Dirgahayu Indonesia 72, Indahnya Tanah Airku

Assalamu’alaikum, Surabaya

Tanah airku Indonesia, negeri elok amat kucinta. Tanah tumpah darahku yang mulia, yang kupuja sepanjang masa. Tanah airku aman dan makmur. Pulau kelapa yang amat subur, pulau melati pujaan bangsa. Sejak dulu kala (Ismail Marzuki-Rayuan Pulau Kelapa).

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 72. Merdeka!!! Masih di bulan Agustus yang penuh dengan tema kemerdekaan Indonesia, izinkan saya mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui tulisan sederhana ini. Sebuah persembahan untukmu, Indonesia. Sebuah rangkuman catatan perjalanan dalam mengarungi tempat – tempat di bumi pertiwi yang patut diperjuangkan karena keindahannya. Mulai dari sisi timur hingga barat.


NUSA TENGGARA BARAT

Perjalanan yang dilakukan pada bulan September 2013 silam ini mengungkap sisi eksotisme pulau kecil yang terkenal karena keindahan pantainya. Tak hanya pantai saja, sisi budaya unik yang dimiliki oleh penduduk asli NTB, suku Sasak, juga menyuguhkan eksotisme tersendiri bagi Anda yang haus cerita baru dalam setiap petualangan.
Senja di ufuk barat NTB
Desa Sasak, tempat suku asli NTB tinggal.
Para penenun di Desa Sukarare

BALI

Terkenal dengan julukan pulau Dewata, pulau yang sudah terkenal seantero dunia ini memang tak usah diragukan lagi keindahannya. Selain dimanjakan oleh berbagai wisata alam hingga wisata yang memacu adrenalin, anda juga bisa menyaksikan wisata budaya khas umat Hindu yang sangat kental namun tetap menjunjung tinggi toleransi beragama.
Eksotisme pulau Dewata (taken by Mbak Zjahra)
Tanah Lot, Bali (Taken by Hamdan)
Senja di Uluwatu, Bali (Taken by Kia)

BANYUWANGI

Hal pertama yang terpatri ketika nama kota Banyuwangi disebut adalah wisata Kawah Ijen. Yap, benar sekali. Wisata yang terkenal dengan fenomena alam “Blue Fire” ini mampu menyedot perhatian wisatawan domestik maupun internasional. Selain kawah ijen, wisata bahari di Banyuwangi juga tak kalah memiliki eksotisme tersendiri bagi Anda pecinta “Vitamin Sea”. Salah satu pantai yang unik karena memiliki warna laut seperti namanya adalah “Teluk Ijo”. Jangan kaget karena laut di sini benar – benar berwarna hijau seperti namanya.
Pemandangan dari puncak Ijen (Taken by Tenza)
Kawah ijen (Taken by Irma)
Pesisir Teluk ijo a.k.a. Greenbay
Coordinate point di Teluk Ijo

MADURA

Pulau kecil yang bisa dicapai dengan menyeberangi jembatan Suramadu antara Surabaya dan Madura ini juga memiliki banyak sekali pesona alam yang patut diperjuangkan. Mulai dari Mercusuar Bangkalan, Goa Lebar, Api tak kunjung padam, Pantai Lombang hingga Gili Labak. Semuanya akan menyajikan cerita tersendiri bagi para traveler yang memiliki jiwa petualang.
Gili Labak
Laut biru dan semilir angin yang menyejukkan jiwa, Gili Labak (Taken by Hamdan)
Berjalan bersama sahabat di pinggiran Pantai Lombang (Taken by Audiya)
Pintu masuk Goa Lebar (Taken by Audiya)
Negara api? Bukan. Ini yang disebut Api tak Kunjung Padam. Wanna try?

SURABAYA

Surabaya kota panas, kota penuh mall, kota dengan banyak gedung tinggi. Bosan dengan Surabaya yang ngehits dengan mall dan cafe nya. Coba ikuti style blusukan wisata sejarah, alam dan budaya di kota ini dan temukan sendiri pesona petualangan baru yang tak kalah seru dengan wisata alam lainnya. Mulai dari Taman Suroboyo, Pura Segara, Ereveld Kembang Kuning, Surabaya North Quay dan masih banyak lagi.
Pesisir Kenjeran, masuk dari Taman Suroboyo
Pura Segara, Kenjeran (Taken by Pak Anton)
Ereveld Kembang Kuning (Taken by Mas Kukuh)
Surabaya North Quay (Taken by Hendra)

MALANG

Kuy ladub ek Ngalam. Entah, saya sendiri juga kurang tahu, asal muasal kenapa orang Malang suka membalikkan suku kata sebagai bahasa khas nya. Kota yang terkenal dengan “AREMA” beserta jargon “Kera Ngalam” ini banyak menyuguhkan wisata mulai dari wisata alam, keluarga, permainan hingga wisata bahari yang cukup menggiurkan pagi penduduk kota sebelah a.k.a Surabaya seperti saya ini. Soal keindahan alamnya, ngga usah diragukan lagi. Wis ndang ayo budal dolan mrene, ojok kesuwen!
Fantasy Land, Jatim Park 2 (Taken by Hendra)
Museum Satwa, Jatim Park 2 (Taken by Hendra)
BNS - Batu Night Spectacular (Taken by Hendra)
Taman Lampion, BNS (Taken by Hendra)

