revitalisasi cagar budaya adalah mendapatkan izin dari pemilik bangunan. Para pemangku jabatan yang memiliki misi untuk revitalisasi bangunan cagar budaya, harus memiliki banyak ide untuk "membujuk" pemilik bangunan agar mau bekerja sama. Keluar sebentar dari Surabaya, anda akan saya ajak untuk melihat beberapa kafe unik yang berada di bangunan cagar budaya ketika plesir ke Bandung. Bagi pembaca yang pernah mampir ke jalan Braga, tentunya sedikit paham bangunan mana yang saya maksud.

Bangunan cagar budaya bekas bioskop pertama di Bandung ini sekarang digunakan sebagai kafe. Saya belum sempat masuk ke dalam, hanya saja langsung tertarik dengan proyektor bioskop zaman dahulu yang dipajang di pintu depan kafe. Ide ini tergolong unik, menarik dan seperti peribahasa sekali dayung, dua tiga pulau terlewati". Selain memberikan informasi bahwa gedung ini merupakan bangunan cagar budaya, pengunjung dpaat sedikit memanjakan diri dengan kafe yang ada di bagian luar gedung.
Bangunan Cagar Budaya di Bandung yang dimanfaatkan sebagai kafe (sumber : dokumentasi pribadi)
Kalau Bandung bisa, Surabaya juga bisa dong. Di Surabaya sendiri sudah ada contoh kafe sekaligus museum, yaitu di Museum House of Sampoerna. Berbekal percontohan dari Bandung serta Museum House of Sampoerna, maka kawasan urban heritage walk di Surabaya Utara sangat bisa dijadikan referensi ide untuk alternatif revitalisasi. Terlebih lagi, dominasi gaya klasik eropa dan gaya etnis tionghoa yang unik menjadi poin penting kelebihan bangunan di sekitar area urban heritage walk. Adanya kafe-museum (kaseum) ini memungkinkan untuk menarik partisipasi masyarakat umum untuk turut serta dalam kampanye pelestaran cagar budaya secara tidak langsung.

***

Nah, kira-kira seperti itu ide unik yang bisa diterapkan untuk pelestarian cagar budaya Indonesia, khususnya di kota Surabaya. Kira-kira bagaimana potensi daerahmu dan ide-ide unik untuk pelestarian cagar budaya Indonesia?


Yuk ikut Kompetisi “Blog Cagar Budaya Indonesia:  Rawat atau Musnah!” dan tunjukkan kreatifitasmu sebagai generasi muda.

Referensi pendukung : 

  1. Dokumentasi dan wawancara pribadi
  2. https://www.liputan6.com/regional/read/2648020/surabaya-kehilangan-bentuk-rumah-perjuangan-bung-tomo
  3. https://historia.id/politik/articles/riwayat-radio-pemberontakan-bung-tomo-DAl8X
  4. https://surabayastory.com/2018/12/27/menata-romantika-jalan-panggung-heritage-walk-surabaya/  
***

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia bertema  "Rawat atau Musnah". Seluruh sumber gambar yang ditampilkan dalam artikel ini telah dicantumkan masing-masing pada gambar. Olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis.

Share:

Insto Dry Eyes: Solusi Mata Kering, Love Your Eyes 3000

Pernah nggak sih merasakan mata sepet, mata pegel, mata perih, dan mata lelah setelah aktivitas sehari-hari seperti jogging, mengendarai sepeda, atau terlalu lama menatap layar komputer? Hati-hati, bisa jadi Anda sedang terkena gejala sindrom mata kering. Memang sepele pada awalnya, tetapi bisa jadi parah dan meradang jika tak paham penanganan pertama yang harus dilakukan. Salah satu penanganan pertama yang dibutuhkan oleh mata kering adalah cairan yang berfungsi sebagai "pelumas" atau "air mata buatan" seperti Insto Dry Eyes. Nah, aku akan berbagi pengalamanku yang sedikit terlambat menyadari kondisi sindrom mata kering hingga menyebabkan peradangan ringan, dan akhirnya aku tak pernah absen membawa si mungil Insto Dry Eyes dari dalam tas.

