Flashback 2016

Assalamu’alaikum, Surabaya.
“Jika berjuang saja tanpa diperjuangkan atau diperjuangkan saja tanpa berjuang, maka tidak akan ada yang dicapai, yang ada hanya kekecewaan dan rasa lelah.”

Tak terasa, hari – hari di tahun 2016 telah berlalu dengan penuh cerita suka maupun duka. Di penghujung tahun 2016 ini, saya ingin melakukan sedikit #flashback semua peristiwa yang datang dalam kehidupan saya mulai bulan Januari hingga Desember. Meskipun banyak yang berkata bahwa masa lalu cukup untuk dikenang saja, tapi terkadang perlu juga melakukan refleksi dan rekam jejak terhadap semua yang telah kita lakukan untuk memantapkan langkah ke depan.

Dimulai dari bulan Januari, awal dari semua harapan bagi sebagian banyak orang. Di bulan inilah kita mulai menjejakkan kaki untuk menapaki 365 hari ke depan. Akan jadi seperti apa kita nantinya, tidak ada yang tahu. Ketika bulan Desember menyapa dan kita melakukan flashback ke belakang, kita baru akan mengetahui hal – hal apa saja yang sudah kita capai selama ini.


JANUARI
Bulan ini adalah bulan yang penuh derita, darah, air mata dan perjuangan bagi mahasiswa semester akhir seperti saya ini. Percobaan untuk lulus 3 semester, mengharuskan saya bekerja ekstra keras dan “struggle” dalam menyelesaikan penelitian. Jangan ditanya, cobaannya banyak sekali mulai dari alat yang rusak, deadline yang menyesakkan jiwa, antrian karakterisasi sampel yang sudah penuh dan revisi naskah ke dosen penguji yang kata orang Surabaya tuh “sak arat – arat” (saking banyaknya). Tapi, Alhamdulillah, naskah untuk sidang saya berhasil diterima di akhir bulan Januari dan siap untuk menghadapi penentuan jadwal sidang.

FEBRUARI
Setelah melewati administrasi TU Jurusan, saya mendapatkan jadwal sidang pada 6 Februari 2016 yang miris sekali karena jadwal sidang tersebut telah melewati batas yudisium institut tanggal 5 Februari 2016 *nangis di pojokan*. Hal itu berarti, pupus sudah harapan untuk lulus di semester ini. Ya sudah, yang penting sidang dulu lah…


Meskipun sudah berjuang dan diperjuangkan oleh Kaprodi Jurusan dan teman – teman hingga meloby sampai tahap Rektor, hukum birokrasi di ITS mengatakan TIDAK pada kami. *menghela napas panjang*. Ya sudahlah kata Abang Bondan. Setidaknya kami sudah berjuang dan diperjuangkan. Jika berjuang saja tanpa diperjuangkan atau diperjuangkan saja tanpa berjuang, maka tidak akan ada yang dicapai, yang ada hanya kekecewaan dan rasa lelah.

Nasib pejuang wisuda #113 menunggu keputusan Rektor yang berakhir pilu T.T
Seminggu setelah sidang, ada panggilan untuk menjadi pembicara seminar keilmiahan di UISI, Gresik. Meskipun masih “jet lag” setelah sidang, namun hasrat untuk berbagi jurus kepenulisan mengalahkan semua rasa lelah itu.

Melihat adek – adek yang masih semangat di lembar baru sebagai mahasiswa, membuat hati ini turut bersemangat juga. Gimana, wajah saya masih ala - ala mahasiswa baru kan? Hehehehe :p


MARET
Setelah puluhan purnama sering tak tidur akibat revisi dan persiapan sidang, kini saatnya saya untuk berlibur menikmati pantai. Destinasi yang menjadi tujuan saya dan teman – teman adalah Gili Labak, the hidden paradise. Baca kisah mengharukannya DI SINI.


APRIL
Masa pengembangan diri dan juga semedi untuk menentukan apa yang harus dilakukan hingga akhir tahun 2016. Masa-masa refleksi diri (hohoho).

Bertapa ke Pacet
MEI
HAPPY 5th ANNIVERSARY, C-28!!! Pada tanggal 27 Mei 2016 merupakan ulang tahun kelima angkatan 2010. Sudah lima tahun berlalu sejak lahirnya C-28, generasi ke 28 warga C kimia. Semoga kita makin jaya, sukses dan kompak selalu.


