How to get a TOEFL score > 500

Assalamu’alaikum, Surabaya

Lama tak bersua di blog penuh curahan hati ini hehe…
Kali ini saya akan berbagi tips dan trik yang selama ini saya gunakan untuk tes TOEFL di ITS. Biasanya para mahasiswa ITS, terutama yang tingkat akhir pasti ingin nilai TOEFL nya minimal 477 (TOEFL biasa aja) atau yang ingin go international (ciee) paling nggak nilai TOEFLnya harus di atas 500 (TOEFL-ITP).Sebelumnya, kita harus tahu terlebih dahulu apa perbedaan TOEFL ITS yang 50000 (non-ITP), maaf sebut harga dan TOEFL ITP yang harganya mengikuti kurs dollar (di tahun 2015 sudah mencapai angka 425000).

TOEFL ITS (non-ITP) merupakan jenis TOEFL prediction saja, atau disebut level 2. Sifatnya hanya memprediksi range score kita pada soal2 TOEFL. Masa penantian hasilnya bisa ditunggu selama 3 hari kerja saja. Sertifikat dikeluarkan atas nama UPT Bahasa ITS dan dikenai pembayaran 2000 per sertifikat. Kita dilarang memfotocopy sertifikat tersebut (ada tulisannya do not copy). Jadi, saran saya, gunakan TOEFL-ITS ini sebelum teman2 berencana untuk tes TOEFL-ITP sebagai tolak ukur. Jika score teman2 sudah > 500, silakan teman2 mencoba tes TOEFL-ITP. Kenapa seperti itu? Penjelasan ada di bawah, sabar ya kakak-kakak 

Di bawah ini contoh screenshoot sertifikat resmi dari UPT Bahasa ITS


Sedangkan TOEFL-ITP merupakan TOEFL resmi dari ETS (biasanya kan ada logo ETS global kalo tema2 browsing di internet). Pihak ITS hanya sebagai perantara yang menjalankan tes ini. Di Surabaya yang merupakan pihak resmi TOEFL-ITP setau saya ITS, UBAYA, UNESA, dll (browsing sendiri saja). Nah, TOEFL-ITP ini disebut sebagai level 1 (disebutkan di LJK saat tes). Masa penantian hasil tes TOEFL ini adalah 2 minggu karena setelah kita tes di UPT bahasa ITS, LJK beserta soal kita akan dikirim ke Jakarta. Pengambilan sertifikat gratis, sudah termasuk dalam harga 425000 tadi, tapi jika teman2 ingin memperbanyak, harga untuk memperbanyak atau istilah kece nya reprinted sangat fantastis, yaitu 250000. Saya sendiri kurang tahu dengan 250000 itu mendapat berapa copy sertifikat, maaf belum sempat tanya. Meskipun TOEFL-ITP ini terkadang tidak diakui di beberapa negara (yang lebih diakui secara internasional adalah IELTS, tapi siap2 merogoh kocek lebih dalam lagi), tapi menurut saya, setidaknya kita tahu kemampuan kita. Kalau go international nya mau ke negara-negara Asia, saya rasa TOEFL ITP cukup. Tapi kalau pengen ke negara-negara yang mother language nya bahasa Inggris, harus dan wajib pakai IELTS (minimal score 6.5).

Ini screenshoot TOEFL ITP Score Report



Kalau ini sertifikatnya, saya dapat yang bronze certificate. Jadi selain mendapat score report, teman2 akan mendapatkan 3 jenis sertifikat sesuai score teman2. Minimal 460 = bronze certificate ; minimal 543 = silver certificate ; minimal 627 = gold certificate (maksudnya disini cuma tingkatan saja, jangan bayangkan sertifikatnya terbuat dari perunggu atau perak atau emas yaa hahaaha)

 
 