Insto Dry Eyes solusi mata kering

Kegiatanku VS Mata Kering

Mata adalah anugrah penglihatan dari Sang Pencipta yang wajib kita jaga dan sayangi layaknya Dia menyayangi kita. Tak semua manusia mendapat anugrah yang sama untuk melihat indahnya dunia lewat mata. Jadi ketika kita memiliki mata yang sehat, tentunya harus lebih bersyukur. Salah satu cara bersyukur yang paling sederhana adalah dengan menjaga kesehatan mata. Jangan pernah remehkan gejala-gejala kecil yang mungkin pernah mengganggu mata. Bisa jadi itu adalah sinyal dari tubuh, bahwa ada yang tidak beres dengan mata, seperti kejadian yang pernah aku alami tahun lalu.

Aku termasuk orang yang suka mencoba hal baru. Selain bekerja sebagai pengajar, aku juga hobi menulis dan sering mengikuti aktivitas sosial sebagai seorang relawan. Ketiga hal tersebut memaksaku untuk selalu bekerja di depan layar komputer selama berjam-jam atau aktif di media sosial gawai selama lebih dari 1 jam tiap harinya. Selain itu, aku juga sering melakukan aktivitas laboratorium di dalam ruangan ber-AC atau aktivitas relawan di ruang terbuka (outdoor). Akibatnya, aku sering mengalami mata sepet, mata pegel, mata perih, dan mata lelah ketika melakukan aktivitas tersebut.
Penyebab Gejala Mata Kering
foto dokumentasi pribadi (difoto oleh Herwinda Marta dan Moh. Imron R); vektor dari instodryeyeducation.com
Awalnya aku tak seberapa menghiraukan gejala itu. Aku pikir dengan istirahat cukup dapat meredakan gejala-gejala itu. Nyatanya tidak sama sekali. Mataku malah sering tiba-tiba memerah. Puncaknya ada di suatu pagi yang cerah, ketika mataku sangat merah, perih dan panas. Dokter pun mendiagnosa aku telah terkena sindrom mata kering (keratoconjunctivitis sicca) sampai ke tahap peradangan ringan. Untung saja, belum sampai parah. Sang dokter mata pun akhirnya menjelaskan panjang kali lebar tentang sindrom mata kering agar aku bisa lebih perhatian dan menyayangi mataku.


Apa Sih Sindrom Mata Kering itu?

Mata yang normal seharusnya mampu mengeluarkan air mata (pelumas) yang mampu menghalau debu atau benda asing yang akan masuk ke dalam mata. Namun, pada kondisi mata kering, kelenjar air mata tak menghasilkan cukup air mata sebagai pelumas. Akibatnya, debu atau benda asing mudah masuk ke dalam mata, serta menyebabkan mata terasa sepet, pegel, dan perih
Infografis insto dry eyes 1
Faktor penyebab mata kering
Penyebab mata kering bisa dikelompokkan menjadi beberapa faktor seperti faktor internal, faktor medis dan faktor lingkungan. Faktor internal yang bisa menyebabkan mata kering adalah usia, perubahan hormon saat kehamilan, dan penggunaan pil KB. Kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab mata kering seperti diabetes, lupus, gangguan tiroid, kekurangan vitamin A, dan operasi laser mata. Selain faktor internal dan faktor medis, faktor lingkungan pun juga dapat berperan aktif sebagai pemicu sindrom mata kering. Contohnya adalah kegiatan sehari-hari yang sering aku lakukan, yaitu bekerja di depan layar laptop, berada di dalam laboratorium ber-AC dan aktivitas luar ruangan (lari pagi, jalan-jalan, dll.). 

Kenali Gejala Sindrom Mata Kering

Pengalamanku ketika mengalami peradangan mata ringan akibat sindrom mata kering, mengajarkan bahwa semua orang perlu tahu apa saja gejala mata kering. Sebab, sindrom mata kering dapat menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, tiap orang perlu tahu setidaknya 3 gejala inti yang mengindikasikan sindrom mata kering, yaitu mata sepet, mata pegel, dan mata perih.

Gejala mata kering

1. Mata Sepet

Apa yang akan Anda rasakan ketika mengalami yang namanya "mata sepet" adalah adanya sensasi mengganjal, berpasir, atau lengket pada kelopak mata ketika berkedip. Kondisi ini bisa menyebabkan mata berubah merah jika tak segera diobati dengan memberikan obat tetes mata yang berfungsi sebagai pelumas atau air mata buatan.

