Hal-hal yang Paling Ngangenin Selama Menjadi Mahasiswa Jurusan Kimia MIPA Part 1

by - Thursday, August 18, 2016


Jurusan kimia,
Sebuah jurusan ilmu murni di tengah-tengah jurusan teknik yang menyebar di tanah ITS.
Setelah berkutat selama 4 tahun di dalam jurusan ini, lalu harus meninggalkannya pada bulan September 2014, dan kini harus kembali move on lagi pada bulan September 2016 mendatang. Banyak sekali hal-hal yang membuat saya rindu dan kangeeennn sama jurusan yang satu ini yang pengen banget diulang (kalo bisa). 

Nah, ini hal-hal yang paling ngangenin saat menjadi mahasiswa jurusan kimia versi saya sendiri Part 1 :

1.       Taman Benzene
Banyak yang masih nggak ngerti kenapa taman ini dinamakan Taman Benzene. Saya sendiri awalnya juga nggak ngeh kenapa dinamakan Taman benzene, saya pikir karena memang buat menciri khas kan jurusan Kimia, maka diberi nama Taman Benzene.
Ternyata…..
Ada alasan lain di balik itu semua.
Pengen tahu???
Naik aja ke lantai 3, abis itu lompat. 

Sumber : alumni-kimiafmipa-its.blogspot.com
Ya nggak gitu lah, just kidding hehe…..
Jadi gini, kalau dilihat dari lantai 3, tempat untuk menanam pohon alias pot gede yang dipakai untuk pohon2 besar itu berbentuk segi enam, mirip dengan senyawa terkenal dalam kimia yaitu benzene.
Nah, kira-kira seperti itulah alasan penamaan taman yang paling indah seantero ITS (menurut saya, no hard feeling buat jurusan lain xp)
Tapi, nggak tahu juga se, kalo ada alasan lainnya hahaahhaha…

Nah, taman ini penuh dengan kenangan banget saat saya masih berstatus “MABA” (TT)
Ngerjain PR di sini, makan siang di sini, nunggu jam pergantian kuliah juga di sini, mungkin lama-lama bisa buka tenda penampungan MABA di sini. Cuma, kalo lagi musim hujan, basecamp MABA pindah ke CP alias Chemistry Plaza

2.       Chemistry Plaza

Kamu bukan anak Jurusan Kimia ITS kalau nggak tahu tempat ini.
Tempat yang mempertemukan makhluk-makhluk Kimia angkatan 2010 dengan segala perbedaannya.
Mulai dari rapat angkatan sampai pendampingan (dibahas di bagian “Pengkaderan”) bahkan jadi tempat transit sebelum UTS atau UAS dimulai.



Oiya, tempat ini juga selalu dijadikan background foto angkatan (contohnya angkatan saya) maupun foto-foto lainnya di jurusan ini.


3.       “Hidup HIMKA! Hidup Kimia! Hidup ITS!” (Suara mayoritas cewek)

Kalo denger jargon dari jurusan tetangga (baca : tekfis, t.elektro, t.mesin) maka saudara-saudara akan mendengarkan suara menderu keras khas lelaki. Tetapi, jika saudara berbalik arah ke jurusan kimia yang berada di tengah-tengah kepungan jurusan berawalan teknik, ketahuilah bahwa anda akan mendengar suara cempreng khas wanita yang mencoba untuk tetap bertahan di balik badai suara-suara jargon dari jurusan lain yang menderu keras.
Bukan karena semua mahasiswanya adalah wanita, lho ya, tapi karena kaum pria terpaksa menjadi kelompok minoritas dalam jurusan yang satu ini dan tentunya suara mereka tidak mampu mengimbangi pita suara wanita-wanita jurusan Kimia yang mempunyai tangga nada hingga 8 oktaf.

4.       Gadis jurusan Kimia : Tangguh dibalik keanggunan wajahnya.



Banyak pria dari jurusan tetangga selalu bilang bahwa jurusan Kimia adalah jurusan cewek dan selalu menggunakan jurusan kami sebagai bahan olok-olok untuk lelaki di jurusan teknik (baca: selain jurusan kimia), misalnya :
 A (sebut saja Mawar, jurusan teknik XXX) : “Angkatin kursi ini dong…”
 B (Sebut saja Tatang, jurusan teknik XXX) : “ Males Ah…”
 C (Sebut saja Senior, jurusan teknik XXX) : “Eh, bantuin dong, kon lanang opo kok gak gelem ngangkat kursi. Kono, pindaho nak jurusan Kimia ae, dadi wedok sekalian.”