JUNI
Pada bulan yang penuh berkah kali ini, angkatan 2010 sepakat merayakan ulang tahun angkatan pada bulan Mei lalu dengan berbagi. Kali ini saya berperan sebagai panitia penggerak untuk mengerahkan para makhluk C-28 bekerja demi mewujudkan event ini.
 
Terimakasih atas antusiasme mbak-mas C-28 serta pihak lain yang membantu terselenggaranya acara sederhana ini. Tiada kata atau apa pun yang mampu membalas kebaikan kalian semua kecuali Allah SWT.
Mbak-mas keluarga C-28

JULI
Kangen sama kepanitian di ISOC 1 tahun 2014 lalu??


Dari kiri ke kanan : Hamdan, saya, Ulfi, Maya, Ema, Kia.
Now, we’re back again at ISOC 2. Tapi kali ini cuma trio kwek-kwek saja yang “comeback” sebagai panitia. Berawal dari status mahasiswa aktif tetapi pasif yang hanya menunggu jadwal wisuda, maka kami bertiga diculik oleh Pak Wahyu untuk membantu kepanitiaan ISOC (lagi). Kali ini acara berada di Surabaya.

AGUSTUS
Menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang ke 71, tahun ini saya kembali melancarkan aksi blusukan di Surabaya untuk mempelajari sejarah di Surabaya. Kali ini mengangkat tema maritim, saya dan teman saya blusukan hingga ke asrama TNI-AL di Bumimoro. Lha kok bisa? Silakan baca cerita serunya DI SINI.


SEPTEMBER
September ceria ya. Akhirnya wisuda juga. Sudah bisa move on dari #113 ke #114. Setelah satu semester berstatus mahasiswa aktif tapi pasif, akhirnya lepas status juga dari mahasiwa ke alumni.

Foto grup penelitian S1-S2 bersama Ibu Dosen Pembimbing paling kece.

OKTOBER
“Ayok buat buku tentang kisah angkatan kita. Target selesai 2017.” Di bulan ini tercetuslah suatu ide gila untuk membuat proyek menulis bersama sahabat saya mengenai cerita angkatan 2010 untuk mengisi waktu menganggur kami agar produktif. Berawal dari rasa kangen mendalam terhadap ramenya, gilanya, koplaknya dan keseruan #angkatan2010 dalam menjalani masa perkuliahan, kami memutuskan untuk mengabadikan momen tersebut ke dalam suatu tulisan. 


NOVEMBER
Berawal dari curhatan iseng para wanita sholehah yang baru lulus kuliah di Telk*msel Flash Lounge Kampus Perjuangan (Saya dan Mbak Memey) disertai pertemuan tak terduga dengan Mami Vita dan Ukhti Kutung, terbentuklah komunitas wirausaha jamur beranggotakan srikandi alumni ITS. Mbak Memey pun menculik sahabat seperguruan, yaitu Princess Ecy untuk ikut bergabung.

Srikandi alumni Kimia ITS
Di bulan ini ada juga kapal asing Volendam Cruise yang berlabuh di hatimu #eh di Surabaya Northquay. 

DESEMBER
Posisi yang masih menganggur dan menunggu panggilan sebagai tenaga pengajar menyebabkan saya diculik kesana-kemari. Kali ini menjadi panitia persidangan Musyawarah Wilayah IKA-ITS (Ikatan Alumni ITS) wilayah Jatim.

Squad persidangan yang ribetnya belakangan :p
Selamat kepada Bapak Dr. Ir Wachid Wahyudi M.T. yang akan menjabat sebagai Ketua IKA-ITS PW JATIM periode selanjutnya dan terimakasih kepada Bapak Wisnu selaku ketua periode sebelumnya.
Sertijab dari Pak Wisnu ke Pak Wachid
Lepas menjadi panitia MUSWIL IKA ITS, langsung capcus mencari ilmu katalis ke Semarang (bisa baca DI SINI) lalu lanjut berpetualang ke Jogja (baca DI SINI).
Mencari ilmu di Semarang
Melancong ke #jogjaistimewa

Petualangan di dua kota Jawa tengah tersebut menjadi cerita pemanis di akhir tahun 2016.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Eits, ternyata petualangan belum berakhir, masih ada serunya mengikuti Naval Base Open Day, acara tahunan yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut di Surabaya. Saya pulang dari Jogja tgl 15 Desember dan acara ini diselenggarakan tanggal 18 Desember. Kita bisa menjelajah tempat yang biasanya tidak dibuka untuk umum mulai dari Monumen Jalesveva Jayamahe, Fleet House hingga naik ke kapal perang dan kapal Dewaruci. Huwaww….