KEDIRI

Wisata di kota ini mungkin belum banyak dikenal secara WOW, tapi semakin berjalannya waktu, Kediri semakin berbenah dalam mengangkat wisata alam. Coba saja tengok wisata Goa Selomangleng, Kebun Bunga Matahari dan Bukit Dhoho Indah. Jangan salahkan saya jika nantinya Anda jatuh cinta dengan kota kecil yang sederhana ini, namun menyimpan banyak sekali keindahan.
View gunung klothok dari kawasan wisata Goa Sselomangleng
Jalan di sekitar kawasan wisata Goa Selomangleng (Taken by Mas Johan)
Taman Hammock, Bukit Dhoho Indah (Taken by Mas Johan)

Kebun bunga Matahari (Taken by Mas Johan)

SEMARANG

Kota yang kental dengan etnis Tionghoa, sekaligus saya juluki sendiri sebagai kembaran Surabaya ini juga memiliki banyak wisata sejarah dan budaya. Beberapa ikon wisata simbolik yang terkenal di Semarang adalah Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong dan Tanjung Emas.
Klenteng Sam Poo Kong
Lawang Sewu
Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas (Taken by Irma)

YOGYAKARTA

“Jogja selalu di hati”. Kalimat itu selalu muncul ketika kata Jogja disebut. Bagaimana tidak, keramahan serta nuansa damai dalam kota ini selalu bisa menarik hati ini untuk kembali berkunjung ke Jogja, lagi dan lagi. 
Candi Prambanan
Candi Ratu Boko (Taken by Ema)
Pantai Goa Cemara (Taken by Ema)
Sugeng rawuh ing Keraton Ngayogyakarta, kangmas lan mbakyu (Taken by Irma)

BATAM

Salah satu wisata paling jauh di ujung Barat yang pernah saya kunjungi. Sebuah pulau kecil dalam deretan kepulauan Riau yang tentu saja menyimpan banyak pesona bahari. Salah satu tempat yang berhasil dikunjungi adalah Jembatan Barelang. Kata orang Batam, “kamu belum ke Batam kalau belum ke Jembatan Barelang.” Yuhuuu, jembatan yang juga disebut – sebut sebagai Jembatan B.J. Habibie karena Beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau (Batam, Rempang dan Galang) untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau.
Jembatan Barelang 1 - Jembatan Tengku Fisabilillah
Jembatan Barelang view depan (Taken by Rika)
Tepi jembatan Barelang (Taken by Rika)
Pemandangan laut lepas dari atas jembatan Barelang


Sekian rangkuman catatan perjalanan yang dimulai dari tahun 2013 – 2017 dalam mengarungi Indonesia, menyelami tiap keindahan alam dan mensyukuri nikmat karunia-Nya.


Love,
Anggi
Share:

Catatan Hati Anak Rantau : 2059 km

Assalamu’alaikum, Surabaya

Aku berada ribuan kilometer jauhnya, terpisah oleh sebuah kata bernama jarak. Sebuah kata yang mampu menciptakan kata lain bernama rindu. Seperti hujan yang merindukan pelangi. Seperti langit yang merindukan senja. Seperti malam yang merindukan bintang. (Jarak dan Rindu-ARKW)

Hai hai, sudah lama tak bersua di blog penuh kenangan ini. Sepertinya sudah mulai berdebu dan kelabu, perlu diberi coretan cerita lagi supaya lebih berwarna. Kali ini sebuah catatan kisah datang dari negeri Jiran, sebuah negeri yang berada sekitar 2059 km dari kota Surabaya (kata google maps).


Hidup jauh dari Ibu adalah hal baru bagiku, apalagi berada di negeri orang yang berjarak ribuan kilometer jauhnya. Ditambah lagi status sebagai anak tunggal semakin membuat Ibu sedikit berat melepaskan kepergian putri satu-satunya ini. Sempat bimbang untuk mundur saja, tapi keputusan ini akhirnya tetap diambil karena kesempatan dan pengalaman yang tidak datang dua kali.

Berawal dari obrolan dengan dosen pembimbing yang menawarkan kesempatan mengerjakan proyek penelitian di AMTEC, UTM, Malaysia pada bulan Februari 2017 lalu. Saya pun akhirnya berangkat pada bulan Mei 2017 di pagi yang cerah, saat matahari mulai muncul di ufuk timur, meninggalkan kota Surabaya tercinta sekaligus orang – orang yang sangat saya sayangi.


Penerbangan singkat yang hanya memakan waktu 2,5 jam itu membawa saya ke sebuah kota yang tidak terlalu besar, namun juga tak terlalu kecil bernama Johor, tepatnya di daerah Skudai. Di sinilah semua titik awal petualangan di negeri Jiran dimulai.