Nah, sekarang saya mau share tips dan trik yang selama ini saya gunakan untuk mendapatkan nilai > 500 secara otodidak. Kenapa otodidak? 1. karena saya tipe orang yang cepat bosan, saya tidak bisa ikut les bhs. inggris dengan jadwal yang mengikat. Kalau dipaksa les pasti jumlah kehadiran saya hanya 50% ; 2. saya suka belajar sendiri dan eksplorasi cara belajar yang sesuai dengan kepribadian mood saya yang swing-swing (mood naik-turun dalam hitungan menit) 3. alsan terakhir yang saya gunakan è terganjal biaya (wkwkwkwk) .
Dan Alhamdulillah, selama ini saya hanya sekali tes saja untuk bisa dapat score TOEFL 500. Tapi untuk persiapannya, saya sangat kerja keras untuk mendapatkan itu, walaupun dari luar saya terlihat sangat santai. Saya bukan anak ajaib atau anak jenius yang nggak usah belajar langsung bia mengerjakan itu semua. Nggak sama sekali. Saya belajar grammar, listening, reading dkk secara otodidak dimulai sejak SMA, tapi proses sampingnya dimulai sejak SMP. Belajar nggak harus duduk diem konsentrasi sampe pusing dan akhirnya tidur, kok. Saya sering liat film dan animasi jepang sambil belajar bahasa inggris, browsing internet sambil belajar bhasa inggris, mendengarkan lagu sambil belajar bahasa inggris. Jadi, arti belajar itu sangat luas teman-teman, jangan hanya dipersempit dengan asumsi belajar itu duduk diam dan konsentrasi tanpa have fun. Saya bisa belajar sambil have fun dan tetap melakukan hal-hal yang saya sukai.

Oke sedikit cerita tentang situasi dan kondisi saat tes TOEFL ITP. Jadi teman2 harus siap2 uang sebesar 425.000 rupiah untuk melakukan tes ini. Saya sendiri harus nabung 5 bulan untuk bisa melakukan tes ini. Waktu untuk tes TOEFL-ITP biasanya hari Sabtu jam 8 pagi. Selebihnya sistem ujian sama dengan test TOEFL-biasa. Saya akan bahas per bagian beserta triknya.

LISTENING
Listeningnya menurut saya lebih cepat ngomongnya dibandingkan TOEFL biasa, saya sempat tertinggal di beberapa nomor karena masih loading dan terkadang hilang arah dan tujuan karena mbak2 sama mas2 di speaker ini cepet banget ngomongnya. No problem, tetap diisi aja LJK nya walaupun nggak tau jawabannya karena tidak ada pengurangan nilai. Triknya, teman2 cukup fokus pada orang yang ngomong terakhir di short dialogue. Jadi, orang pertama yang ngomong nggak usah terlalu didengarkan, langsung siapkan kuping buat orang terakhir yang ngomong. Sebelum orangnya ngomong, liat semua pilihan jawaban, yang mirip2 biasanya bukan jawabannya. Selanjutnya baca buku TOEFL Longmann aja, banyak trik yang bisa digunakan dan dijelaskan untuk listening. Tapi jujur ya, walaupun sudah belajar triknya, tetap saja di lapangan itu kita hanya bisa menerapkan 50% saja haha. Kalo latihannya rajin dan istiqomah,mungkin bisa menerapkan 80% saja. Saat itu saya termasuk yang hanya 50% saja.
STRUCTURE
Untuk yang bagian ini, sebenarnya, teman2 cukup harus tau fundamental grammar, serta mana yang subject dan verb dari suatu kalimat. Kalau teman2 bisa membedakan mana yang subject dan mana yang verb, teman-teman pasti bisa membedakan mana yang harus singular dan plural, dan lain-lain. Sebenarnya inti structure adalah subject dan verb. Yang susah adalah membedakannya ketika kalimatnya sudah tidak sederhana lagi. Nah, itu yang harus dilatih. Lalu, di TOEFL-ITP ini kalimatnya lebih rumit polanya dibandingkan TOEFL biasa ITS.

READING
Vocab di TOEFL-ITP gampang-gampang susah. Kenapa? karena tergantung dari bacaannya. Tes TOEFL-ITP yang saya ikuti kemarin kebanyakan berupa artikel ilmiah, jadi saya tidak terlalu kesulitan memahami maksud bacaan. Selain itu, jenis pertanyaannya adalah kita harus mencari persamaan kata yang terdapat dalam bacaan. Yang lebih susah lagi adalah ketika kita disuruh menyimpulkan apa ide pokok atau kesimpulan dari bacaan tersebut. Jangan bayangkan jawabanya akan ketemu di bacaan ya, kita harus menyimpulkan sendiri dan mencari kalimat yang mirip dengan maksud bacaan itu. Jangan khawatir, triknya cukup baca paragraf pertama dan terakhir saja.

Setelah tes TOEFL-ITP saya pesimis akan mendapat score 500, karena walaupun nilai TOEFL biasa ITS saya sudah mencapai 500 tapi itu nilai TOEFL 1 tahun lalu dan pastinya TOEFL ITP tingkatnya lebih di atas TOEFL biasa ITS. Saya sudah pasrah jika nilainya di bawah 500 atau bahkan di bawah 400. Tapi, Alhamdulillah setelah menunggu 2 minggu hasilnya bisa mencapai 500 (T.T)… tidak sia-sia perjuangan selama 1 bulan mempersiapkan itu.