Mata sepet biasanya dialami ketika berada di suhu udara yang kering seperti di Surabaya atau terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Kondisi tersebut membuat mata kehilangan kelembaban, sehingga mata menjadi kering akibat sulit memproduksi air mata.

2. Mata Pegel atau Lelah

Gejala kedua sindrom mata kering adalah mata pegel (lelah). Mata akan terasa pegel ketika otot mata dipaksa melihat objek dekat dalam kurun waktu yang lama. Sensasi yang dirasakan ketika mengalami mata pegel adalah penglihatan kabur, nyeri pada mata, bahkan pusing sampai mual.

Mata pegel diakibatkan oleh kebiasaan menatap layar komputer atau layar gawai terlalu lama dengan fokus yang tinggi. Menurut pakar mata Amerika (American Optometric Association), batas yang diijinkan untuk berada di depan layar komputer atau gawai yang mengandung radiasi gelombang elektromagnetik adalah 20 menit. Lebih dari itu, Anda harus segera mengalihkan pandangan ke objek lain yang berjarak 20 kaki selama 20 detik untuk meminimalisir efek samping berupa mata pegel (aturan 20-20-20).

3. Mata Perih 

Mata perih biasanya sering diakibatkan oleh faktor lingkungan eksternal seperti debu, polusi udara, asap kendaraan bermotor, penggunaan lensa kontak dan lain-lain. Benda-benda asing tersebut dapat menggores kornea mata, sehingga mata akan terasa gatal hingga seperti panas atau terbakar.

Penanganan pertama sama seperti gejala-gejala sebelumnya, yakni memberikan obat tetes mata untuk meredakan "luka" di mata tersebut. Jangan sekali-kali mengucek mata untuk sekedar menghilangkan sensasi gatal pada mata yang perih. 
 

Insto Dry Eyes, Solusi Atasi Mata Kering

Solusi yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala mata kering ringan adalah dengan menggunakan  obat pelumas mata dalam bentuk tetes mata, seperti Insto Dry Eyes. Tenang saja, Insto Dry Eyes memiliki tanda lingkaran biru, yang artinya bebas tapi terbatas. Obat tersebut boleh dijual bebas di apotek tanpa resep dokter, tetapi harus mengikuti dosis dan takaran pada kemasan. Jadi, alangkah lebih baik lagi jika sebelum memakai, baca terlebih dahulu dosis dan takaran yang tertera di kemasan. Kalau aku pribadi, dianjurkan oleh Dokter untuk menggunakan Insto Dry Eyes 1-2 tetes saja tiap kali mata terasa kering, sepet, pegel, perih atau lelah.
Mata sepet dan perih
Mata sepet dan perih akibat aktivitas outdoor
Infografis insto dry eyes 2
Infografis kegunaan Insto Dry Eyes (sumber info : instodryeyeducation)
Si mungil Insto Dry Eyes memiliki kandungan bahan aktif yang bisa membunuh bakteri. Selain itu,  bahan aktif tersebut juga berfungsi sebagai pelumas atau air mata buatan yang akan meredakan kekeringan pada mata. Cara pakainya gampang banget. Tinggal cari posisi santai untuk menyandarkan kepala, teteskan sesuai anjuran dosis di kemasan atau anjuran Dokter mata, lalu tunggu beberapa saat sambil memejamkan mata dengan rileks. Setelah itu, buka mata perlahan dan kedip-kedipkan mata beberapa kali. Dijamin deh, mata akan kembali segar dan bening.
Insto Dry Eyes Obat Sehari-hari
Insto Dry Eyes yang selalu aku bawa kemanapun, kapanpun dan dimanapun.

Keunggulan Insto Dry Eyes

1. Mengandung Senyawa Pelumas Mata - Hydroxypropyl methylcellulose

Di dalam istilah dunia kimia, senyawa Hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) biasa dikenal juga dengan Hypromellose. Menurut hasil penelitian Natasa Koroloff dari rumah sakit Royal Brisbane Australia, senyawa HPMC berfungsi sebagai pelumas mata untuk meredakan iritasi mata pada gejala mata kering, terutama di daerah beriklim kering, rumah atau lingkungan kerja sekitar. Fungsi pelumas ini amat sangat diperlukan oleh mata yang mengalami kekeringan.