Fleet house
Bersama squad #SISIBA (Single2 tabah xp)

Abaikan ibu2 di sebelah kiri yang sedang mengagumi kecantikanku (hahahaha :p)
Sekarang, resolusi utama di tahun 2017 adalah……
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jeng jeng jeng jeng…*sparkling eyes sambil ada pelanginya kayak di spongebob



MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK DIBANDINGKAN TAHUN 2016.

Aamiin ya Rabb…
Sekian ^.^v

Sampai jumpa di 2017 yang penuh dengan harapan, mimpi dan kebahagiaan :)


Love,
Anggi
Share:

The Chemistry of Life : Sebuah Filosofi Kimia dalam Kehidupan



Assalamu’alaikum, Surabaya.



Karena hidup cuma sekali, mari kita hadapi kehidupan ini dengan bijaksana, rendah hati dan pikiran terbuka. Jangan biarkan dirimu menyesal seumur hidup.


Jika mendengar kata kunci “kimia”, pasti yang terlintas di pikiran anda adalah reaksi, sianida, asam sulfat, TNT atau bahkan hal – hal berbahaya lainnya. Wajar sih, karena kimia mempelajari itu semua. Tapi, dalam kuliah saya beberapa tahun yang lalu, dosen – dosen sering sekali mengaitkan filosofi ilmu kimia itu dengan kehidupan sehari – hari untuk mempermudah pemahaman terhadap mata kuliah yang diajarkan.



Kira – kira filosofi ilmu kimia yang mana saja ya yang bisa dikaitkan dengan kehidupan yang penuh dengan sandiwara ini? #eaaa



Langsung saja…



Stay Positive Like a Proton – Bersikaplah Positif Seperti Proton

Siapa sih yang nggak kenal bagian atom yang memiliki lambang positif (+) ini. Mulai dari SMA, bagian atom paling legendaris ini selalu menghiasi buku dan catatan pelajaran kimia jaman dahulu kala. Hidup di dunia yang penuh dengan ujian ini, kita harus selalu memiliki pikiran positif nih. Kenapa? Karena sugesti positif akan memberikan semangat positif pula bagi diri kita untuk selalu maju dan berkembang.
Tularkan semangat positifmu seperti Proton :D
Jadilah Dermawan Seperti Nukleofil

Oke, mungkin banyak yang masih awam ya sama kata “nukleofil”. Saya jelaskan sedikit. Intinya nukleofil adalah suatu spesies kimia (bisa atom atau molekul) yang memiliki kelebihan elektron (bermuatan negatif) dan memiliki kecenderungan untuk menyerang spesies yang sedang kekurangan elektron.


Dalam kehidupan ini, tentunya jika diberi kesempatan oleh Allah untuk memiliki rezeki berlebih, ada baiknya kita berbagi kepada sesama yang sedang dalam masa kekurangan, seperti nukleofil. Rezeki tidak harus dalam bentuk harta, ilmu pun juga merupakan rezeki yang harus dibagi kepada sesama yang membutuhkan.



Lebih Baik Jalankan Mekanisme Disosiasi – Jangan Genggam Hati yang Lain Sebelum Melepas Hati yang Sedang Kamu Pegang

Lihat judulnya pasti langsung muncul hastag #eaaa #serr #dilarangbaper trus backsong-nya lagu “Pelangi” punyanya HiVi, lirik yang muncul “mengapa ku tak bisa jadi cinta yang tak akan pernah terganti (ku hanya menjadi) cinta yang tak akan terjadi, lalu mengapa kau masih di sini memperpanjang harapan…” *ngakak*. Bukan bermaksud apa – apa, tapi di kuliah saya dulu tentang mekanisme reaksi senyawa anorganik, memang dibahas seperti ini oleh dosennya. Kalau tidak salah dulu Prof. Irmina yang mengajar. Karena topiknya sangat dekat dengan kondisi kehidupan cinta mahasiswa kala itu, mata kuliah ini sukses mencuri antusiasme peserta kuliah.