Selain share bagaimana sikon saat tes TOEFL-ITP saya juga akan share cara belajar yang saya terapkan selama ini. Cara belajar saya adalah seperti ini, intinya semuanya itu adalah usaha, tidak ada yang instan. Jangan khawatir, saya yakin Allah akan menilai usaha kita :

1.      Beli buku TOEFL Barron dan longmann
Salah satu usaha saya, beli buku TOEFL. Sisihkan uang jajanmu untuk beli 2 buku ini. Naik gunung, mbolang ke luar pulau, shopping bisa dilakukan, kenapa hanya membeli 2 buku ini pelitnya setengah hidup. No excuse, bro…
Trus kenapa harus buku itu? why? doushite? waeyo?
Karena buku TOEFL milik Barron terkenal dengan soal-soalnya yang jitu dan susah. Sementara TOEFL milik Longmann menurut saya dapat menjelaskan strategi mengerjakan soal2 TOEFL dengan jelas, rinci dan pokoknya muantep lah. Kombinasi yang tepat sekali a.k.a duo buku TOEFL cetar yang siap mewarnai hari-harimu.

2.      Pinjam buku TOEFL teman
Kalau yang ini pasti bisa kan…
Nggak bisa beli buku TOEFL, pinjam ke teman pun juga termasuk usaha loh.

3.      Belajar grammar IELTS (loh?)
Lha, kenapa malah belajar grammar IELTS? kan mau tes TOEFL…
Justru itu, grammar IELTS lebih jelas dan bagus untuk dipelajari karena lebih runtut dan urutannya tidak membingungkan seperti textbook pada umumnya. Atau teman2 bisa gunakan buku “Fundamental of English Grammar” karangan Betty Schrampfer. Buku textbook grammar ini paling bagus menurut saya, karena dikelompokkan mulai dari present time, future time, past time etc. sehingga lebih mudah dipahami. Soal-soal latihannya juga membuat kita mengerti lebih dalam.

4.      Nonton anime dengan subtitle bahasa inggris (vocabulary)
Karena saya hobby nonton anime sejak SMP, dan biasanya jarang kalau streaming itu subtitlenya bahasa Indonesia, dari dulu saya terpaksa harus paham dan ngerti apa jalan cerita animasi jepang itu dengan subtitle berbahasa inggris.
Kebiasaan itu terbawa hingga kuliah, hingga terkadang saya iseng mengoreksi grammar dari anime itu. Kalau teman2 yang hobby nonton anime juga, coba perhatikan, terkadang antara pusat streaming satu dengan yang lainnya pasti menyajikan subtitle dengan beberapa kata2 yang berbeda tapi memiliki arti yang sama. Nah, hal tersebut saya manfaatkan untuk memperkaya vocabulary.

5.      Nonton film barat, subtitle bahasa indonesia (half listening-half grammar)
Nah, kalau yang ini caranya adalah, saya sering mendengarkan apa yang mereka katakan dalam bahasa inggris, kemudian mencocokkan dengan subtitle bahasa Indonesia di bawahnya tanpa mem-“pause” film tersebut. Frasa kata yang penting akan segera saya catat, misalnya penggunaan idiom yang sering keluar seperti “what the hell is that?”, “Put your hand in the air!” atau kalimat2 lain untuk dipelajari. Dari sini, teman2 bisa belajar listening dan pola kata-kata yang sering diucapkan oleh mereka di kehidupan sehari-hari.

6.      Nonton film barat, subtitle dimatikan (full listening)
Siap-siap pusing ya kalau pakai cara saya yang satu ini. Coba teman2 tantang diri kalian untuk melihat film barat yang belum pernah kalian tonton tanpa subtitle. Setengah jam – satu jam saja (kalau kuat ya sampai film berakhir). Kalau saya biasanya hanya sanggup bertahan antara setengah jam hingga satu jam, karena gemes pengen tau jalan ceritanya secara jelas hehehe, maklum untuk cara satu ini butuh konsentrasi tinggi, pendengaran yang tajam, serta kerja otak tinggi. Mungkin efek sampingnya cuma kepala pusing dan mengantuk (hihihi…).

7.      Tebak lirik lagu barat (full listening)
Cara satu ini cukup mudah dilakukan. Teman2 cukup menebak lirik lagu dalam bahasa inggris, lalu mencocokkannya di internet. Lebih santai dari cara nomer 6.

