Love in Hanada Shounen Shi

Kali ini saya muncul membawa secuil kisah cinta yang menurut saya cukup 'amazing'
Kisah ini diambil dari sebuah anime produksi Jepang yang berjudul "Hanada Shounen Shi". Dalam Episode 15-17, menceritakan sebuah kisah cinta yang cukup mengharukan. Penasaran???? Langsung cekidot gan....!

Oiya sebelumnya cerita dikit dah tentang Hanada Shounen Shi...

Anime ini mengisahkan tentang anak SD yang super nakal, namanya Ichiro. Setiap hari yang dilakukannya hanya membuat onar dan tentunya membuat malu ibunya. Sampai suatu hari, Ichiro tertabrak oleh truk dan mendapat luka di kepala bagian belakang. Dalam lukanya terdapat 9 jahitan, orang-orang setempat percaya bahwa angka 9 memiliki kutukan. Benar saja, sejak kecelakaan itu, iciro jadi bisa melihat makhluk halus alias hantu yang padahal Ichiro sendiri paling takut dengan hantu. Dan banyak para hantu yang meminta bantuan pada Ichiro untuk melakukan sesuatu sebelum mereka pergi meninggalkan dunia ini.....

Nah, balik lagi ke perkara cinta yang dibahas tadi nih, dalam episode 15-17, diceritakan Ichiro dipaksa untuk ikut dalam les sempoa yang digurui oleh Gouda-sensei. Orang-orang yang memasukkan anaknya ke sini percaya bahwa ketegasan Gouda-sensei akan membuat anak mereka jadi pribadi yang baik.
Yah....tapi namanya juga Ichiro. Si botak satu ini, tetep aja kagak mau nurut sama Gouda-sensei. Ichiro tetep aja berbuat jahil sampai Gouda-Sensei harus sering memukul atau menjewernya.
(Nih contohnya, sampai kepalanya yang gundul jadi benjol gitu hahaha....)



Cerita berlanjut dengan Gouda-sensei yang tersedak dengan kue daifuku. Kemudian arwahnya pergi untuk mencari bantuan ke orang-orang sekitar. Tapi yang bisa ditemui hanya Ichiro, karena memang Cuma Ichiro yang bisa melihat makhluk-makhluk gaib.






 


Tapi, walaupun Ichiro berhasil mengeluarkan daifuku yang nyangkut di tenggorokan Gouda-sensei, semuanya sudah terlambat. Gouda-sensei ditakdirkan untuk meninggal dunia.




Gouda-sensei berpesan pada Ichiro agar merahasiakan penyebab kematiannya, karena yah...gengsi lah, masak Gouda yang terkenal tegas dan disiplin, meninggalnya gara-gara tersedak daifuku wkwkwkwk.
Tapi....
Tiba-tiba-arwah Gouda kembali menghantui Ichiro. Ichiro pun menanyakan kenapa dia masih di dunia ini. Gouda-sensei pun menjawab bahwa dia tidak bisa menyebrang ke dunia sana dan dia tidak tahu penyebabnya. Padahal selama hidupnya, dia mengabdi hanya untuk mengajar dan mengajar.
Hingga kemudian, muncullah Madam Katharine (Bisa ditemui di episode-episode sebelumnya hehe) yang menceritakan bahwa penyebab Gouda tidak bisa menyeberang ke dunia sana adalah karena ada seseorang yang juga tidak bisa menyeberang kedunia sana. Dan itu semua karena kesalahan Gouda-sensei ( Nah lho....siapakah orang itu???? )

Gouda-sensei memohon agar Madam Katherine mau memberitahukan siapa orang tersebut. Tapi Madam Katherine tidak bisa menjawabnya. Dia mengatakan agar Gouda-sensei mengingat-ingat kembali dan melihat masa lalu dengan hatinya. Karena selama ini Gouda adalah bapak tua yang sangat dingin dan kaku serta tidak memiliki istri (weleh.....kasian banget)
 
Gouda dan Ichiro terus mencari dan menerka-nerka, siapakah orang tersebut. Tapi, tidak ada hasilnya sama sekali. Hingga saat Ichiro kelelahan dan berbaring di sebuah padang rumput. Gouda tiba-tiba teringat sesuatu saat melihat sebuah pohon besar......


Dan.....
Gouda akhirnya ingat, siapa orang yang tidak bisa pergi ke dunia sana karena dirinya...Orang itu adalah...Jeng-jeng....

Hana-san...(wah siapa yaaaa????)