2. Mengandung Senyawa Antiseptik - Benzalkonium chloride

Benzalkonium chloride merupakan senyawa antiseptik untuk menghentikan pertumbuhan bakteri, jamur atau virus. Seperti penjelasan sebelumnya, mata kering mengakibatkan bakteri/jamur/virus mudah masuk ke dalam mata. Adanya senyawa antiseptik ini, menyebabkan Insto Dry Eyes juga bisa sekaligus membunuh bakteri/jamur/virus yang mungkin masuk ke dalam mata.

3. Terdaftar di BPOM

Masih ragu untuk memilih Insto Dry Eyes sebagai teman untuk menyayangi mata? Wajar. Anda pastinya ingin obat yang masuk ke dalam tubuh benar-benar aman. Tenang saja, produk Insto Dry Eyes dijamin aman, karena telah terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dengan nomor DTL1438202146A1. Adanya jaminan dari BPOM tersebut, membuat Insto Dry Eyes terjamin dari segi keamanan dan kredibilitas sebagai obat tetes mata. Anda tak perlu takut atau ragu untuk menggunakan Insto Dry Eyes

4. Harga Terjangkau, Praktis, dan Mudah Diperoleh

Satu botol kecil Insto Dry Eyes berukuran kecil dibandrol dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp15.277 saja. Harga ini amat sangat terjangkau untuk pencegahan serta perlindungan mata kering, dibandingkan harus ke Dokter mata yang mungkin saja bisa sampai 10 kali lipat harga Insto Dry Eyes.

Selain harga terjangkau, Insto Dry Eyes mudah didapat di apotek atau minimarket terdekat. Insto Dry Eyes tersedia juga dalam kemasan kecil 7,5 mL sehingga  lebih praktis, serta tak memakan banyak tempat. Anda bisa memasukkannya ke saku kemeja, saku celana, tas, kotak pensil, kotak ATK, tempat kacamata, atau tempat lain yang memungkinkan Anda untuk gampang meraih si mungil Insto Dry Eyes.


Love Your Eyes 3000 : Bye Mata Kering!

Nah, setelah semua penjelasan pasti tentunya sudah paham, kan? Terutama tentang begitu pentingnya kesehatan mata agar tidak kering. Seperti quote I love you 3000 dari tokoh Avengers bernama Iron Man, tentunya kedua mata kita juga berhak mendapatkan kasih sayang 3000 kali juga. Kenapa begitu? Bayangkan saja jika kedua mata sampai rusak atau tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.  Anda tentunya tak akan bisa melihat orang-orang yang menyayangi atau Anda sayangi 3000 kali.
Bye mata kering
Love your eyes 3000 : Insto Dry Eyes membuat mata lebih segar, segala aktivitas pun makin lancar dan Bye mata kering!.
Jangan khawatir, tetap tenang dan tarik napas dalam-dalam, karena aku punya beberapa tips agar bebas dari mata kering. Kira-kira seperti ini langkahnya :
Perlindungan darurat :
1. Teteskan Insto Dry Eyes saat mata sepet, mata pegel, mata lelah atau mata perih.
Pencegahan:
1. Gunakan kacamata di kondisi berangin, berasap, dan berdebu
2. Mengatur lama kerja di depan layar komputer
3. Konsumsi makanan mengandung omega 3 (ikan tuna, makarel, atau salmon)
Insto Dry Eyes infografis
Infografis tips bebas mata kering ala anggitaramani.com
Sekali lagi jangan ragu untuk selalu membawa Insto Dry Eyes kemana saja Anda beraktivitas.  Anda pun tak perlu lagi was-was dengan serangan mata kering saat beraktivitas dan bye mata kering!

Sumber tambahan referensi :
1. http://insto.co.id/
2. http://instodryeyeducation.com/
3. https://www.alodokter.com/mata-kering
4. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs00134-004-2203-y 


NB : Artikel ini diikutsertakan dalam Insto Dry Eyes Blog Competition dengan tema Bye Mata Kering! Seluruh foto yang digunakan bersumber dari dokumentasi pribadi, sedangkan gambar desain berasal dari website resmi insto dan website freepik premium!