Jadi, di dalam mekanisme reaksi anorganik ada dua mekanisme, yaitu mekanisme Disosiasi dan Asosiasi. Ketika ada nukleofil kuat yang ingin masuk ke dalam suatu rangkaian senyawa, tetapi tempatnya sudah penuh. Otomatis, sang senyawa selaku pemilik harus melakukan suatu tindakan : melakukan mekanisme jalur disosiasi atau jalur asosiasi.



Ketika jalur disosiasi yang terjadi, maka sang senyawa harus memutuskan ikatan salah satu ligan. Setelah terputus sempurna, barulah nukleofil yang baru bisa memasuki rangkaian senyawa tersebut. Seperti kehidupan percintaan juga, jika memang sudah tidak bisa dilanjutkan lagi, ya putuskan, lepaskan dan selesaikan baik – baik. Baru setelah itu bisa memasukkan hati yang lain ke dalam hatimu *sayangnya ga ada emoji monyet di sini*


Jangan sekali – kali menganut paham mekanisme asosiasi. Mekanisme asosiasi terjadi ketika sang senyawa langsung menarik masuk nukleofil baru ketika nukleofil yang lama masih berada di rangkaian senyawa itu. Baru setelah itu, nukleofil lama akan terputus. Sama juga kan seperti kehidupan cinta. Pasti ada salah satu atau salah dua orang yang pernah menjalankan mekanisme asosiasi.


Menurut saya itu kebebasan tiap manusia untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Tiap orang pasti punya alasan dan sudut pandang sendiri dalam memandang suatu hal. Kalau saran saya sih, jangan sekali – kali menggenggam hati yang lain ketika kamu masih belum mampu melepaskan hati yang lebih dulu ada di genggamanmu :)

Be wise ya… Hidup cuma sekali, jangan sampe nyesel seumur idup :D


Gimana, seru kan belajar filosofi ilmu Kimia di kehidupan sehari – hari? Sebenernya banyak sih yang dulu diajarkan oleh para dosen, tapi yang paling saya ingat cuma 3 hal di atas, apalagi yang terakhir hahaha. Paling seru bahasannya waktu di kelas dulu.

Sampai jumpa di cuap - cuap seru berikutnya di blog ini.
Feel free to ask or left a comment :)
Share:

PETUALANGAN SEMARANG-JOGJA part 7 : Keraton Ngayogyakarta-Musium Kereta Keraton-Alun2 Kidul

Assalamu’alaikum, Surabaya.

“It’s okay even if you can’t remember. The memories will stay deep inside your heart.”

Jogja hari kelima. *Menghela nafas panjang* Hari ini adalah hari terakhir plesiran di Jogja, besok pagi (15 Desember) saya dan Ema harus kembali ke Surabaya, sedangkan Irma masih di Jogja sampai tanggal 17. Hari ini kami cukup jalan – jalan cantik saja di sekitar Jogja kota. Karena kami masih menunggu Irma yang otw dari rumah Tante Rita, saya dan Ema melancong di pinggiran jalan Jogja kota sambil melihat-lihat bangunan kota Jogja.


Di sekitar sini terdapat Monumen Serangan Umum 1 Maret. Sayangnya ditutup, jadi cuma bisa berfoto di luar pagar.
Berawal dari Pasar Beringharjo untuk berburu batik dan dompet cantik buat Irma, di sinilah surga bagi para wanita wahahaha.


Sudah, nggak usah dibahas terlalu lama, entar rumpik hahaha. Langsung saja ke tempat selanjutnya yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Biaya masuk ke keraton adalah 5000/orang dengan membayar ijin berfoto seharga 2000/rombongan. Sebenarnya bisa saja nakal dengan tidak membayar biaya ijin foto, cuma takut kualat. Soalnya yang jaga keraton kayaknya sih para abdi dalem keraton.

Masuk ke area keraton, bangunan bernuansa ijo-ijo langsung terlihat menyejukkan mata. Kalau kata teman saya sih erat hubungannya sama Nyi Roro Kidul (menurut legenda, Nyi Roro Kidul menyukai warna ijo). Tapi, santai aja sih, saya yang biasanya sensitif dengan tempat angker, masuk keraton Yogyakarta biasa aja dan nggak ngerasa merinding disko. Kayaknya penunggu yang di area depan keraton udah pada jinak xp
 
Pendopo depan keraton
Halaman depan keraton
Aku udah kayak abdi dalem belum? Udah pake item-item kayak dukun xp
Semacam pose ngetem angkot hahaha
Sugeng rawuh, kangmas. Monggo pinarak :D
Kame-kame haaaa!!!!