Langsung aja cekidot! ini cerita masa lalu Gouda-sensei......
 Kalo liat gambarnya, bisa ditebak kan??? Yupz....Hana-San adalah cinta pertama dari Gouda-sensei. Ceritanya nih, mereka sering banget ketemuan di pohon sakura yang gede banget. Mereka juga sering ketemu di pasar, dan Gouda sering nyapa pake bel sepedanya (So sweet....hiks)
Dan.....ini bagian sedihnya T.T
Diceritakan, Hana-San akan dijodohkan dengan salah satu keluarga besar Gouda yang cukup kaya-raya. Wah, si Gouda ga terima lah...Si Gouda ngajak Hana lari bareng dan janjian ketemuan di bawah pohon sakura yang biasanya mereka ketemuan.
Tapi.....(lagi-lagi ada masalah)
Saat Gouda akan berangkat, tiba-tiba penyakit jantung Ayah Gouda kambuh dan kali ini lebih parah. Ditambah lagi, hari itu hari minggu, dan dokter-dokter pada tutup.
Tapi, akhirnya Gouda berhasil menculik dokter (bukan dalam arti yang sebenarnya wkwkwk) dan mengobati Ayah nya.
Dan...saat Gouda ingat akan janjinya pada Hana, semuanya sudah terlambat. Hana sudah tidak ada lagi di tempat mereka seharusnya bertemu. Hana telah pergi ke tempat keluarga yang melamarnya dan besok adalah hari pernikahan mereka.
Gouda yang cukup kecewa, memutuskan untuk pergi ke tempat yang sangat jauh untuk melupakan semua ini.
Tetapi, lagi-lagi, datang sebuah surat dari Bibinya Hana, bahwa Hana sedang sakit dan meminta Gouda untuk kembali sekali saja.
Ketika Gouda kembali. Hana telah meninggal dunia (So saddddd....TT)

Kini.... sudah hampir 50 tahun sejak insiden itu terjadi. Gouda dan Ichiro pergi ke makam Hana-San. Tapi Hana tak ada di tempat itu. Kemudian Gouda berpikir bahwa Hana ada di Pohon sakura tersebut. Tapi tidak mungkin,mana mungkin janji 50 tahun yang lalu, masih tetap tersimpan dalam hati Hana. Ichiro pun berusaha memberikan semangat untuk Gouda agar tetap mencobanya.
Gouda dan Ichiro kemudian berjalan menuju pohon sakura tersebut. Konon, pohon sakura itu tak pernah lagi berbunga sejak saat insiden itu.
Semakin dekat dengan pohon sakura itu, Gouda semakin ragu, tapi Iciro tetap  menyemangatinya. Dan ketika sampai di pohon sakura tersebut, ternyata arwahnya Hana-San beneran ada di situ.....God....T.T....so tragic.....




Ternyata, arwahnya Hana-san tetep ada di pohon sakura itu untuk menunggu si Gouda sama seperti janjinya dulu...huwaaaaa pengen nangis.....
Dan akhirnyaa....arwah mereka berdua, bisa tenang dan menyebrang ke dunia sana lagi.... Bersama-sama, berdua, seperti janji mereka 50 tahun yang lalu...


Share:

Tuhan Mengajarkanku Cara Berjuang di NCC 2012


Sekedar pengen share aja, pengalaman pertamaku diberi amanah untuk even nasional hehehe...

Sekitar bulan Mei 2011, tiba-tiba “The Big Boss of NCC”, sebut saja Hamdan, menawariku untuk menjadi koor acara NCC...Spontan aku langsung menolak mentah-mentah ga pake dirajang, trus dimasak dulu....hehe :D
Tapi pak Big Boss terus membujukku, dan akhirnya.....aku menyerah dengan meng- “iya” kan tawarannya....T.T

Hari berganti dengan hari dan bulan berganti dengan bulan, tak skip sampe bulan desember aja ya, kelama’an cerita satu-satu...wkwkwk

Desember 2011, “The Big Crisis” itu datang juga, bulan ini penuh dengan derita dan cobaan. Mulai dari kuis yang datang bertubi-tubi, tugas2 dari himpunan untuk agenda pengkaderan, PKM, dan  tugas2 dari dosen ( Weh...weh...weh...)