Share:

PDAM Ada untuk Hak Asasi Air di Surabaya





“Pada masa depan, perang tak lagi dipicu oleh emas hitam (minyak), tetapi oleh emas biru (air).” 
─ Ismail Serageldin (Wakil Presiden Bank Dunia 1992-2000)

Sebaris kalimat dari Ismail Serageldin tersebut mengindikasikan betapa pentingnya air di masa depan lebih dari apapun yang berharga di dunia ini. Mungkin karena di sekitar kita masih banyak terdapat air, kalimat tersebut belum memberikan arti yang dalam, terutama terhadap generasi muda. Namun, bagian paling ironis adalah sebenarnya air yang ada di sekitar kita, pada saat ini kualitasnya telah mengalami penurunan sejak zaman purba. Bahkan, pada tahun 2025 sebanyak dua pertiga populasi akan mengalami kelangkaan air mutlak (absolute water scarcity) (UN-Water, 2007).
Dari tahun ke tahun, para aktivis air di berbagai negara memperjuangkan hak atas air, hingga tahun 2010 menjadi tahun kebangkitan untuk mereka. Di tahun tersebut, terbit Resolusi Majelis Umum PBB tentang “Hak Atas Air” yang masuk ke dalam bagian Hak Asasi Manusia (HAM). Isi dari resolusi tersebut secara jelas berbunyi sebagai berikut :

“Hak untuk mendapatkan air minum dan sanitasi yang bersih dan aman merupakan bagian dari hak asasi manusia, dan merupakan elemen penting untuk menikmati hak atas hidup secara menyeluruh.” (Percik, 2010)

Penegasan resolusi tersebut menunjukkan bahwa negara bertanggung jawab dan berkewajiban melindungi dan memenuhi HAM atas air secara maksimal. Hal tersebut bisa diwujudkan melalui kehadiran PDAM sebagai operator air bersih di banyak wilayah di Indonesia, salah satunya kota metropolitan yang terkenal sebagai kota Pahlawan, Surabaya. PDAM di kota Surabaya pun berperan penting sebagai tanggung jawab negara guna memastikan perlindungan dan pemenuhan HAM atas air.
Di daerah perkotaan seperti Surabaya, masyarakat kurang mampu dan berpenghasilan rendah (MBR) masih mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan air dari PDAM dikarenakan beberapa hal seperti :
  • Biaya pemasangan sambungan air minum sebesar 2 juta rupiah tidak terjangkau bagi masyarakat,
  • PDAM tidak dapat membangun infrastruktur secara resmi dan menyediakan sambungan untuk masyarakat yang tinggal di permukiman tanpa hak kepemilikan,
  • Sistem distribusi air minum sangat sulit untuk dikembangkan dan dipelihara terutama di masyarakat yang tinggal di daerah yang kurang terencana dan padat penduduk.
(Master Meter Infosheet, USAID, 2018 )

Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu solusi yang sudah dilakukan oleh PDAM Surya Sembada untuk menjamin hak asasi air warga Surabaya adalah dengan meluncurkan program “Master Meter” dan Pembangunan Reservoir. Program ini merupakan kerja sama antara PDAM, IUWASH (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygine) melalui USAID dibantu oleh Forum Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

 

Master Meter

Program Master Meter merupakan sistem pembagian air dari pipa utama PDAM melalui pipa-pipa sambungan rumah (SR). Program ini dibuat untuk melayani kebutuhan akses air bersih terhadap warga surabaya yang kurang mampu dan berpenghasian rendah (MBR), serta wilayah yang tidak bisa dipasang saluran air PDAM secara administratif karena berada di kawasan ilegal seperti tanah milik KAI atau milik pemerintah lainnya.

Secara teknis, PDAM bertanggung jawab mengalirkan air bersih dari sambungan pipa utama milik PDAM hingga ke alat Master Meter. Dari alat tersebut, kelompok masyarakat setempat akan menyalurkan air dari alat Master Meter itu ke dalam pipa sambungan masing-masing rumah. Sistem itu mampu melayani 80 hingga 100 rumah tangga sekaligus. Pembayaran tagihan air akan dilakukan kelompok masyarakat secara kolektif ke PDAM berdasarkan hasil rekam pemakaian Master Meter. Ilustrasi alur sistem Master Meter dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.
Gambar 1. Diagram Master Meter Komunal (sumber gambar : Master Meter Infosheet, USAID, 2018)

Adanya sistem Master Meter tersebut membuat tagihan air yang harus dibayarkan ke PDAM menjadi lebih murah karena sistem pembagian pipa yang keluar dari pipa utama PDAM. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh USAID IUWASH (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene) pada tahun 2012, tagihan yang harus dibayarkan per Kepala Keluarga (KK) lebih hemat hingga mencapai sekitar 94% - 96% dari harga standar. Harga tersebut tentu saja bisa dijangkau oleh Masyarakat Kurang Mampu dan Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya.