8.      Baca jurnal di science direct tanpa lihat kamus (full reading)
Karena saya mahasiswa jurusan kimia yang dituntut untuk mengerjakan penelitian, maka otomatis saya selalu membaca dan harus paham apa yang dimaksudkan jurnal untuk menunjang data dan dasar teori dari apa yang akan saya kerjakan di laboratorium.
Kenapa wajib baca jurnal untuk latihan toefl?
Di jurnal internasional, isi jurnal yang para penulis isi biasanya singkat tapi powerfull. Kalimatnya sederhana dengan makna tersirat yang tidak bisa dipahami hanya dengan sekali membaca. Kosa kata bahasa inggris dalam kimia pun berbeda dengan kosa kata dalam bhasa inggris pada umumnya. Misalnya :
-solution = solusi (pada umumnya), di kimia solution = larutan
-collision = tabrakan (pada umumnya), di kimia collision = tumbukan (merujuk ke teori tumbukan)
-concentration = konsentrasi dalam pikiran (pada umumnya), di kimia concentration = konsentrasi larutan (satuan dalam kimia)
Nah, kebayang kan pastinya amburadul kalau kosa kata pada umumnya diterapkan saat membaca jurnal ilmiah. Kebetulan pada tes TOEFL-ITP saya kemarin, bacaannya kebanyakan artikel ilmiah jadi saya ngerti apa maksudnya. Ada juga beberapa bacaan yang sifatnya ekonomi atau politik dan pastinya istilah yang digunakan berbeda. Jadi saya sarankan sering2 baca Koran “The Jakarta Post” juga atau bacaan-bacaan di situs BBC yang temanya global.

9.      Latihan simulasi
Latihan adalah hal pasti yang harus teman2 lakukan untuk mendapatkan score > 500. Teman-teman tahu prinsip 10.000 jam? Itu adalah prinsip yang menyebutkan bahwa seseorang akan mahir melakukan suatu hal jika dilakukan secara rutin selama 10.000 jam, silakan hitung sendiri itu butuh waktu berapa lama. Jadi jangan kaget dan kecewa kalau teman2 baru latihan tes TOEFL 1 bulan tapi hasilnya ya itu-itu saja (pengalaman pribadi xp).

10.  Kepo di internet – The art of war
Strategi terakhir yang saya gunakan adalah kepo di internet. Saya selalu mencari blog-blog yang memberikan testimoni mengenai TOEFL-ITP, mulai dari cara belajar, tipe soal dan saran-saran sampai bentuk sertifikatnya.
Kenapa?
Karena itu sangat penting menurut saya. Saya pernah membaca blog orang (lupa nama blognya hehehe) yang menulis review buku terkenal “Art of war” atau apa gitu judulnya. Intinya sebelum perang, kita harus tau kondisi kita dan kondisi lawan. Kalau kita belum tau kondisi lawan, bisa-bisa kita zonk di tengah perang dan bakal langsung kalah. Kondisi lawan disini adalah TOEFL-ITP itu sendiri. Jangan cuma bonek (bondo nekat) ikut tes ini, tapi paling nggak pelajari situasi dan kondisi. Tanya temen2mu yang sudah pernah tes TOEFL-ITP untuk tau sikon listening, soal dkk. Tanya sedetail mungkin sampai temenmu bosen jawab (haha.. :D). Walaupun tidak mambantu masalah soal apa yang keluar, tapi itu akan membantumu lebih percaya diri.
Kita harus selalu berpikir cerdas dan selangkah lebih maju dari orang lain. Ketika yang lain hanya belajar, maka kita harus lebih dari itu. Pikirkan segala sesuatu yang membuat kita selalu go ahead. Jangan mau jadi yang biasa-biasa saja.

Sekian pengalaman dan ilmu yang bisa saya sebarkan. Kurang lebihnya saya mohon maaf banyak typo dan salah kata. Mungkin banyak penjelasan yang kurang juga dan saya bukannya ingin pamer score TOEFL ya, cuma ingin membagikan bagaimana tips dan triknya. Masih banyak bertebaran orang2 hebat yang lebih hebat lagi dari saya, yaitu orang-orang dengan nilai TOEFL ITP lebih dari 500 bahkan mencapai 550. Saya hanya newbie yang masih perlu banyak belajar lagi pastinya. Nilai TOEFL saya masih jauh di bawah standar untuk sekolah di luar negeri dan butuh banyak sekali perbaikan di sana-sini. Jadi tetap semangat berjuang ya teman2, kita berada dalam satu perahu yang sama. Semangat! Ganbatte! Fighting! Arigatou gozaimasu, minna-san!


Share:

About Me

read more

Posts

Recent Posts


My Community


ID Corners
indonesian hijab bloggerKumpulan Emak2 Blogger