Saya tinggal di Pangsapuri Melawis, semacam apartemen lah kalau di Indonesia. Harga sewa untuk satu kamar berisi dua orang adalah RM 350, ada juga yang RM 300, cuma beda luas aja. Tiap blok biasanya berisi 5 kamar, jadi seperti kamar di dalam kamar. Kepemilikan tiap blok biasanya juga berbeda - beda. Kalau blok saya kebetulan pemiliknya adalah orang Indonesia asal Jawa Barat. Sistem pembayaran dilakukan secara deposit, jadi misal bayar untuk bulan Mei seharga RM 350, maka kita harus membayar sebesar RM 700, jadi semacam jaminan untuk bulan Juni. Jika ternyata Juni tidak menempati kamar lagi, maka uang sebesar RM 350 akan dikembalikan utuh.

Apartemen tempat saya tinggal
Untuk masalah keamanan, jangan khawatir, ada satpam yang selalu berjaga selama 24 jam di dekat gerbang satpam. Tiap keluar masuk gerbang pun masih tetap harus memakai kunci berupa kartu akses yang dibuat saat awal datang seharga RM 30. Jika ada tamu diluar penghuni apartemen, maka harus mengisi buku tamu yang ada di pos satpam. Di blok tempat saya tinggal juga dilengkapi dengan kunci akses keamanan magnetik di pintu besi yang ada di depan blok kamar.

Pintu gerbang yang bisa dibuka dengan kartu akses. Dibalik pintu ini ada satpam yang selalu menghadang
Kunci pintu magnetik blok kamar (kiri) dan kartu akses gerbang (kanan)
Fasilitas yang berada di apartemen Melawis ini ada taman bermain, mini market, tempat pembuangan sampah dan mesin air minum. Taman bermain di sini cukup sederhana dengan adanya ayunan, tempat duduk dan beberapa permainan anak kecil. Tempat pembuangan sampah di sini terpusat di tiap blok bangunan dengan pemisahan tiap sampah berdasarkan jenisnya.

Taman bermain
Ayunan
Tempatnya lumayan asyik buat refreshing sejenak :D
Tempat sampah terpadu di tiap blok bangunan
Sedangkan mesin air minum nya otomatis menggunakan koin 10 sen/ 20 sen/ 50 sen. Tinggal memasukkan koin, lalu tekan tombol start, air minum ber-oksigen pun (insyaAllah aman) langsung keluar. Biasanya saya isi ulang seharga 40 sen untuk ukuran galon kecil 5,5 liter.

Mesin isi ulang air minum

Posisi apartemen melawis ini juga strategis karena berada di sekitar pertokoan, rumah makan dan mall AEON yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Tapi, sayang beribu sayang, lokasinya sedikit jauh dari masjid. Masjid terdekat berada sekitar 2 km-an, bisa dicapai kira – kira 30 menit dengan berjalan kaki.

Oiya, di sini jangan kaget jika banyak burung gagak beterbangan mulai pagi hingga sore menjelang maghrib. Maklum di daerah Skudai masih banyak hutan. Ditambah lagi merupakan daerah dataran tinggi. Jika di Jawa mungkin mirip kota Semarang, jalanannya macam mendaki gunung lewati lembah.
Bertemu dengan burung gagak adalah hal biasa di sini
Dari segi bahasa, mungkin sudah banyak yang paham kalau di Malaysia menggunakan bahasa melayu, ya kayak di Upin - Ipin itu lah. Berikut ini beberapa kosa kata, istilah maupun kalimat berbahasa melayu yang bisa digunakan untuk survive di sini. 

Kosa kata :
Akak/abang : mbak/mas
Encik : Bapak
Kita orang : saya
Awak : kamu
Jom : mari
Percuma : gratis
Sikik : sedikit
Boleh : bisa
Jumpa : bertemu
Nak : akan
Sebab : karena
Kerana : mirip dengan sebab
Kereta : mobil
Cuti : libur
Ketakkan : rapatkan

Kalimat "survival" :
-Misalkan ada yang bertanya : Awak bisa cakap melayu? (kamu bisa bahasa melayu?)
  jawab aja : Kita orang tak pandai cakap melayu (saya ga mahir bahasa melayu) atau
                    Bisa cakap melayu sikik sikik lah (bisa berbahasa melayu sedikit-sedikit)
- Misal lagi ada yang tanya pake kata "kenapa", awali jawaban dengan kata "sebab".
  Contoh : Q : Kenapa awak tak balik? (kenapa tak pulang?)
                 A : Sebab, masi nak jumpa dengan kawan (karena masi ingin bertemu dgn teman)
- Balik bila? (pulang kapan?)
- Awak kat mana? (Kamu dimana?)

Sekian sekelumit cerita dari catatan hati dari anak rantau, 2059 km dari kota Surabaya. Ribuan kilometer menembus udara, hamparan laut biru dan daratan hijau yang memisahkan sejenak kisah di antara kita.

Sampai jumpa di catatan hati anak rantau selanjutnya dalam edisi ODT (One Day Traveling) ke Kota Iskandar :)

Love,

Anggi
Share:

About Me

read more

Posts

Recent Posts


My Community


ID Corners
indonesian hijab bloggerKumpulan Emak2 Blogger