Pemasangan Master Meter dimulai dari sejak tahun 2010 di Kebonsari Tengah, Keputih Tegal Timur Baru, Pucangan Gg Buntu, Kalisari Timur, Pucangan 1, Johar 3, Sulung, Medokan Semampir, Gundih, Kedondong Kidul, Tambak Adi DKA, Gunung Sari, Klampis Madya, Mastrip Karangpilang, dan lain-lain. Hingga di penghujung tahun 2018 kemarin, PDAM Surya Sembada telah mencapai target 98% warga Surabaya telah mendapatkan akses air bersih. Sisa 2%  tersebut masih berada di kawasan ilegal alias abu-abu seperti Perak, Simokerto, dan sejumlah wilayah milik PT KAI, Dinas Pengairan, dan juga wilayah pemerintah yang belum bisa dimasuki PDAM. Namun, pihak PDAM Surya Sembada tetap optimis bahwa di tahun 2019 target 100% akses air bersih akan tercapai.

Pembangunan Reservoir

Selain program Master Meter, PDAM Surya Sembada juga melakukan pembangunan reservoir distribusi besar dan reservoir cluster yang bertujuan untuk memaksimalkan tekanan distribusi air di beberapa titik kota Pahlawan agar distribusi air lebih lancar.
Gambar 2. Reservoir PDAM (sumber gambar : instagram @pdamsuryasembada)
Reservoir distribusi besar untuk menguatkan tekanan air agar bisa mencapai sampai titik terjauh seperti wilayah surabaya utara yakni Bulak Banteng, Tambak Wedi, dan sekitarnya.  Pembangunan reservoir juga dilakukan secara cluster untuk menjangkau wilayah dan jumlah pelanggan tertentu seperti di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Dukuh Gendong, Kelurahan Romokalisari, Kecamatan Benowo dan Wonosari Kelurahan Ujung, dan Kecamatan Semampir. Reservoir cluster yang dibuat oleh PDAM cukup membantu kontinuitas aliran air ke pelanggan.

Melalui program master meter, warga Surabaya yang secara administratif tidak bisa dipasang saluran air PDAM, kini bisa mendapatkan hak asasi mereka atas air. Selaras dengan Master Meter, PDAM Surya Sembada juga melakukan pembangunan reservoir dilakukan untuk memenuhi kebutuhan distribusi air minum warga kota Surabaya yang jumlahnya kurang lebih 3 juta jiwa dari 3 aspek penting sebagai elemen dasar HAM atas air, yakni ketersediaan (availability), kualitas (quality), dan mudah dicapai (accessibility). Melalui dua program tersebut, di tahun 2019 ini, diharapkan PDAM Surya Sembada Surabaya mampu mencapai target 100% akses air minum bagi warga Surabaya, seperti tema yang diusung PBB dalam Hari Air Sedunia 22 Maret 2019 mendatang “Air untuk Semua”.



REFERENSI :
Humas PDAM, Walikota Resmikan Master Meter PDAM Surabaya.
Humas PDAM, Penuhi Kebutuhan Air Bersih, PDAM Surabaya akan Tambah Reservoir dan Booster.
Percik, Majelis Umum PBB Sahkan Resolusi Hak Azasi Atas Air, Jakarta, Edisi 3, 2010.
United Nations, Coping with water scarcity. Challenge of the twenty-first century, UN-Water, FAO, 2007.
United Nations, Human Development Report, UNDP ,2006.
UNICEF, World Health Organization (WHO), Progress on Sanitation and Drinking Water – 2015 update and MDG assessment, WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme for Water Supply and Sanitation, New York, 2015.
USAID IUWASH PLUS, Master Meter Infosheet, Jakarta, 2018. 
 
Share:

About Me

read more

Recent Posts


Posts

My Instagram Gallery

My Community


ID Corners
Kumpulan Emak2 BloggerBlogger Perempuanindonesian hijab blogger