Masalah dimulai ketika calon peserta yang telah mendaftar baru mencapai angka 25 tim (bayangkan dari TUK yang 250 tim, dan saat itu pelaksanaan NCC kurang 22 hari lagi).
Rasanya pengen mundur aja, tekanan mulai datang dari sana-sini. Tiap ada orang yang tanya,”Pesertanya udah berapa?” rasanya pengen lariiii aja....Ditambah lagi, ketika ada KPP TD yang harus dijalankan pada akhir2 bulan Desember.... Mbokk......rasanee.....sirah kudu pecah......Dan alhasil aku jatuh sakit pada akhir-akhir bulan Desember....

Januari 2012, waktu pelaksanaan NCC tinggal 20 hari lagi.....pesertanya udah berapa?

Jeng-jeng.....ada 45 tim.....alhamdulillah dah....Tapi perlu diingat lagi, target 250 tim.... T.T

Semakin berjalan ke bulan Januari, masalah mulai muncul dengan membabi-buta. Pada minggu awal januari, ada acara Meet and Greet yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 Januari.

Apaa????!!!!!!!!

Padahal seminggu setelahnya bakal ada acara NCC 2012 tanggal 22 Januari, what a wonderful suffer!
Puyeng, mumet, rasanya mau pecah aja ni kepala. Apalagi pesertanya baru ada 45 tim. Panik mulai melanda. Publikasi mulai digencarkan lagi. Rasanya mau nangis aja tiap hari. Sampai-sampai tiap hari aku selalu mimpi buruk dengan latar cerita yaitu tentang NCC. Mulai dari cerita tentang soal yang kurang, peserta yang kurang, dan masih banyak stok cerita di dalam mimpi burukku.

Sampai suatu pagi, aku inget banget, aku kebangun dan nangis sampai mataku bengkak. Aku merasa badanku udah cuapek banget, ga bisa tidur, ditambah mimpi buruk tentang NCC. Aku ga tau kenapa, aku ngerasa aku udah kepengen mundur aja. Tapi ga bisa lagi, ini udah separoh jalan lebih dan banyak orang di sekitarku yang memaksaku untuk jalan terus.

Waktu terus berjalan, dan sudah tak terhitung lagi berapa air mata yang harus keluar karena memikirkan semua ini. Alhamdulillah sekarang sudah ada 65 tim....Dan saat itu juga, aku pasrah, jika taun ini mungkin adalah tahunnya NCC yang paling buruk kerena ga bisa memenuhin TUK minimal 250 tim.
Tapi, secercah harapan muncul, ketika, hari-demi hari dalam waktu yang tinggal 3 hari lagi, jumlah peserta mencapai 204 Tim. Aku bersujud dalam do’aku dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT. Karena setidaknya ada balasan untuk kerja keras kami seminggu terakhir ini.
Dan....malam sebelum pelaksanaan NCC 2012, jumlah peserta mencapai 228 Tim. Aku sedikit merasa lega dan setidaknya bisa tidur nyenyak untuk pelaksanaan NCC besoknya....

Keesokan harinya....
22 Januari 2012
NCC 2012 dilaksanakan serentak ke dalam 14 sub region yang tersebar dalam wilayah-wilayah di Indonesia.

Jujur, aku sedikit gugup untuk menghadapi acara ini, karena aku merasa bahwa aku tidak cukup pantas untuk memegang acara ini. Tapi teman-temanku kembali memberikan semangat dan motivasi.
Alhasil, acara berjalan cukup lancar....dan aku beserta teman-temanku tidak menyangka bahwa jumlah peserta total NCC 2012 ada 305 tim   :D (Banzai!!)

Sujud syukur dari kami untukmu Ya Allah Ya Rabb.....Subhanallah, Allah telah membayar semua tangis, doa, dan usaha yang kami lakukan bersama-sama. T.T . Tidak ada kata-kata yang bisa dikeluarkan untuk menggambarkan perasaanku saat itu. Walaupun masalah selalu datang menembakkan virus-virus galau dan buntu dalam perjalanan kami, tapi kami tetap bertahan walau dengan air mata yang keluar mewarnai perjuangan kami. Semua yang terjadi ini atas kehendak Allah SWT dan terima kasih yang sebesar-besarnya ya Allah....(pengen nangis kalo inget semua kerja keras dari teman2 seperjuangan hiks...hiks...)
Itulah sepenggal kisah yang mungkin akan selalu menjadi cerita penyemangat ketika sesuatu yang buruk terjadi padaku (seperti IP yang jeblok di semester ini hehe....).

Seperti kata Yoichi Hiruma, “Jangan menyerah selagi masih ada kemungkinan walaupun cuma 1 %”


Share:

About Me

read more

Posts

Recent Posts


My Community


ID Corners
indonesian hijab bloggerKumpulan Emak2 Blogger