Kalo masih mau main-main di luar, jendelanya aku tutup dulu ya...
Candid yang menampakkan aura judes mbak-mbak yang di tengah tuh
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini merupakan istana resmi kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebagian kompleks keraton ini merupakan museum tempat menyimpan koleksi kesultanan seperti gamelan, replika pusaka keraton dan foto-foto para sultan.
Gamelan
Sri Sultan Hamengkubuwono IV
Ada yang bisa ngapalin gelarnya???
Sri Sultan Hamengkubuwono X

Naah, pas masuk di sini nih mulai kerasa ada aura yang beda. Apalagi di ujung ada cermin tua yang hemmm ya gitu lah, ga bisa dijelasin pake kata – kata. Saya pun segera mlipir ke ruangan sebelah.


Saya penasaran dengan kereta kencana keraton yang tidak nampak di keraton ini. Karena penasaran, saya bertanya kepada bapak-bapak yang menjaga posko informasi. Ternyata eh ternyata, kereta kencana bisa dilihat di Musium Kereta Keraton yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Letaknya di sebelah barat daya Alun-alun utara (Altar). Kalau dari pintu masuk samping keraton, cukup berjalan ke gang yang ada di sebelah keraton, sekitar 5 menit saja. Harga tiket masuk cukup 5000/orang saja dengan ijin foto 1000/rombongan.


Di sini terdapat banyak sekali kereta kencana keraton yang akan dikeluarkan tiap perayaan tertentu.




Ngetem di sini, siapa tahu dijemput pangeran pake kereta kencana keraton :p
Ada juga kereta kencana yang digunakan untuk mengangkut jenazah. Serius, awalnya saya nggak ngerti kalau kereta cantik itu adalah kereta jenazah. Saat tau, langsung shock, apalagi kok ya pas fotonya blur. Tapi itu murni karena tangan saya tremor pas ngeklik tombol jepret :D


Kalau lihat bapak – bapak di sekitar museum ini, itu abdi dalem-nya keraton. Kalau melewati mereka, silakan disapa, “monggo, pak.”

Lepas dari museum kereta, kami pulang dulu sambil menanti agak sore untuk berangkat ke Alun –alun kidul (Alkid). Di Alkid ini terkenal legenda dua pohon beringin. Menurut kabar angin, yang bisa melewati dua pohon beringin ini dengan mata tertutup, keinginannya bakal terkabul. Menurut saya pribadi, itu hanya mitos sih. Tapi, pengen aja coba ngerasain sensasi mata ditutup trus mencoba jalan lurus. 
The famous "becak cinta" behind me
Dua beringin legendaris

Sekadar cerita, pada percobaan awal, kata teman saya, jalur saya lurus trus ketika mendekati pohon beringin itu, tiba-tiba saya berbelok ke rerumputan. Pada percobaan kedua malah jalurnya amburadul nggak karu-karuan wkwkwk. It’s fun buat coba-coba berhadiah hehehe.

Dengan demikian, berakhirlah petualangan Semarang-Jogja dari tanggal 7-14 Desember. Besok wis muleh nang Suroboyo, hiks. Pengalaman selama seminggu ini begitu berharga. Perjalanan yang penuh dengan cerita yang nggak bisa biasa. Selalu ada kekonyolan yang menyertai langkah kaki ini menjejaki tanah Semarang-Jogja. Meskipun belum bertemu jodoh di sini #eaaak, seperti harapan orang-orang yang berharap aku bahagia, tapi penuh kenangan manis di sini, semanis ceritamu dan ceritaku *kalem sambil ngeteh*.

Terimakasih kepada Neng Euis selaku pembina Asrama Putri ETOS UNDIP Tembalang yang kamarnya kami (Saya-Ema ITS-Maya-Kia) bajak selama 4 hari 3 malam, Tante Rita-Om Gatot yang bersedia menampung anak ingusan sekaligus memelihara saya selama di Jogja, Sahabatku dari SMP-Anis yang kamar kosnya juga kami (Saya-Emma UNAIR) bajak selama 3 hari 2 malam. Petualangan luar biasa ini akan selalu saya ingat di dalam hati. Kebaikan kalian semua tidak akan pernah saya lupakan :’)
 
Share:

About Me

read more

Posts

Recent Posts


My Community


ID Corners
indonesian hijab bloggerKumpulan Emak2 Blogger