Oh My God, Jurusan Kimia juga ada mahasiswa lelakinya kaliiii…. Yah, meskipun minim jumlah sih…



Ketika para wanita jurusan teknik dianggap sebagai mutiara yang selalu diistimewakan, para wanita di jurusan Kimia selalu dituntut untuk mandiri dan tangguh dalam berbagai cobaan hidup.
Misalnya :
A (sebut saja Bunga, jurusan Kimia) : “Angkatin galon ini dong…”
 B (Sebut saja Dadang, jurusan Kimia) : “Bentar, ini masih harus pasang spanduk (dengan muka asem semalaman nggak tidur karena harus nyiapin ini-itu-kerja ganda karena minimnya makhluk lelaki)”
A (sebut saja Bunga, jurusan Kimia) : “Oalah, gak apa, tak angkate sendiri, kamu istirahat aj dulu. Sini spanduknya tak pasangin. Woiiii!!! (teriak panggil bala bantuan wanita lainnya) Sini bantuin angkat gallon sama pasang spanduk.”
AAAAA (Wanita, Jurusan Kimia) :”Okeh…”
B (Sebut saja Dadang, jurusan Kimia) : (Melongo, Terpana dengan ketangguhan wanita-wanita itu)

Eitttssss, tapi kita bukan sembarang wanita tangguh atau wonder woman, kita juga terkenal karena keanggunan dan ke-Sholehah-an kita lhoooo (wkwkwkwk).

Terbukti dengan banyaknya makhluk pria jurusan tetangga maupun jurusan yang jauh banget, yang kecantol sama pesona para  wanita-wanita jurusan kimia ini (Hihihihi).

5.       Pengkaderan

Dengar kata-kata ini, pasti yang terlintas dalam benak anda (terutama anda yang bukan arek ITS) adalah perploncoan, push up, bentak-bentakan dkk. Nggak seluruhnya salah tapi juga nggak sleuruhnya bener. Hehehehe

Sama sekali nggak ada kekerasan fisik sih. Cuma dibentak ajah

Tapi, tapi, justru hal ini yang juga bikin kangen se kangen-kangennya.

Kangen ketika :
-          Harus ngapalin teman 1 angkatan
btw, karena banyak yang berjilbab, para lelaki terkadang sulit membedakan siapa dan siapa
“Anggi mana?” Kholilah itu yang mana?”
“Kamu siapa, Irma atau Iis?”
“Trus aku siapa?” (Lha, ya nggak tahu mas -_-“)
-          Dihukum karena nggak ngerjain tugas dari PSDM
-          Pendampingan rutin bersama kakak-kakak PSDM
-          Makan bareng sambil nunggu detik-detik pendampingan
-          Tidur shift-shift an untuk ngerjain  keplek, bendera, dkk
-          Ketika diam krik-krik saat ditanyai sama senior dan mereka selalu bilang , “Dek, kita nggak punya ilmu batin untuk mendengarkan suaramu.”
Mungkin dalam hati mereka udah gemes kali ya, udah pengen ngulek kita-kita ini jadi sambal pecel (wkwkwkwwk)

6.       Fenomena UTS, UAS dan Jib Tempat

Inilah salah satu fenomena alam di jurusan kimia yang tidak bisa dijelaskan oleh ilmu apa pun di dunia ini. Fenomena yang selalu mengundang tanya bagi siapa pun yang ingin bertanya.

Fenomena tersebut bisa dideskripsikan sebagai berikut :
Ketika UTS/UAS terjadwal jam 7 pagi, maka percayalah, pukul 6 pagi bangku-bangku bagian belakang itu sudah penuh dengan penanda berupa buku atau pensil dan orang yang dicurigai sebagai pelaku adegan jib tempat itu akan mengatakan bahwa tempat sudah penuh dipesan dan bagi anda2 yang datang mepet jam 7, anda saya garansi akan duduk di bangku paling depan.
Entah, dia memakai ilmu sangkuriang untuk mempekerjakan makhluk astral dari dimensi lain untuk membantu menjib kan tempat atau mungkin dia kemah semalam sebelumnya di kelas itu, hal itu masih menjadi misteri yang sampai sekarang belum terpecahkan. Bahkan mungkin, abang Sherlock maupun kakak Kindaichi juga belum bisa mengungkap kejadian ini.

Ketika UTS/UAS terjadwal jam 9 pagi, maka pukul 7 pagi akan berulang fenomena yang sama.

Ketika UTS/UAS terjadwal jam 13 siang, maka bisa disimpulkan sendiri apa yang akan terjadi selanjutnya.

7.       Kuliah TPB dan cerita cinloknya

     Bagi arek ITS, kuliah bersama di TPB adalah masa-masa paling bahagia karena bisa bergaul dengan jurusan lain, membangun relasi dan koneksi dan biasanya sih terjadi cinlok alias cinta lokasi. #ciyeeeee

      Mungkin karena anak Kimia sinyalnya kuat uda pake jaringan 4G ya (loh). Para lelaki-lelaki dari jurusan teknik pun selalu siap pasang jurus modus dan sepik-menyepiknya untuk sekadar mendekat tanpa kepastian atau hanya sekadar menyapa sekaligus tebar pesona. Modusnya macem-macem dari mulai pinjem catetan lah, sok-sokan ngajarin lah dan macem-macem hihihi.

     Sekian dulu cuap-cuap saya tentang Nostalgila selama menjadi mahasiswa jurusan kimia di ITS, kampus perjuangan yang sangat keras namun tetep ngangenin sepanjang masa :')

     Sampai jumpa di Part 2, semoga nggak ngadat lagi hehehe.....

Love,
Anggi

You May Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah membaca sampai akhir :)
Silakan tinggalkan komentar atau saran untuk membangun tulisan yang ala kadarnya ini.

Love,
Anggi